
"Mengapa kau tak mengatakan yang sebenarnya mark?" Tanya ten ke arah lelaki beraura hitam,
"Rasa sakit akan terobati, jika seseorang yang dianggap pemberi rasa, lebih tersakiti" ucap mark dengan senyuman,
"Mark" ucap ten melihat lelaki kecil yang ia anggap adik tersenyum menyedihkan,
"Hyung, tenanglah aku akan bahagia, aku akan bertemu mama disana" ucap mark tetap dengan senyuman,
"Mark kau.." ten menghirup udara panjang menenangkan diri,
"Kau tak ingin bertemu haechan untuk terakhir kali?" Tanya ten membuat senyum mark luntur,
"Jangan mengganggunya, dia sudah lepas dariku" ucap mark datar, auranya mulai pekat memperlihatkan jika ia sedang marah,
"Baiklah aku akan pergi mark, aku harap ini pilihan terbaikmu" ucap ten berdiri menuju pintu,
"Kau tau aku bisa mengendelikan rasa cintanya?, tapi ia menolak" ucap ten menutup pintu dari luar.
----*----
Ketika tangan hanya bisa menggenggam satu tangan apakah kita bisa menggenggam tangan yang tak ingin kita genggam?.
Seorang lelaki kecil berjalan menuju pintu yang ada di gudang belakang rumahnya membawa tas kecil yang ia pakai dengan dua kantong plastik makanan yang ada di kedua tangannya, ia berjalan memasuki sebuah lemari cermin dan ketika masuk ia sudah berada di gudang smorest dekat danau,
"Wah sudah lama aku tak kemari" ucap lelaki kecil itu mulai berjalan menuju kelas yang ingin ia datangi, ia yakin jika jam pelajaran sudah selesai.
"Selamat pagi dongseng-dongsengku ayo kita makan" teriak renjun langsung membuat semua anak di kelas berdiri,
"Renjun"
"Hyung" ucap chenle langsung memeluk renjun yang sudah mulai mengeluarkan makanannya dari kantong,
"Kau percayakan?" Ucap jaemin pada jeno dan jisung,
"Luar biasa takdir ini" ucap jisung mulai mendekati renjun karena makanan yang ia bawa,
"Kau mulai tau kapan jun?" Tanya haechan yang memakan kimchi,
"Sebulan yang lalu" ucap renjun santai,
"Hah?" Ucap serentak anak-anak,
"Aku harus menyelesaikan sesuatu, aku pergi dulu ya" ucap renjun dengan menarik tangan jaemin,
"Ada apa jun? Mau kemana kita?" Tanya jaemin yang tak faham,
"Aku tau mark mencintaimu, kau harus membujuknya untuk mengaku, aku akan mengatakan pada taeyong hyung agar mark bisa bebas" ucap renjun mulai membuat strategi,
"Mark mencintaiku, gosip dari mana itu?" Tanya jaemin aneh,
"Sudahlah sekarang tugasmu ke penjara, untuk menemui mark dan membujuknya agar mau banding" ucap renjun berlari menuju ruangan neotion,
"Kenapa aku tak tau mark mencintaiku, sejak kapan ya" ucap jaemin penasaran.
"Mark mengakulah jika kau tak salah" ucap jeno yang menggantikan jaemin mengunjungi mark, ia mendengar percakapan renjun dengan jaemin di lobi sekolah,
"Apa sebenarnya yang kau mau jeno?" Tanya mark yang ingin tertawa, karena adiknya ini bersikap tsundere,
"Intinya nanti renjun akan menyewa pengacara dan kau harus mengakui jika kau tak melakukannya, aku tak mau menjadi ketua kelas dream, itu sangat melelahkan" ucap jeno membuat mark tersenyum,
"Baiklah, akan aku usahakan" ucap mark dengan wajah bahagia karena masih dicintai oleh banyak orang, salah satunya adiknya yang pecemburu ini,
----*----
Kabar banding yang dilakukan pihak mark membuat lelaki keturunan jepang tersenyum lega, ingatan masa lalu mulai muncul lebih jelas, rasa yang sudah hilang kini kembali menguasai hati dan pikiran,
"Yuta kau baik-baik saja?" Ucap haha pada lelaki keturun jepang yang sedang melihat patung kembar di bawah rumahnya,
"Baik haha, kenapa?" Ucap yuta dengan senyuman,
"Haha mau pergi dengan chichi, jika kau lapar kau bisa suruh bibi menghangatkan makanan yang sudah haha buatkan di kulkas" ucap perempuan cantik jepang,
"Iya haha, hati-hati dijalan" ucap yuta dengan senyuman mengiringi ibunya keluar dari kamarnya.
Yuta adalah salah satu anak kembar dari keluarga nakamoto, keluarga terkemuka di jepang, saat masih bayi ayahnya bercerai dengan ibunnya, ayahnya membawa yuta dan ibunya membawa hansol, berbeda dengan hansol yang dididik dengan keras agar tidak memalukan keluarga ayah tirinya, ayah yuta mendidik keras yuta agar dapat melindungi keluarga, perbedaan cara mendidik ini membuat sifat kedua anak kembar ini berbeda, hansol memiliki sifat ambisius dan serakah sedangkan yuta memiliki sifat ambisius tapi penuh cinta, ketika yuta mendapatkan tingkatan H sedangkan hansol tingkat L, ayah tiri hansol sangat marah, dan sering menyakiti ibu hansol, hingga suatu ketika ibunya meninggal karena siksaan yang cukup parah, ayah tirinyapun bunuh diri karena menyesal telah membunuh istrinya sendiri, hansol akhirnya tinggal bersama keluarga yuta, saat bersama keluarga yuta hansol mulai merasakan suasana keluarga yang sesungguhnya, tidak ada rasa iri, tidak ada rasa ingin bersaing, hanya ada rasa saling menyayangi dan mengorbankan diri untuk kebahagiaan yang lain, hati yang membeku mulai mencair, penyesalan pada diri sendiri membuat ia ingin kembali memperbaiki, berusaha mencari pilihan terbaik untuk semua orang membuat hansol memilih mati dan bertemu ibunya di surga, serta takdir akan kembali berada pada jalannya.
"Jaehyun, maafkan aku" ucap yuta pada smophone yang ia bawa,
"Hyung santailah" ucap jaehyun mulai lega di seberang, ia sangat senang yuta mau bicara padanya,
"Bisakah kau katakan pada taeyong jika dia butuh saksi, aku bersedia" ucap yuta membuat jaehyun tersenyum, jaehyun sangat tau sifat yuta, teman kamarnya ini keras kepala tapi hatinya sangat lembut,
"Baiklah hyung, kau tak mau kembali ke asramah? Tak mungkin kau pulang pergi jepang korea setiap hari" bujuk jaehyun,
"Aku berencana kembali saat shohei sudah jelas masuk sistem apa, dia butuh tumpangan untuk pulang pergi" ucap yuta mulai tersenyum kecil,
"Baiklah hyung, aku tunggu" ucap jaehyun semangat,
"Terimakasih.....jaehyun" ucap yuta kemudian mematikan smophonenya.
----*----
6 orang mengunjungi seseorang yang sedang dihukum, mereka duduk dengan senang membawa banyak makanan,
"Hyung aku yakin kau akan bebas" ucap renjun yakin,
"Terimakasih" ucap mark dengan senyum hangat, berkali-kali anak ilichil mengunjunginya tapi mungkin berbeda ketika anak dream yang berkunjung, rasa persahabatan itu lebih kuat dari pada rasa yang lainnya, haechan sudah tersenyum menjaili mark seakan menganggap tak pernah ada masa menyedihkan itu, semuanya sangat berbeda, satu tahun lebih membuat semuanya berubah, haechan lebih dewasa dengan gaya jailnya, jeno yang selalu mengatakan benci pada jisung nyatanya dia sangat menyayanginya,
"Hyung makanlah kau sangat kurus", ucap jisung membuka kotak makanan dan menyodorkan ke mark,
"Apakah dream baik?" Tanya mark yang mulai menyendok makanannya,
"Sangat baik karena ada aku, aku merubah banyak mata pelajaran menjadi lebih keren" ucap jeno sombong,
"Tidak, aku tak suka mata pelajaran sekarang, semuanya sulit hyung, terlalu gelap untuk umur kita" ucap chenle ngeri dengan pelajaran yang dipilih jeno,
"Memang pelajaran apa?" Tanya mark penasaran,
"Kekuatan hitam, energi bulan, mekanik listrik dan banyak lagi, pokok pelajaran tersulit ada di kelas kita" ucap chenle kesal,
"Itu terlalu dark jeno" ucap mark dengan menggelengkan kepala karena tidak percaya,
"Hei buktinya kita bisa menyelesaikan satu tahun" ucap jeno berusaha membela diri,
"Ya hanya kau yang mendapatkan nilai baik" ucap jaemin ikut kesal,
"Hei kau juga bagus na" ucap jeno pusing mengapa kekasihnya tak membelanya,
"Egois sekali kau hyung" ucap chenle mengompor-ngompori,
"Sudahlah nanti kalau mark hyung sudah kembali akan dirubah" ucap renjun yang mendapat anggukkan dari semuanya kecuali mark yang tersenyum.
Jika tangan bisa memeluk mengapa hanya menggenggam, peluklah semua yang ingin kau peluk, mungkin itu adalah cara bertahan hidup.