
"Hyung ada apa?" Tanya haechan yang duduk di depan mark, anak dream sudah keluar terlebih dahulu, karena mark ingin bicara dengan haechan,
"Terimakasih chan" ucap mark dengan mata menatap haechan,
"Iya sama-sama hyung, aku tadi masak banyak, makanya aku bawakan makanan untukmu" ucap haechan percaya diri,
"Hmm iya" jawab mark tersenyum, haechan memang orang yang berbeda,
"Nanti kalau kau sudah keluar aku akan membuatkan sayur tahu dan rumput laut agar kau tak trauma" ucap haechan santai,
"Maafkan aku chan, aku.."
"Kau tau, aku dapat kelas khusus bersama jaemin, yangyang, jeno, dan doyoung hyung namanya yuvers, wah itu sangat seru" potong haechan tanpa dosa, membuka smophonenya ke arah mark,
"Lihatlah, ini jadual kita" haechan sangat senang dengan kelas khususnya,
"Kau senang?" Tanya mark dengan senyuman,
"Sangat" ucap haechan dengan bangga,
"Waktu kunjungan sudah selesai, kau bisa pulang chan" ucap mark membuat haechan berdiri dan berpamitan, tak
"Hati-hati di jalan chany" ucap mark pelan.
----*----
Di mobil,
"Kau bicara apa saja dengan mark hyung?" Tanya renjun penasaran,
"Aku takut mencintainya lagi jun, aku bersaha melupakannya" ucap haechan dengan nafas panjang,
"Tapi kau tak bisakan" goda renjun membuat haechan mengerutkan dahi,
"OH INI SIFAT ASLIMU, MENYEBALKAN" ucap haechan mengganggu sopir yang sedang fokus,
"HE KAU TAK SADAR KAU JUGA SANGAT MENYEBALKAN" ucap renjun tak kalah keras,
"Lalalalalalalal" nyanyi chenle dengan suara melengkin,
"Omaa" teriak jisung menutup telinga,
"DIAM AKU TAK BISA FOKUS MENYETIR" teriak jeno tak merubah apapun, jaemin yang tidur nyenyak tanpa mempedulikan perang yang ada di dalam mobilnya, renjun dan haechan sudah saling memukul, membuat mobil tak seimbang sehingga jeno mengeluarkan kekuatannya untuk membuat dua orang tersebut tidur,
"Akhirnya" ucap jisung lega,
"Hyung kekuatan apa itu?" Tanya chenle pada jeno, ia tak tau jeno bisa membuat orang tertidur,
"Aku hanya menyerap aura mereka" ucap jeno santai,
"Hah? Bagaimana bisa, bukannya itu larangan" ucap chenle dengan suara melengking"
"Kita keturunan murni korea chenle" ucap jisung melihat kaca,
"Maksudnya korea murni punya kelebihan bisa menyerap aura?" Tanya chenle kembali,
"Iya" jawab jaemin dengan mata masih menutup,
"Aneh, kenapa jaemin hyung auranya diserap keturunan jepang, kan jaemin hyung bisa menyerap aura" ucap chenle pelan membuat jaemin tersenyum,
"Hmm lucu" ucap jaemin tanpa ada yang mendengarnya.
-----*-----
Haechan dengan tersenyum bahagia memasuki kelas khusus yuvers bersama jeno dan jaemin, mereka duduk di kursi tengah dengan tenang, doyoung sudah berdiri di depan kelas untuk menjelaskan sesuatu,
"Kata kepala sekolah, kita harus menambah 1 orang lagi untuk mempelajari kekuatan yuvers, siapa yang kalian fikirkan?" Tanya ketua kelas pada siswa yang berusaha berfikir,
"Apa ada syarat tertentu hyung?" Tanya xionjun,
"Mereka harus memiliki tingkatan tinggi, kita sangat lemah sepertinya" ucap doyong membuat meraka berfikir 'siapa',
"Ah mark sepertinya sangat cocok, kapsek lee soman pasti akan setuju" ucap doyoung yang dianggukki semua siswa kecuali dua siswa,
"Apa kau tak keberatan chan?" Tanya jeno pelan melihat haechan yang sudah merubah ekspresinya,
"Aku bisa apa" jawab haechan dengan senyum memaksa,
"Sebenarnya kenapa sih haechan dan mark, jen?" Tanya jaemin polos, karena memang tidak faham apa yang sebenarnya terjadi pada mereka berdua,
"Kau sih" ucap jeno membuat jaemin menekuk dahi,
"Aku?" Tanya jaemin aneh,
"Tidak aku hanya bercanda" ucap jeno dengan senyum lucu seperti anjing kecil.
Setelah rapat kelas khusus yuvers, mereka bertiga pergi ke ruang latihan mengambil barang haechan yang ditaruh di loker,
Jaemin duduk di salah satu kursi yang ada di pojokan,
"Jaemin kau dulu sering ke sini kan dengan mark?" Tanya jeno yang ikut duduk di samping jaemin,
"Iya, dulu aku sering mengajak mark berlatih disini" ucap jaemin santai,
"Itu sebabnya kau jarang berlatih denganku" ucap jeno sedikit senyum,
"Ya karena kau ada kelas khusus" ucap jaemin beralasan,
"Mark juga ikut kelas khusus" bela jeno, jeno berusaha mambuat jaemin terpojok,
"Tapi mark tak seambisi dirimu" ucap jaemin membuat jeno tersunyam kecut,
"Mark juga ambisi, cuman ia berubah karenamu" ucap jeno memelan membuat haechan tersenyum,
"Ya ya, aku minta maaf" ucap jaemin malas,
Haechan mendekati dua pasangan yang sedang berseteru dan mengajak mereka kembali ke asramah.
---*---
Saat mereka berada di lift asramah menuju lantai 3, ada seseorang yang masuk dari lantai dua,
"Jungwoo hyung" sapa haechan semangat tapi tidak mendapat balasan dari jungwoo,
"Hyung kau baik-baik saja?" Tanya jaemin merasa aneh, melihat jungwoo yang ceria menjadi diam tanpa ekspresi,
Saat lantai tiga di buka mereka berempat keluar, jungwoo langsung berjalan cepat menuju kamar, dan menutup pintu dengan suara keras dari dalam,
"Hei dia kenapa?" Tanya haechan penasaran,
"Sepertinya masalah lucas hyung" ucap jeno santai, sedangkan yang lain penasaran,
"Memang kenapa lucas hyung?" Tanya jaemin tak tau berita terkini, padahal selalu bersama jeno,
"Aku dengar lucas hyung ada masalah dengan orang luar, dan kepala sekolah mennyuruhnya minta maaf dan juga menskors lucas hyung" jelas jeno,
"HA? Gimana-gimana?" Tanya haechan tidak faham,
"Aku tak tau pastinya, intinya lucas hyung itu ada masalah sama anak luar smocool, trus dia disuruh minta maaf dan dapat hukuman yakni diskors" ucap jeno berusaha menjelaskan,
"Lucas hyung yang salah, apa bagaimana jen?" Tanya jaemin penasaran, tak mungkin lelaki baik seperti lucas melakukan hal buruk,
"Kau taukan guru konsuling kita bagaimana, mereka gak mau tau, yang penting nama baik smocool tak buruk, kemaren saja papaku mendonasikan banyak uang ke smocool agar mau menerima mark lagi" ucap jeno jengkel dengan sekolahannya,
"Tapi lucas hyung tak sekaya dirimu, aku jadi kasihan" ucap jaemin yang diangguki haechan setuju,
"Sudahlah santai saja, mungkin sebentar lagi lucas hyung kembali" ucap jeno santai, ia tau lucas bukan orang yang mudah disingkirkan,
"Jadi kelas wayv cuman 5 siswa sekarang?" Tanya haechan tak percaya,
"Ya mungkin, aku tak tau bagaimana semester depan, semoga saja semua kembali seperti semula" ucap jeno dengan mengelus rambut jaemin.