
Setelah pembagian perwakilan perlombaan KP, jaemin sudah memakai pakaian rapi karena akan pergi ke bumi dengan jeno, "kita akan lewat mana?" Jaemin sudah membayangkan hal-hal yang seru, "kita akan pergi ke smodoor 5, itu yang paling dekat dengan kafe" jemin berjalan bersampingan dengan jeno, "nanti aku jalan-jalan ya ke luar kafe, melihat pemandangan malam" "tidak kau akan di kafe menungguku" "akukan pingin minun boba, sama makan telur gulung, trus sama ceker setan" jaemin melihat jeno dengan sedikit diimut-imutkan, "tidak jaemin, kau tidak akan kemana-mana, kau makan saja masakan guanlin, dia sangat pintar memasak" jeno tak memperdulikan ekspresi jaemin yang sudah cemberut, "jahat" jeno tek meperdulikan ucapan jaemin, dia tidak ingin ada apa-apa ketika jaemin keluar.
Jeno dan jaemin memasuki sebuah tulisan Smodoor 5, dan di balik pintu tersebut langsung mengarah di sebuah rumah kecil, "lah ini rumah siapa?" Jeno melihat jaemin dan menunjuk sebuah foto di tembok, "miliknya" jaemin melihat foto tersebut, dan seakan-akan pernah mengenalnya, "siapa dia?" Tanya jaemin dengan wajah penasaran, "leetuk saem, dia penjaga pintu" jawab jeno keluar dari rumah tersebut dan ternyata rumah tersebut tak jauh dari kafe, sekitar 8 meter ke arah kanan.
"Klinting" jaemin dan jeno masuk ke kafe dan bertemu lelaki tinggi yang sangat tampan, "hai jaemin" sapa lelaki tersebut, "aku guanlin, anak w1, tapi sistemku rusak karena sebuah masalah jadi aku tak punya sistem" lelaki tersebut tersenyum, melihat aura guanlin jaemin berfikir aneh, kenapa lelaki ini ada aura hitam walau tak begitu pakat. "Kau duduklah di sana, nanti aku akan membuatkanmu makanan" guanlin menunjuk sebuah kursi pojok dan strategis untuk tidur, "ok" jawab jaemin, jaemin melihat jeno yang sudah memakai baju dinasnya keluar dari ruang ganti dan mulai membuat kopi untuk pelanggan.
-----*-----
Guanlin memasak katsu dan minuman manis rasa coklat ditambah sedikit soda, "apa dia sudah mengingatnya jen?" Tanya guanlin ketika mengatur tatanan makanan, "jangan ikut campur urusanku, pikirkan saja renjunmu itu, dia sangat aneh" jeno mengambil es batu kristal untuk dimasukkan ke gelas, "aku izin tak bekerja ketika acara KP" guanlin menunggu respon jeno, "kau mau menonton?" "Iya" jawab guanlin dan jeno menganggukkan kepala, "hati-hati dengan mark" jeno memperingati, "aku tau, terimakasih" guanlin pergi dengan senyuman ke arah jaemin, "semoga kau tak gegabah" ucap jeno lirih.
-----*-----
------*-------
Sebuah tangan ingin menggapai tangan yang lain tapi tak mampu karena tangan tersebut menjauh dengan cepat, "mark bisakah kau berhenti?, aku lelah, kumohon" haechan meneteskan air mata, menundukkan kepala dan memohon pada mark yang sama sekali tak memperlihatkan ekspresinya, "jika kau lelah kau bisa melepasku" jawab mark tanpa melihat ke arah haechan, "jika bukan karena janjiku pada sesosok yang aku sayang, aku sudah lama melepasmu mark, kau bukan seseorang yang bisa menjadi alasanku untuk menetap, kau hanya lelaki menyedihkan yang merusak segalanya" jawab haechan dengan kaki meninggalkan sesosok lelaki yang hanya diam di koridor asramah, "terimakasih" jawab mark lirih dengan senyuman penuh arti menatap lelaki tan yang menjauh dari pandangan mata.