
Jaehyun masuk ruang introgasi dengan wajah tanpa ekspresi, walau nikun sudah tersenyum ramah tak membuat jaehyun merubah tatapan tajamnya,
"Silahkan duduk jaehyun" ucap nikun yang membuat jaehyun duduk dengan tubuh tegak dan aura yang cukup pekat,
"Aku tak mau basa-basi, apa kau yang membunuh hansol?" Tanya nikun yang membuat jaehyun tersenyun,
"Apa itu yang kau dapat setelah menyelidiki kasus ini? Sungguh memalukan, cita-citaku sebagai polisi gugur karnamu" ucap jaehyun tak habis fikir dengan otak detektif seterkenal itu,
"Oh ok, aku akan menanyaimu, pertama hansol ditemukan meninggal tanggal 4 maret 2015 pagi hari, dimana kau saat itu?" Tanya nikun tau ia tak bisa bermain-main dengan lelaki di depannya tersebut,
"Aku menunggu jaemin di rumah sakit, ada taeyong, jeno dan mark di sana" ucap jaehyun santai,
"Tanggal 3 maret malam kau ada dimana?" Tanya nikun lagi, karena menurut penyelidikan, hansol keluar dari tanggal 3 maret,
"Aku ada asramah" ucap jaehyun yang membuat kursi berwarna hitam yang menandakan ia sedang bohong,
"Dimana?" Tanya nikun lagi,
"Aku mengikuti mark" ucap jaehyun sedikit bergetar,
"Kemana mark?" Tanya nikun,
"Menemui hansol di danau" ucap jaehyun mulai bernafas tidak teratur, ia takut dengan apa yang ia bayangkan,
"Apa yang dilakukan mark dan hansol disana?" Nikun melihat wajah jaehyun dengan tatapan yang lebih menakitkan,
"Aku tak tau" ucap jaehyun yang diketahui ia sedang tidak berdusta,
"Ok kita keluar dari masalah hansol, sekarang apa yang terjadi di sungai saat jaemin kehabisan aura" tanya nikun dengan meminum kopi yang sudah tersedia,
"Dia diam disana, melihat matahari yang perlahan tenggelam, rambutnya putih bersih, kulitnya putih pucat, aura hijaunya berubah menjadi putih tipis, matanya berubah abu-abu" jelas jaehyun dengan mata terpejam,
"Tangannya sangat dingin, walaupun ia tersenyum tapi aku tau dia sangat kesakitan" lanjut jaehyun dengan membuka mata menatap lelaki di depannya,
"Jika saat ini dia masih hidup mungkin aku yang akan membunuhnya" ucap jaehyun yang membuat nikun tersenyum,
"Baiklah jaehyun kau bisa pergi" balas nikun denga wajah tenang,
"Ia menyerap aura jaemin" ucap jaehyun tanpa dipedulikan nikun.
-----*-----
Jungwoo duduk di depan nikun dengan wajah datar,
"Apa yang..."
"Mark yang membunuhnya" potong jungwoo,
"Ada buktinya?" Tanya nikun mulai penasaran,
"Aku melihat mark ada di sungai pada malam itu, setelah mark pergi hansol hyung langsung pergi ke perbatasan smocool dengan negara cina tempat tinggal renjun dan winwin, dan pagi harinya ada berita tentang lelaki tersebut telah bunuh diri"ucap jungwoo tanpa ada rasa takut,
"Dan kau berfikir mark bisa menyuruh hansol bunuh diri?" Tanya nikun dengan bulpoin berputar-putar di tangan,
"Mark keturunan murni kanada, ia bisa mengendalikan pikiran" ucap jungwo dengan nafas panjang,
"Tapi mengapa mark membunuh hansol, bukannya perseteruan hanya ada pada jaehyun dan yuta?" Tanya nikun lagi,
"Mark.." jungwo mengambil nafas,
"Mencintai jaemin" ucap jungwoo dengan yakin,
"Wah bukannya seharusnya jeno yang membunuh hansol, dia kekasihnya" ucap nikun memancing,
"Saat itu jeno sedang dalam keadaan tidak baik" ucap jungwoodengan ragu,
"Tapi ada yang mengatakan jika jeno menyerang jaemin saat di game aura, ada juga yang mengatakan..."
"Pandangan jisung dikendalikan" ucap jungwoo datar,
"Aku tak mengatakan jisung" ucap nikun curiga,
"Jisung mengatakan padaku jika jeno menyerang jaemin dan yang berniat menyerap habis aura jaemin" ucap jungwoo,
"Tapi jeno kekasihnya" jelas nikun,
"Jadi kau tak mempercayai jisung tentang jeno yang menyerang jaamin?" Tanya nikun mendekapkan tangan ke dada,
"pandangan itu adalah pandangan buatan hansol hyung yang memiliki kelebihan mengandalikan pandangan" ucap jungwoo tanpa ada keraguan,
"Pengendali pandangan? Lelucon apa itu?" Tanya nikun yang tak mempercayai kekuatan konyol tersebut,
"Kau bisa tanyakan pada kembarannya" ucap jungwo yakin,
"Ok, jadi kau berfikir hansol yang menyerang jaemin, dan mark yang membalasnya?" Tanya nikun lagi,
"Ya" kata terakhir jungwoo sebelum keluar rungan.
-----*-----
Kepolisian menjelaskan pada media jika hanya ada satu orang yang dicurigai dalam kasus ini, mereka juga menjelaskan akan bertindak dengan sangat cermat agar mereka tidak salah sasaran, dikatakan jika pelaku yang dicurigai adalah dari keluarga terpandang, keluarga besar pelaku sudah mengetahui dan ingin masalah ini diselidiki dengan sangat teliti, mereka akan menerima apapun keputusan kepolisian atas kasus yang menyeret salah satu penerusnya.
Beberapa media sudah menebak-nebak siapa yang melakukannya, banyak yang menebak pasti keluarga park yang terkenal sembrono, keluarga lee yang terkenal keras dan keluarga kim yang terkenal licik, beberapa pejabat juga sudah beropini jika keluarga yang akan terjerat kasus ini akan terlihat sangat buruk, malah beberapa media luar sudah bisa menebak pemilihan ketua mystic timur (jepang, korea, cina) akan diambil alih oleh keluarga hwang yang termasuk saingan keluarga lee.
"Apa benar kau membunuhnya?" Tanya salah satu keturunan lee yang menjabat sebagai mentri pertahanan korea, dan termasuk ayah kandung lelaki yang sedang ditanyai,
"Mungkin" ucap lelaki tersebut dengan senyum pasrah,
"Mark katakan jika kau tak membunuhnya, aku bisa membantumu untuk keluar," ucap seorang perempuan yang sudah menangis tak terima anak sambungnya menjadi pelaku pembunuhan,
"Sayang, aku yakin mark tidak akan melakukannya aku yakin" ucap perempuan tersebut pada suaminya,
"Ibu jangan menangis" ucap mark dengan memegang tangan ibunya,
"Apa hebatnya jaemin sampai dua anakku menjadi bodoh seperti ini" ucap remeh mr lee,
"Kalau kau memang mengakuinya, baiklah, aku akan mengatakan kau bukan keturunan asli keluarga lee, kau hanya.."
"Cukup" ucap perempuan tersebut memotong dengan wajah sangat marah,
"Keluar" ucap perempuan tersebut pada suaminya,
"Baiklah, dan kau, aku menyesal sudah membawamu ke korea" ucap lelaki tersebut keluar ruangan.
"Mark, kau tak melakukannya kan?" Ucap halus perempuan cantik yang menjadi istri mentri dan ibu kandung taeyong dan jeno,
"Maafkan aku bu, dan terimakasih sudah merawatku selama ini" ucap mark dengan senyuman,
"Mark, ibu mohon, jangan mengatakan apapun ke jaksa, biar pengacara yang menjawab, kau fahamkan maksud ibu" ucap ibu pada mark,
"Waktumu sudah habis ibu menteri" ucap polisi yang menjaga ruang introgasi tersebut,
"Mark percayalah, ibu akan membebaskanmu" ucap perempuan tersebut berjalan meninggalkan mark,
"Terimakasih" ucap mark dengan senyuman.
-----*-----
Beberapa lelaki duduk melinggar di gazebo sekolah dengan makanan ringan ada di tengah meja,
"Hei kalian yakin mark yang membunuhnya?" Tanya sungchan ke arah chenle yang bercerita tentang informasi yang ia dapat dari babanya,
"aku juga kaget mendengarnya, aku dengar jaemin hyung lupa ingatan dan pergi dari mystic" ucap chenle dengan menggebu-gebu,
"Mengapa dia membunuh hansol-hansol itu?" Tanya shotaro penasaran,
"Karena orang yang ia cintai disakiti" ucap haechan dengan menulis pelajaran yang sudah ia tinggalkan,
"Seharusnya kau membenci jaemin hyung" ucap jisung dengan cengiran,
"Diam kau" balas haechan ke arah jisung dengan wajah sok polosnya jika di depan banyak orang,
"Semuanya akan kembali seperti semula, itu luar biasa" ucap renjun yang sedang menghiasi catatannya dengan gambar-gambar,
"Apa kau akan melupakan kami jika semua kembali seperti semula?" Tanya haechan pelan,
"Mungkin" jawab renjun santai.