NEO 1 (Na Jaemin)

NEO 1 (Na Jaemin)
29. Siapa?



Pemerintahan sudah turun tangan atas masalah yang dihadapi sistem neo, mereka membuat batas smocool agar semua siswa tak bisa keluar sekolah, dan memberitahu media jika masalah ini sudah masuk sebagai kasus serius negara, beberapa detektif telah masuk di smocool sejak dinyatakan sebagai kasus negara, markas dua kubu tidak bisa ditembus, beberapa polisi berusaha masuk tapi mereka sudah membuat benteng yang tak bisa dimasuki orang luar,


Diketahui yang ada di dalam benteng ada 15 anak dari sistem neo, yakni joni, taeyong, doyoung, yuta, ten, jaehyun, winwin, mark, jaemin, jeno, jisung, jungwoo, lucas, hendri, dan sungchan.


Detektif mengetahui jika di kubu satu terdiri dari 6 orang, yakni joni, yuta, doyoung, ten, winwin dan hendri, di kubu dua juga ada 6 orang yakni, jaehyun, jeno, mark, lukas, jaemin dan taeyong, sedangkan keberedaan sungchan, jungwoo dan jisung masih dipertanyakan, jelas seorang reporter pada media,


"Jungwoo ada di dalam benteng?" Ucap taeyong melihat berita yang disiarkan di komputer yang dibobol jeno, jeno memiliki kemampuan komputer cukup baik, walau tak sebaik doyoung,


"Lukas" panggil mark ke arah lukas yang hanya melihat jendela dengan pemandangan tetesan air hujan,


"Aku yakin sungchan menjaganya" ucap lukas dengan menggegam tangannya cukup erat, ia tak pernah berfikir jungwoo akan masuk benteng.


"Jisung dimana" ucap lirih jaemin tapi masih bisa didengar jeno,


"Dia bukan anak-anak seperti yang kau fikirkan jaemin" ucap jeno melihat jaemin,


"Tapi aku kasian dengannya" balas jaemin dengan melihat jendela,


"Ya karena kau tak mengenal jisung yang sekarang" ucap jeno membuat jaemin kesal,


"Memang kenapa jisung yang sekarang? Kau jangan sok kenal, aku lebih sering berbicara dengannya ketimbang dirimu" ucap jaemin denga wajah marah,


"Hmm, ya terserah dirimu" ucap jeno malas berdebat dengan kekasihnya.


----*----


*Hari sebelum pembentengan*


"Lukas, aku tak mau kau kesana, kau seperti orang bodoh saja, mereka hanya memanfaatkan kekuatanmu" teriak jungwoo kearah lukas yang sudah bersiap-siap membawa beberapa pakaian dari asramah,


"Dan kau memanfaatkan uangku" ucap lukas pelan dan membuat jungwoo naik darah,


"Lukas aku tak bisa seperti ini, jika kau pergi kita selesai" ucap jungwo tanpa mengetahui perasaan lukas yang sakit,


"Kau sering mengatakannya hyung" jawab lukas dengan melihat wajah jungwoo,


"Aku serius sekarang" jungwoo melihat mata lukas,


"Baiklah, semoga kau mendapat lelaki yang lebih kaya dariku" ucap lukas kelaur dari kamar dan membiarkan teriakan jungwoo.


*


"Sungchan kenapa kau berencana masuk perbatasan?" Tanya sotaro teman latihan sungchan,


"Jungwoo hyung masuk kesana, aku harus menjaganya" jawab sungchan,


"Bukannya jungwoo hyung tidak ingin ikut dalam masalah ini? Aku dengar jungwoo hyung sangat marah saat rapat neotion kemaren, taeyong dan doyoung menjadi anggota neotion yang paling dibenci jungwoo hyung karena mereka ikut dalam pertengkaran ini" jelas shotaro ke sungchan,


"Aku tak tau jalan pikirannya, dia juga bertengkar hebat saat lukas masuk kesana, tapi tadi pagi ibuku mengatakan jungwoo tidak ada di rumah dan aku sudah mencarinya kemana-mana ia tidak terlihat, aku yakin dia kesana" ucap sungchan yakin,


"Jika dia tak ada di sana bagaimana?" Tanya shotaro khawatir,


"Mungkin aku akan bersembunyi, aku dengar joni sudah membuat taeyong kehabisan darah dan harus minta bantuan medis untuk kirim darah cadangan" jelas sungchan, sebenarnya ia sangat takut masuk kedalam, tapi ia lebih takut kehilangan kakak semata wayangnya, ia tak ingin jungwoo kenapa-kenapa,


"Aku akan pergi taro hyung, katakan pada haechul saem, jika aku tidak kembali selama 3 hari berarti aku dalam masalah, dan tolong sampaikannya untuk mengirim peliharaanku ovcha yang disita haechul saem" ucap sungchan meninggalkan shotaro yang hanya diam melihat kepergian temannya, ovcha adalah hewan mirip anjing dengan bulu hitam tebal, ovcha memiliki penyiuman yang sangat baik, ovcha adalah hewan buas yang bisa menjadi pelindung tuannya,


*


"Jen, apa yang akan terjadi, ini semua salahku, seharunya aku..." ucap jaemin dengan melihat taeyong sudah membuat benteng diarea kubu dua,


"Kenapa kau selalu menyalahkanmu jaem, kau korban disini" ucap jeno tak habis fikir dengan jalan fikiran jaemin,


"Tapi sebelum aku masuk mystic, aku.."


"JAEMIN" potong jeno segera,


"Apa kau menyesal?" Jeno sudah mengeluarkan aura yang cukup pekat,


"Aku selalu menunggumu di kafe setiap malam, aku selalu menyuruh guanlin menghubungiku jika kau datang, aku menyuruh renjun sekolah ditempatmu agar tau kabarmu setiap hari, aku adalah orang pertama yang bahagia karena kau pulang jaem" jeno mulai berlinang air mata, dia berusaha tak melihat jaemin yang sudah menangis,


"Jen maafkan aku" ucap jaemin berusaha memegang tangan jeno, tapi jeno pergi meninggalkan jaemin karena tak ingin memperlihatkan kelemahan di depan orang lain, seperti lukas yang melihat percakapan mereka dengan seru,


"Dia keren kok" ucap jaemin memalingkan wajah dari lukas,


"Hmm" jawab lukas malas dengan senyum remeh.


------*-----


Penyerangan tetap berlanjut, jaemin mendapatkan serangan di bahunya yang membuatnya harus dijahit, jungwoo membantu menjahit luka jaemin dengan peralatan yang ia bawa, jungwoo membawa banyak peralatan medis untuk membantu lukas, tapi ia tak pernah mengatakannya,


"Hyung mengapa kau kemari" tanya lukas melihat jungwoo mengobati jaemin dan sejak awal bertemu tak melihat wajahnya yang tampan,


"Aku menemani sungchan" ucap jungwoo singkat,


"Hyung kau masuk lebih dulu" ucap sungchan malas dan menjauhi sepasang matan saling membuat drama,


"Jungwoo hyung, apa kau masih marah denganku?" Ucap lukas mendekati jungwoo dan mentoel-toel tangannya,


"He aku sedang sibuk, kau tak lihat" ucap jungwoo marah,


"Maafkan aku" ucap lukas lebai,


"Woo, aku kira kau membenci kita karena bersiteru" ucap taeyong belum percaya jungwoo yang keras dan tegas ini akan masuk demi membawa perlengkapan kesehatan,


"Ya aku membencimu, aku juga membenci doyoung hyung, kekanak-kanakan" ucap jungwoo tetap menjahit tangan jaemin tanpa melihat sekitar,


"Kau tak tau apa-apa, kau masih baru" ucap jaehyun yang merasa tersinggung dengan ucapan jungwoo,


"Begitukah?" Ucap jungwoo dengan senyum,


"Aku ada saat itu jaehyun hyung, aku sudah menjadi calon murid yang mendapat fasilitas lengkap sehingga aku tinggal bersama kalian kau ingat?" ucap jungwoo menaruh benang dan jarum ke kotaknya karena sudah selesai menjait luka jaemin,


"Oh ya, jaemin siapa yang menyuruhmu melakukan hal itu?" Jungwo menatap jaemin tanpa ekspresi,


"Jaemin melakukannya karena kalian bertengkar hebat saat itu, hal yang harus kalian cari saat ini adalah apa yang mereka inginkan, dan mengakhiri semuanya" ucap jungwoo menatap jungwoo,


"Aku tak akan berhenti" tagas jaehyun,


"BERAPA LITER DARAH YANG HARUS TERBUANG JAEHYUN, BERAPA?" Tanya jungwoo mulai menangis, Jaehyun berjalan mendekati jungwoo tapi dihalangi lukas,


"Lebih baik kita tidur" ucap jaehyun meninggalkan ruangan,


"Hyung" ucap lukas berusaha mebersihkan air mata jungwoo, tapi dengan cepat dihindari jungwoo,


"Kita sudah putus kas, jika kau lupa"ucap jungwoo meninggalkan lukas,


"Mengapa kau kemari hyung?" Tanya lucas yang membuat jungwoo berhenti,


"Mungkin karena aku lebih bodoh darimu" ucap jungwoo meninggalkan ruangan dan lucas yang mengejarnya.


Jaemin berjalan mendekati sungchan yang duduk di kursi balkon,


"Sungchan, kau tak mau istirahat?" Tanya jaemin dengan senyuman,


"Aku tak ada niatan untuk tidur hyung, terlalu menakutkan jika aku mati saat tidur" ucap sungchan melihat langit yang terlapisi benteng berwarna hijau gelap,


"Aku berharap ini akan cepat berlalu" ucap jaemin menghirup udara yang sudah tercemari,


"Siapa yang membunuh lelaki bernama hansol itu hyung?" Tanya sungchan yang membuat jaemin sedikit kaget, tapi tetap mempertahankan senyumnya,


"Kau mencari informasi?" Tanya jaemin santai,


"Tidak" ucap sungchan melihat jaemin,


"Aku tau dari jisung" lanjut sungchan dengan memalingkan pandangan dari jaemin,


"Siapa hyung?" Tanya sungchan kembali,


"Aku" ucap jaemin tanpa ekspresi.