NEO 1 (Na Jaemin)

NEO 1 (Na Jaemin)
24. Kembali



"Acara kompetisi KP telah usai, juara umum diraih oleh sistem neo yang memborong emas 4 buah, penutupan akan diselanggarakan di hutan smorest dengan bantuan pejabat tinggi lee jung suk" suara reporter yang menyampaikan di sudut gedung,


"Hyung ayo duduk disana" ucap chenle pada haechan yang dengan sombong membawa satu kalung berliontin lempengan emas yang menunjukkan haechan mendapat juara satu di game seni,


"Bisakah kau melepasnya aku malu dengan pandangan orang" ucap renjun yang duduk disamping haechan,


"He, ini suatu yang sangat membanggakan, aku saja dari dulu ingin mendapatkan ini" ucap haechan tak ada niat melepaskan kalung berharganya.


Jaemin dan jeno berjalan mendekati mereka dengan saling berpegang tangan, dan itu mebuat chenle kagum sejak kapan wajah jeno menjadi sedikit lebih berwarna,


"Hyung lihat itu" ucap chenle ke arah haechan,


"Apa mereka sedang jatuh cinta?" Ucap renjun melihat jeno jaemin yang duduk di depan,


"Hmm, aku sudah menebaknya, semuanya akan kembali seperti semula" ucap haechan dengan cengiran di bibirnya,


"Aku dengar kau bertemu guanlin, apakah itu benar?" Tanya haechan ke arah renjun,


"Iya, kenapa?" Tanya renjun,


"Siapa yang membantunya?" Tanya haechan ke renjun,


"Membantunya? Aku tak tau" jawab renjun dengan bahu diangkat,


"Apakah kau lihat jisung kemaren?" Tanya haechan ke arah chenle,


"Aku tak melihatnya lagi, setelah ia membawa bubur yang kau titipkan ke jaemin hyung saat itu" jawab chenle menjelaskan,


"Hmm semuanya sudah mulai pulih, ini akan sangat seru" ucap haechan dengan senyuman,


"Apa akan terjadi sesuatu?" Tanya renjun pelan agar chenle tak dapat mendengarnya,


"Ketika ingatan kembali, maka emosi juga akan kembali" ucap haechan melihat mata renjun yang sudah berubah menjadi coklat, membuat haechan yakin renjun sedang menjadi orang keduanya,


"Dunia yang menyedihkan" ucap renjun menatap jaemin yang asik makan kue di tangan kanannya.


------*------


Diperbatasan mystyc dan bumi, di smodoor 4, ada dua lelaki tinggi duduk di sofa rumah sebagai pembatas,


"Terimakasih sudah membantuku jisung" ucap lai guanlin ke arah lelaki yang sejak tadi memutar-mutar cairan merah di gelasnya,


"Apa yang kau dapatkan sejak bekerja dengan jeno hyung?" Tanya jisung melihat mata laiguanlin dengan wajah tanpa ekspresi,


"Katanya aku harus waspada dengan mark" ucap lai guanlin,


"Hahaha dia membolah balikan fakta ternyata, luar biasa" balas jisung dengan wajah sedikit marah,


"Kau yakin jeno yang melakukannya?" Tanya lai guanlin,


"Aku yang melihatnya saat itu, dia menyerang jaemin nyung" ucap jisung dengan nada deep,


"Di dunia sihir ini kau masih percaya dengan yang kau lihat?" Tanya guanlin lagi,


"Maksutmu?" Tanya jisung,


"Kau tau saat aku melihat renjun berubah, aku sudah sangat yakin dunia ini sangat punya mesteri yang tak bisa dipikirkan oleh manusia biasa, sahabat yang selalu teriak saat aku salah, memukulku tanpa ampun saat aku tidak makan, menangis saat melihatku sakit, dan memelukku saat aku sedih, berubah menjadi seorang lelaki tanpa perasaan seperti sekarang, apa kau fikir aku masih mempercayainya jika aku melihat jeno menyerang jaemin?" Tanya guanlin ke arah jisung,


"Jisung bukannya kau asli keturunan penyihir?" Tanya guanlin,


"Kenapa?" Tanya balik jisung,


"Apa kau tidak tau ada seseorang yang bisa mengendalikan pandangan?" Ucap guanlin melihat ekspresi jisung,


"Kau mempercayai hal konyol itu?" Ucap jisung,


"Mempercayai dunia ini saja sudah konyol, itu sebabnya aku memprcayai cerita konyol lainnya" ucap guanlin mulai berdiri dan meninggalkan jisung,


"Aku akan mencari tau lebih banyak lagi, jaga renjunku" ucap guanlin kemudian pergi keluar pintu.


Suara keramaian anak-anak saling bersautan di stasiun kereta antara gedung KP menuju smocool, semua anak antri menunggu giliran kembali ke sekolahan, karena mereka akan bersiap-saip untuk libur 3 hari setelah acara,


"Jen, aku ingin ke taman lagi" ucap jaemin kearah jeno yang sedang mencari seseorang,


"Besok saja, aku akan menemanimu" jawab jeno tanpa melihat jaemin yang sudah cemberut,


"Kan jauh jen" ucap jaemin dengan memukul pelan bahu jeno,


"Aku akan mengantarmu naik motor" balas jeno dengan senyum sombong,


"Kau punya motor?" Tanya jaemin, yang dibalas jeno dengan anggukan,


"Wah ok" ucap jaemin mulai tersenyum.


"Jaehyun hyung" teriak jaemin membuat jaehyun dengan malas mendekat, karena ada jeno disampingnya,


"Ada apa jaem?" Tanya jaehyun yang sejak awal ditatap oleh jeno dengan tatapan penuh arti,


"Hyung aku jarang sekali bertemu denganmu, kau tak ada niatan bertemu denganku, apa?" Tanya jaemin dengan kesal,


"Aku takut dengan teman kamarmu itu jaem" bisik jaehyun ke telinga jaemin,


"Dia sekarang kekasihku" ucap jaemin dengan suara sedikit lantang yang membuat banyak mata melihatnya,


"Ha kau gila?" Tanya jaehyun cukup keras yang membuat jeno melihatnya dengan aura pekat,


"Dia baik kok hyung, kau saja yang tak dekat dengannya" ucap jaemin dengan tangan menyenggol bahu jeno agar auranya mengecil,


"Selamat ya, sejak kapan kalian berpacaran?" Tanya taeyong dengan senyum hangat,


"Lima tahun yang lalu" ucap jeno membuat taeyong tertawa,


"Apakah adikmu baik-baik saja?" Tanya jaehyun pada kekasihnya yang tertawa melihat jeno sedang bercanda dengan wajah serius,


"Dia mungkin sedang jatuh cinta, biarkanlah" jawab taeyong ke arah jaehyun.


"Jaem, kau tau aku punya toko?" Tanya taeyong ke arah jaemin,


"Iya tau hyung, menjual pakaian kan?" Tanya jaemin dengan senyuman, dan membuat taeyong sedikit kaget, apa jeno menceritakan hal tersebut, yang ia tau jeno sangat tidak suka bisnis taeyong sekarang,


"Kapan-kapan kamu ke toko ya, aku akan memberikanmu diskon adik ipar" ucap taeyong sedikit dimut-imutkan membuat jeno memutar bola mata,


"Ok hyung" ucap jaemin dengan wajah ceria,


"Oh mark" ucap taeyong ke arah mark yang sendirian membawa beberapa tas kesehatan, ia sedang membantu haechan yang menjadi panitia kesehatan,


"Kemarilah" ucap taeyong dengan senyuman, membuat mark mendekat dengan senyuman pula,


"Ada apa hyung?" Tanya mark ke arah kakaknya yang memiliki paras di atas rata-rata,


"kau tau adikmu sudah punya kekasih, teman kelasmu jaemin" ucap taeyong,


"Kapan-kapan ayo kita triple date" lanjut taeyong melihat jaehyun yang memaksakan untuk tersenyum, karane ia sama sekali tak ingin berjalan-jalan dengan dua kulkas dan dua tv ini,


"Ah, itu luar biasa, selamat ya" ucap mark dengan menjabat tangan jaemin, kemudian menyenggol tangan jeno,


"Hmm, terimakasih mark hyung" ucap jeno dengan senyum smriknya ke arah mark, yang sejak awal tau jeno sangat membencinya,


"Bagaimana kalau besok kita pergi ke vila di jepang? Di keluarga nakamoto?" Ucap haechan langsung menyaut pembicaraan lima orang yang sedang berbincang di dekat kereta,


"Aku setuju, ayo" ucap jaemin semangat,


"Aku..", "jam 9 di rumahku" potong haechan yang membuat mark tak bisa melanjutkan perkataannya,


"Ok aku akan bersiap-siap, nanti malam aku akan buatkan sesuatu untuk kalian" ucap taeyong, dan dibalas dengan anggukan dari jaemin.