
Seorang anak lelaki kecil kurus memakai topi coklat berjalan menuju belakang rumah, melihat sang ibu sedang menanam bunga mawtic, bunga mawtic berwarna-warni, ada merah, ungu, pink dan kuning. Aroma bunga mawtic berfungsi untuk menenangkan, dan bisanya digunakan untuk seseorang yang sedang dihukum mati.
"Bu, besok aku akan pergi dengan jeno ke kota, apakah boleh?" Tanya jaemin dengan wajah berseri-seri,
"Apakah dia kekasihmu?" Goda ibu jaemin dengan senyum jail,
"Ibuuuuuuuuu, boleh ya" tanya jaemin malu,
"Iya boleh, tapi jangan sampai terlalu jauh" ucap ibu jaemin kepada anak keduanya,
"Ok, terimakasih ibuku yang cantik sedunia" jawab jaemin dengan memeluk ibunya, kemudian kembali ke ruang tengah,
"Jaem" ucap ibu, agar jaemin membalikkan badan,
"Ibu dengar, kakak jeno yang dari kanada pulang" lanjut ibu penasaran, dan jaemin hanya menganggukkan kepala,
"Hmm, besok saat mau ke taman suruh jeno menemui ibu ya" ucap ibu jaemin dan hanya dibalas jaemin dengan anggukkan.
Keesokan harinya
Jeno mendekati ibu jaemin yang sedang ada di ruang baca,
"Hmm apakah saya boleh mengajak jaemin keluar bibi?" Tanya jeno dengan wajah tegang,
"Boleh, kenapa kau sangat tegang?" Tanya ibu jaemin dengan senyuman,
"Hmm tidak" ucap jeno dengan memainkan jari,
"Di pertokohan kota ada gang kecil, disana ada toko kecil yang menjual pernak-pernik, nama tokonya lion magic, kau bisa belikan jaemin sesuatu disana jeno?" Ucap ibu jaemin dengan wajah menatap jeno,
"Aku harus membelikan apa bibi?" Tanya jeno tak faham,
"Belikan saja apa yang kalian inginkan, aku akan memberimu uang" ucap ibu jaemin menyodorkan uang,
"Aku bisa membelikannya, aku punya uang bibi" ucap jeno menolak pemberian ibu jeno,
"Baiklah terserahmu, kau bisa pergi sekarang" ucap ibu jaemin dengan senyum hangat ke arah jeno,
"Terimakasih bibi" ucap jeno dengan menundukkan kepala berpamitan keluar ruanagan.
"Nana ayo berangkat" ucap jeno dengan senyuman yang membuat matanya hilang,
"Ayo" jaemin mengikuti arah jeno berjalan,
"Jeno, aku hanya diberi uang sedikit jadi jangan mengajakku ketempat yang aneh-aneh" ucap jaemin berjalan dengan tangan saling berpegangan,
"Tenang saja aku bawa uang banyak" ucap jeno percaya diri, karena jeno diberi uang saku cukup banyak oleh keluarganya. Keluarga lee adalah keluarga yang menguasai pemerintahan, ayah jeno bekerja di kementrian pertahanan dan ibunya adalah pedagang sukses bidang bahan pangan,
"Jeno kau tak ingin pergi ke taman kota?" Tanya jaemin yang aneh melihat jeno berjalan ke arah menuju pertokohan kota,
"Ayo kita beli gelang couple? Aku akan membelikannya" ucap jeno dengan senyuman,
"Ayo" jawab jaemin dengan gembira.
------*-----
Lion Magic, Long Mystic 1
Jalan long mystic 1 adalah jalan yang dibangun untuk perkumpulan toko yang menjual banyak kebutuhan, jalan utama hanya bisa dilewati 1 mobil, long mystic 1 adalah pasar utama di mystic korea, dan termasuk pasar terlengkap no 4 di dunia.
Di salah satu gang terdapat toko kecil kumuh yang menjual pernak-pernik, toko tersebut hanya memiliki satu lampu yang membuat toko tersebut suram, toko kecil itu tak memiliki pengunjung, ada beberapa orang yang datang hanya untuk menagih uang sewa, dua anak dengan clingak-clinguk memasuki toko dengan ragu,
"Jen, apa kita tidak membelinya di tempat lain?" Tanya jaemin yang melihat banyak debu di kaca toko,
"Sepertinya benar ini kok, Lion magic, sudah kita masuk saja ya" ajak jeno dengan wajah ragu,
"Ya sudah" ucap jaemin tak habis fikir, apakah jeno benar membawa uang banyak, mengapa ia membelikannya gelang di toko seperti ini,
"Klinting" suara lonceng yang ada di pintu toko berbunyi merusak kesunyian,
"Permisi, apakah ada orang?" Tanya jeno dengan suara sedikit keras, membuat seorang lelaki tua keluar,
"Iya? Apa yang kalian cari nak?" Tanya lelaki tua dengan senyum ramah mendekati meja,
"Hmm apakah anda memiliki gelang couple?" Tanya jeno dengan sedikit ragu,
"Kau dari keluarga lee?" Tanya lelaki tua itu,
"Hahaha, itu karena auranya yang kuat" ucap lelaki tua dengan senyum hangat ke arah jaemin,
"Aku memiliki gelang bagus untuk kalian, sebentar" lelaki tua itu mendekati lemari dengan beberapa kotak kayu yang tertata rapi tapi sedikit berdebu, dan mengambil sebuah kotak kayu kecil,
"Ini apakah kalian suka?" Tanya penjual dengan membuka kotak kecil itu ternyata ada dua gelang berwarna putih dan hitam,
"Wah ini bagus" ucap jaemin antusias langsung mengambil gelang dan memakai gelang yang berwarna hitam,
"Aku suka ini" ucap jaemin ke arah jeno,
"Ok aku beli gelang ini kakek" ucap jeno langsung membayar setelah bertanya harga gelang,
"Aku akan mengukir nama kalian, siapa nama kalian?" Ucap kaek tua tersebut,
"Tulisannya JJ aja kek, yang besar, sekalian di kotaknya juga ya" ucap jaemin dengan senyum ceria dan dibalas dengan senyuman hangat,
"Oh ya, jangan memberikan gelang ini pada siapapun, kalian harus menjaganya" kakek melihat wajah jeno dan jaemin bergantian,
"Tentu kek" balas jaemin dengan mengambil kotak yang disodorkan penjual tua tersebut,
"Semoga kau diberi keberuntungan" ucap kakek tua tersebut dengan suara pelan, dan masih terdengar jeno,
"Terimakasih" ucap jeno sebelum keluar.
-----*-----
Kompetisi KP game aura sudah berakhir, kemenangan diambil dari skor terbanyak yakni sistem neo, jaemin dan sungchan sudah bersemangat dan langsung mengambil hadiah, banyak yang tidak terkejut mendengarnya karena sistem neo termasuk sistem kuat, banyak keturunan lee dan kim yang berjejer di sistem tersebut,
"Aku sejak awal sudah menebaknya" ucap salah satu peserta,
"Dimana lelaki yang berbadan cukup besar tadi?" Tanya salah satu peserta berparas cantik,
"Jaemin hyung, dimana jeno hyung?" Tanya sungchan disamping jaemin yang sudah dengan bangga berdiri didepan,
"Katanya dia mau ke asramah sebentar mengambil sesuatu,
"Apa itu gelang?" Tanya sungchan pada diri sendiri,
"Apa?" Tanya balik jaemin karena tak mendengar suara sungchan,
"Tidak hyung, lupakan" ucap sungchan dengan wajah tersenyum.
-----*-----
Jeno duduk di kamar asramah KP dengan membawa kotak kayu bertulisan JJ, ia hanya diam menunggu kedatangan seseorang yang ia sayangi,
"Ckrek" suara pintu terbuka membuat jeno langsung melihat ke pusat suara,
"Jen, sudah balik?" Tanya jaemin dan mulai duduk di kasurnya,
"Iya, jaem, ini gelangmu, kau mau memakainya?" Tanya jeno dengan ragu,
"Gelang? Aku punya gelang?" Tanya jaemin penasaran dan mendekati jeno,
"Ya ini gelang kita, kau berwarna hitam dan aku putih" ucap jeno menerangkan,
"Baiklah mana, aku akan memakainya" ucap jaemin tanpa pikir panjang, ia tidak ingin menyakiti jeno lagi, saat gelang itu sudah terpasang di tangan jaemin, jaemin hanya diam, tak bergerak, ia hanya melihat gelang dengan mata mulai panas,
"Jaem ada apa?" Tanya jeno khawatir,
Kemudian jaemin melihat jeno dengan air mata menetes,
"Na, apakah sakit?, kau bisa melepasnya, lepas sekarang" ucap jeno langsung bersaha melepas gelang dari tangan jaemin, tapi jaemin memegang tangan jeno menghentikan aksi jeno, jeno melihat jaemin yang tersenyum dengan air mata,
"Jaemin ada apa?" Tanya jeno lagi,
Jaemin menjatuhkan kepalanya di pundak jeno, membuat air matanya menetes tanpa henti,
"Jaem?" Tanya jeno yang tidak kunjung dijawab,
"Nana?" Tanya jeno dengan suara pelan,
"Aku menciantaimu jeno" jawab jaemin dengan suara pelan, tapi jeno sudah dapat mendengarnya sangat jelas.