NEO 1 (Na Jaemin)

NEO 1 (Na Jaemin)
25. Twin



Pecahan kaca bererakan di lantai, suara perdebatan antara dua lelaki membuat asisten rumah tak berani mendekati kamar tuan mudanya,


"Apa yang sedang kau rencanakan haechan?" Tanya mark dengan aura kuat, membuat haechan tak bisa bernafas,


"K a u, ingin mem-bunuh-ku?" Tanya haechan dengan suara serak karena tak ada pasokan oksigen yang masuk,


"Apa yang kau inginkan, kenapa mengajak mereka ke vila itu" Tanya mark dengan mata menghitam dan wajah marah, haechan sudah jatuh dan bersandar ke pintu kamar kediaman lee keluarga haechan, orang tua haechan sedang pergi berbisnis ke sanghai, sehingga tak ada orang yang menolong haechan,


"Sa ki t" ucap haechan dengan tangan memegang dada yang sesak, dan air mata yang sudah jatuh berkali-kali membuat mark malas dan akhirnya pergi meninggalkan haechan,


"Huh, huh" suara haechan mengatur nafas dan berusaha mengendalikan emosi yang sudah tak bisa dikendalikan sejak mark memukulinya sepulang dari asrama,


Mengapa haechan tetap disamping lelaki brengsek seperti mark, mengapa ia tak menuntut kekerasan yang mark lakukan, haechan anak orang kaya, yang dengan mudah membalikkan meja permainan yang sudah ia lakukan dengan mark, tapi mengapa ia tak melakukannya, itu karena janji yang sudah ia ikatkan pada tangan kanannya sehingga ia tidak bisa melapaskannya sebelum janji itu dilepas oleh lawan janji haechan.


-----*-----


Suara ketukan sepatu membuat seorang lelaki bangun dari tidurnya, taeyong memilih-milih baju yang akan dipakai jaehyun ke jepang dan memasukkan ke koper besar taeyong,


"Hyung aku tak bisa tidur" ucap jaehyun ke arah taeyong yang dengan marah melempar smophone ke arah jaehyun agar melihat jam berapa sekarang,


"Ayo cepat mandi, aku memang berniat membangunkanmu dengan cara menghentak-hentakkan sepatuku" ucap taeyong yang masih menserasikan bawahan dan atasan yang cocok untuk kekasihnya,


"Kau yakin akan ke jepang dengan mereka?" Tanya jaehyun ke arah taeyong,


"Kenapa?" Ucap taeyong yang berhenti melihat baju lalu melihat jaehyun,


"Aku ada perasaan aneh hyung" ucap jaehyun pelan,


"Maksudnya?" Tanya taeyong mendekati jaehyun dan duduk di kasurnya,


"Beberapa minggu ini aku bermimpi aneh" ucap jaehyun,


"Mimpi aneh bagaimana?" Tanya taeyong penasaran,


"Aku seperti melupakan sesuatu, ada perasaan takut dan marah jadi satu ketika aku bermimpi, dan itu terlihat nyata" ucap jaehyun melihat taeyong,


"Hyung, apa kau tau jaemin pernah ke mystic?" Tanya jaehyun,


"Aku memimpikan hal yang sama, aku mulai bermimpi saat aku meminum minuman di pesta kwangya dulu" ucap taeyong melihat jaehyun,


"Mimpi jaemin pernah ke mystic?"


"Ya, mimpi jaemin yang seorang penyihir murni" ucap taeyong yang membuat jaehyun aneh,


"Aku sepupu jaemin, dan aku bukan berdarah murni hyung, ayahku seorang dokter yang tidak sengaja masuk dunia mystic" ucap jaehyun dengan wajah tanda tanya,


"Tapi kau keluarga jung, sedangkan jaemin na" ucap taeyong ke arah jaehyun yang berfikir kemungkinan yang ada,


"Bisa saja kita sepupu dari ibuku" ucap jaehyun yakin jika ada ikatan darah dengan jaemin, karena dia sangat sayang jaemin dan yuna,


"Apa mungkin ibumu berdarah murni?" Tanya taeyong lagi,


"Aku tak tau, ibuku meninggal saat aku masih kecil" ucap jaehyun dengan wajah kesal, kenapa kekasihnya membahas ibunya,


"Hmm, tapi aku yakin jaemin berdarah murni" ucap taeyong yakin,


"Bukannya kau berdarah murni hyung? Kau pasti tau ciri-cirinya" ucap jaehyun dengan duduk di tepi kasur,


"Ciri-ciri utama adalah mereka bisa membagi link ke 10 orang sekaligus" ucap taeyong yang membuat jaehyun kaget,


"Wah aku baru tau itu" ucap jaehyun kaget, penyihir biasa akan membagi link maksimal 3 orang dan itu juga membuat kekuatan meteka melemah,


"Hyung siapa saja yang keturunan murni di sistem neo?" Tanya jaehyun ke arah kekasihnya yang seorang ketua neotian pasti memiliki informasi serahasia itu,


"Hmm, aku, mark, jeno, haechan, jisung, ten, yuta, kun dan kemungkinan jaemin" ucap taeyong melihat jaehyun,


"Kau mau mengajak yuta dan win-win ke vila?" Tanya taeyong ke arah jaehyun,


"Hyung kau taukan yuta hyung itu menyebalkan, aku tak mau diajak olehnya ke tempat-tempat tak benar, apalagi ada jaemin" ucap jaehyun yang tau isi otak yuta,


"Hei kan ada winwin, dia tak mungkin macam-macam, ayolah jaehyunie" minta taeyong dengan wajah tak bisa ditolah jaehyun, sehingga ia dengan terpaksa menghubungi teman sekamarnya serta kekasihnya untuk ikut ke villa keluarga yuta sendiri.


-----*-----


Dua pasang kekasih sedang duduk di depan teras rumah besar dengan bercerita seluruh gosip yang pernah ada di neosistem, dari ten dan joni yang pernah putus sampai joni pergi ke thailand menjemput ten, hingga jungwoo orang paling matre yang membuat lukas bekerja di boxing,


"Winwin hyung?" Ucap jaemin lantang saat melihat winwin dan taeyong berjalan mendekati mereka dengan tangan dilambaikan ke atas, dan dua lelaki yang berusaha membawa koper yang sangat berat,


"Sepertinya taeyong hyung membawa kulkas, bersiap-siap jikalau tak ada kulkas divilamu hyung" ucap jaehyun dengan kesal,


Tiga orang selain jaemin kaget melihat kedatangan winwin dan yuta,


"Aku mengajak mereka supaya rame, kita juga akan mendapat diskon pertemanan dari yuta" ucap taeyong dengan semangat, dan dibalas jaemin ceria, sedangkan mark sudah melihat haechan dengan tatapan menakutkan dan haechan hanya bisa diam beribu bahasa memikirkan apa yang akan terjadi, sedangkan jeno hanya tersenyum melihan interaksi antara mark dan haechan karena ia tau apa yang mereka fikirkan,


Ada dua mobil yang akan dipakai, untuk pergi ke jepang mereka tidak perlu memakai pesawat karena mereka hanya menggunakan gerbang transit yang akan membawa mereka ke negara lain, jeno mengendarai mobil pertama dimana ada jaemin, haechan dan mark, sedangkan dua pasang lainnya ada dimobil kedua dengan jaehyun yang mengendarainya, di gerbang utama korea akan ada penjaga yang meminta kartu identitas mereka, kemudian mereka bisa melewati gerbang yang seperti lorong gelap sekitar 2 sampai 3 menit, dan kemudian ada cahaya terang yang menandakan mereka sudah sampai di gerbang utama jepang, saat gerbang terbuka terlihat beberapa cahaya warna-warni berkeliaran di langit seperti kunang-kunang,


"Itu hewan yang hanya ada di jepang, namanya koyu-koyu" ucap haechan yang melihat jaemin kagum dengan keindahan malam di jepang,


"Apakah ada makanan khas jepang yang lezat?" Tanya jaemin ke arah haechan,


"Ada, makanan kesukaanmu, toriyaki" ucap haechan dengan senyuman, dan dibalas jaemin dengan senyuman pula yang membuat haechan mengkerutkan alis, kenapa jaemin tidak terkejut saat haechan tau makanan kesukaan jaemin,


"Jaemin kau su..."


"chan lihat ada festival memancing ikan" ucap jaemin yang membuat haechan tidak meneruskan perkataannya dan melihat arah yang dimaksut jaemin,


"Ayo kita ikut siapa tau kita bisa mendapatkan ikan" ucap haechan semangat,


"Kau bisa membelinya" ucap mark singkat,


"Itu berbeda" ucap haechan pelan dengan wajah sedih melihat kaca mobil, dan jaemin memagang tanga haechan dengan senyuman, dan haechan membalas dengan senyuman memaksa.


------*------


Beberapa rumah berjejer melingkari patung kembar yang mengeluarkan air mancur, beberapa hewan koyu-koyu menghiasi langit jepang dengan cahaya warna-warni, dua mobil berparkir di salah satu rumah yang menjadi rumah utama,


"Dingin sekali" ucap jaemin saat keluar dari pintu mobil,


"Inikan di pergunungan jaem, bukan padang pasir, ya dinginlah" ucap haechan dengan mengeratkan jaket yang ia pakai,


"Ayo masuk, sebelum kita membeku" ucap taeyong berjalan lebih cepat ke arah pintu utama,


"Hyung, kenapa ada patung anak kembar di depan tadi?" Tanya jaehyun ke arah yuta yang sedang mempersilahkan anak-anak untuk duduk di sofa dekat kobaran api kayu bakar, yang sudah disiapkan oleh pegawai villa yuta,


"Ah, chichi membuat villa ini saat aku kecil, itu adalah aku dan kembarannku saat kecil" ucap yuta yang sedang menuang ocha ke beberapa cangkir,


"Dimana sekarang kembaranmu?" Tanya taeyong penasaran,


"Dia meninggal" ucap yuta santai,


"Aku tak terlalu mengingatnya, tapi kata haha dia bunuh diri" lanjut yuta dengan wajah masih tak percaya mengapa kembarannya bunuh diri, sedangkan yang lain berusaha mengalihkan topik agar tak terbawa perasaan tapi berbeda dengan satu orang,


"Siapa nama kembaranmu hyung?" Tanya haechan dengan wajah serius, dan mark sudah melihatnya dengan wajah marah seakan-akan, ia akan membunuh kekasihnya tersebut,


"Hansol, dia memiliki kekuatan pengendali pandangan" ucap yuta yang membuat semua kaget, bukannya pengendali pandangan hanyalah sebuah cerita konyol agar seseorang tak berani keluar malam saat masih kecil,


"Bukannya itu tak masuk akal?" Tanya taeyong tak percaya,


"Ya dia bisa mengendalikan pandangan, dulu aku pernah melihat orang tuaku bertengkar, tapi karena dia tak ingin aku melihatnya ia merubah pandanganku seakan-akan aku melihat tetanggaku bertengkar" ucap yuta sangat yakin kembarannya memiliki kemampuan tersebut,


"Kenapa kau selalu membawa minuman itu?" Tanya jaemin ke arah winwin yang sejak tadi meminum cairan merah yang ada di botol minumnya, dan tidak mau tau tentang kembaran yuta yang sudah meninggal tersebut,


"Aku menyukainya, ini sangag menyehatkan" ucap winwin dengan senyum hangat,


"Ini sangat sulit dibuka" ucap jaemin saat berusaha membuka snack yang ia bawa dari korea, sehingga jeno dengan cepat membantu jaemin dan ternyata mudah sekali dibuka,


"Kenapa kau membukanya?" Tanya jaemin ke arah jeno,


"Itu sangat mudah terbuka, kenapa kau tak bisa? Aku hanya membantumu jaemin" ucap jeno takut jaemin marah,


"Aku memang tak berniat membukanya jeno, kau jangan terlalu polos hingga merasa menjadi pahlawan, kau membuka sesuatu yang seharusnya tidak kau buka" ucap jaemin dengan pandangan mengarah ke winwin,


"Hei kenapa kau marah, itu hanya snack" ucap jeno tak terima kenapa jaemin sangat lebai,


"Jangan menyepelakannya, itu akan sangat berbahaya" ucap jaemin dengan sedikit senyum,


"Tapi terimakasih" lanjut jaemin mulai memakan snack yang dibuka jeno,


"Apa kau sakit?" Tanya jeno memegang dahi jaemin,


"Aku baik-baik saja, tapi tak tau dengan yang lain, mungkin akan tidak baik" ucap jaemin dengan wajah mulai sedih, sedangkan winwin diam, ia tau jaemin sedang menyindirnya.