
Embun menetes dari tepian daun, dingin sejuk membuat hidung bernafas tenang, matahari mengintip malu mengeluarkan sedikit cahaya, pepohonan mulai mengganti sistem pernafasan membuat oksigen berlimpah di udara.
seorang lelaki keturunan cina sedang mencari daun untuk penelitian kuliahnya, ia mengajak adiknya agar lebih cepat mendapatkan yang ia butuhkan,
"Hyung aku sudah mencarinya tapi tidak bisa menemukannya, kenapa tidak beli saja" ucap renjun dengan ekspresi kesal sedang membawa keranjang yang kosong,
"Kalau beli sudah ada kandungan kimia yang lain" ucap winwin dengan sabar memilah- milah tanaman yang ada di belakang rumah,
"Sampai sorepun kita tak akan mendapatkannya, ah sudahlah aku akan mengambil makanan di dapur" ucap renjun berdiri melempar keranjang ke arah lelaki tinggi yang sedang jongkok de depan ribuan tanaman.
"Kau butuh ini?" Tanya lelaki tampan dengan wajah tanpa ekspresi menyodorkan tumbuhan yang dibutuhkan winwin,
"Ah ya ini yang aku cari, terimakasih" ucap winwin langsung memasukkannya ke keranjang,
"Kau siapa? Mengapa kau disini" tanya winwin yang tak pernah melihat wajah lelaki tersebut,
"Aku hansol, kembaran yuta" ucap hansol melihat tanaman yang banyak di depannya,
"Yuta hyung yang sering membawa makanan itu?" Tanya winwin penasaran,
"Ya" ucap hansol singkat,
"Apa kau percaya yang diucapkan yuta?" Tanya hansol melihat lelaki cantik didepannya,
"Maksudmu tentang mystic?" Ucap winwin dengan wajah ingin tersenyum,
"Kenapa? Apa kau tak mempercayainya?" Tanya hansol melihat wajah winwin yang berusaha menjaga ekspresinya,
"Omong kosong dengan semuanya, sebagai seorang mahasiswa farmasi terbaik di universitas seoul, aku tak akan mempercayainya" jawab winwin menjauh,
"Kalau begitu aku akan membuatmu mempercayainya, ucap hansol dengan memegang kuat tangan winiwn,
"Eh apa yang kau inginkan, lepaskan ini sangat sakit" ucap winwin berusaha melepas genggaman lelaki asing tersebut,
Hansol menekan kuat tangan winwin, ada sedikir setruman yang mengalir ditangan winwin membuat lelaki tersebut berteriak minta tolong, renjun yang mendengarnya langsung mendekat dan berusaha membantu winwin melepaskan tangan lelaki tersebut, tapi tak lama mereka berdua pingsan.
winwin dan hansol pingsan, membuat renjun ketakutan dan berlari mencari pertolongan saat beberapa tetangga datang, mereka hanya melihat winwin tergampar sendiri, beberapa tetangga langsung membawa winwin ke rumah sakit, tapi renjun masih bertanya-tanya dimana lelaki tersebut, lelaki yang mencelekai kakak tunggalnya. Saat di rumah sakit renjun berhalusinasi, seperti sedang meminum anggur merah fermentasi, dan beberapa menit kemudian ia pingsan.
-----*----
"Setelah menyelidiki dari para saksi dan mendiskusikan maka hukuman yang akan diberikan kepada pelaku pembunuhan yakni lee mark adalah sebagai berikut,
Penggantian aura secara permanen, dari aura hijau neon ke aura hitam.
Penyerapan aura secara bertahap seumur hidup, jika pada hari akhir aura masih tersisa maka pelaku dapat menikmati hari tua.
Aura hansol yang terbagi atau tersimpan pada winwin dan renjun akan dikembalikan.
Seluruh siswa pada sistem neo akan mendapat pemulihan ingatan,
Demikian hukuman yang telah di sepakati bersama" ucap ketua hakim, dengan mengetuk palu sebanyak 3 kali.
"Bukankah itu sangat menakutkan, aku tak bisa melihat mark mati kehabisan aura" ucap jungwoo ke arah lucas yang sedang asyik memakan daging di salah satu restoran di cina, berita mark sudah menyebar luas di negara tetangga, semua saluran televisi memberitakannya,
"YAK lucas jawab, dia teman kamarmu" ucap jungwoo dengan memukul kepala lelaki besar yang mengelus kepalanya yang sakit,
"Hyung, yang aku tau mark tak mungkin melakukan hal seperti itu, apa kau yakin melihatnya bersama hansol saat malam itu" tanya lucas yang yakin jika jungwoo salah melihat mark,
"Aku yakin" ucap jungwoo pada lucas yang mengekspresikan ketidakpercayaannya,
"Ya sudah, itukan sudah terjadi, mark salah dan harus dihukum" jawab lucas santai,
"Aku harus bagaimana? Mengobrak-abrik kepolisian? Atau mengajak mark kabur?" Tanya lucas yang membuat jungwoo ingin memukulnya lagi tapi dengan cepat lucas mengelaknya,
"Sudahlah hyung, aku yakin mark sudah memikirkannya sejauh ini, dia bukan orang bodoh, dia memiliki kecerdasan di atas rata-rata, dia pasti sudah memikirkannya sangat matang, itulah sebabnya ia dipercaya membuat kelas dream bersama teman-temannya" ucap lucas yang membuat jungwoo lesu, mark itu baik tapi apa yang ia lihat memang mark.
-----*-----
"Apa kau akan melupakanku hyung?" Tanya chenle ke arah lelaki cina yang sedang mengemasi bajunya,
"Aku tak tau" ucap renjun singkat, sebenarnya ia takut kehilangan ingatannya, tapi renjun yakin pada jaemin, jika memang takdir renjun ada di dream maka dia akan tetap ada di dream suatu saat nanti,
"Apa yang kau dapat dari jaemin hyung?" Tanya jisung dengan tangan bersilang dada dan tubuh bersangga ke tembok,
"Aku adalah renjun lelaki cerewet yang ada di dream" ucap renjun dengan suara pelan menahan tangis,
"Hmm, aku dulu pernah dengar juga" ucap jisung berusaha mengingat,
"Dengar apa?" Tanya chenle dengan suara melengkin,
"Jika saat dream terbentuk, kepala yayasan lee seoman akan membawa lelaki dari cina yang memiliki talent luar biasa, padahal saat itu jarang ada training dari cina karena masalah siswa cina sistem ex, makanya kita nggak ada yang percaya dengan jaemin hyung" ucap jisung mulai duduk dan melihat renjun yang mulai bermuka datar,
"Aku yakin kau akan kembali hyung, dengan dirimu yang sesungguhnya" ucap jisung yang mendapat tatapan datar dari renjun,
"Kalian bisa keluar aku mau istirahat" ucap renjun tanpa ekspresi membuat chenle langsung keluar dan jisung mulai berjalan pelan menuju pintu,
"Suruh lai guanlin mengantarmu ke pintu gudang yang kau miliki di belakang rumah, itulah tempatmu mulai mempercayai dunia ini" ucap jisung menutup pintu dari luar.
"Jisung, apakah mark hyung akan meninggal?" Tanya chenle ke arah jisung,
"Aku tak tau" ucap jisung singkat,
"Hei katanya akan ada siswa baru yang akan masuk neo" ucap chenle yang mendapat informasi dari koneksinya,
"Belum tentu masuk neo, mereka masih belum jelas masuk sistem apa, dan belum jelas masuk kelas apa" ucap jisung dengan berjalan menjauhi chenle yang berbicara banyak tentang training baru yang nemiliki visual bagus itu.
----*----
Seorang lelaki dengan kulit putih duduk menunggu pelaku di ruang tunggu, ia membawa makanan dan minuman untuk salah satu calon tahanan, seorang lelaki dengan baju hitam tersenyum saat melihat lelaki yang sedang menjenguknya, ia duduk menghadap lelaki yang mirip kelinci tersebut,
"Ada apa jaemin?" Tanya mark ke arah jaemin yang menampakkan wajah sedih,
"Aku hanya ingin memberimu makanan" ucap jaemin menyodorkan makanan buatannya ke mark, dan senang hati mark menerimanya,
"Apa jeno baik-baik saja?" Tanya mark dengan senyuman seakan tak memiliki beban,
"Jeno baik, haechan buruk" ucap jaemin membuat mark merubah ekspresinya,
"Jangan membahasnya, aku malas" ucap mark mulai membuka makanan yang diberikan jaemin,
"Kau akan keluar dari dream selama satu setengah tahun, dan kau akan kembali" ucap jaemin melihat mark memakan makanan buatannya,
"Apa maksudmu?" Ucap mark dengan mengunyah makanan,
"Di dalam mimpiku saat itu, kau akan meninggalkan dream, jeno akan mengambil alih, tapi semua merasa kehilangan, terutama haechan, semua angota berusaha mengembalikanmu ke dalam dream, mereka akhirnya berhasil mengembalikanmu dengan jangka waktu satu setengah tahun" ucap jaemin melihat mata mark yang tak bisa ditebak apa yang ada di fikiran lelaki keturunan kanada tersebut,
"Waw itu terdengar sangat menghibur jaemin, terimakasih" ucap mark dengan senyuman dan melanjutkan makanannya,
"Semuanya akan kembali, walau berbeda warna" ucap jaemin membuat mark diam,
"Tak akan ada yang berubah, semuanya akan tetap sama, hanya ceritanya yang berbeda" ucap jaemin membuat mark memejamkan mata lama,
"Ya terimakasih" ucap mark dengan berusaha tersenyum.