NEO 1 (Na Jaemin)

NEO 1 (Na Jaemin)
33. Pelaku



Mark lee sudah dinyatakan sebagai pelaku utama, dan hakim masih menentukan hukuman yang pantas untuk lelaki keturunan kanada tersebut, mark adalah seorang anak yang terkenal cukup baik dikalangan guru serta siswa yang ada di smocool, dia adalah anak yang pekerja keras dan selalu berfikir positif, ia adalah pemimpin yang diakui di sistem neo, kemampuannya dan kecerdasannya membuat banyak guru mengaguminya, dari semua artikel tentang mark, ada artikel yang sudah dihapus media atau web resmi negara, yakni artikel tentang siapa sebenarnya Lee Minhyun, dalam artikel menjelaskan jika mark adalah seorang anak yang lahir atas perselingkuhan mentri Lee dan seorang perempuan cantik asal kanada, ibu mark meninggal tahun 2012 sehingga ia harus bersama ayah kandung dan istri resminya di seoul.


"Hyung kau dengar mark sudah menjadi pelaku, apa yang akan terjadi selanjutnya?" Tanya lelaki berkulit putih salju ke arah lelaki berkulit tan,


"Aku tak tau apa yang akan terjadi, mungkin akan dihukum mati" ucap lelaki bertubuh paling tinggi tapi memiliki umur paling kecil,


"Kenapa kau sangat jahat jisung, mark hyung itu baik" ucap chenle yang kesal dengan fakta yang akan terjadi,


"Sok kenal" ucap jisung memakan seblak baksonya,


"Kau tak mau menjenguknya haechan?" Tanya renjun ke arah lelaki yang lesuh seakan nyawanya sudah hilang,


"Aku tak mampu melihatnya hancur" ucap haechan lirih,


"Bukankah ia sering menyiksamu?" Tanya jisung yang mendapat lirikan dari chenle,


"Siapa yang menyiksa siapa?" Tanya chenle masih membela mark,


"Aku memang membencinya, tapi aku tak mau melihatnya menjadi lelaki lemah" ucap haechan berdiri dan pergi meninggalkan tiga anak yang masih asyik makan,


"Hyung bukannya haechan hyung kekasih mark hyung?" Tanya chenle penasaran,


"Bisakah kau diam chenle aku sangat capek mendengarnya" ucap renjun jengkel,


"Kalau begitu aku akan ganti topik, bukannya lai guanlin sudah selesai masa hukumannya? Keluarga keturunan cina yang ada di korea sampai membuat pesta untuknya" ucap chenle memakan sate telor puyuh di tangan kanannya,


"Ya akan ada pesta nanti malam" ucap renjun malas,


"Wah aku akan ikut" ucap chenle semangat,


"Lucu sekali dunia ini" ucap jisung pelan tapi masih didengar renjun.


----*----


Lelaki keturunan cina duduk di kursi balkon rumah mewah milik keluarga lay yang sedang mengadakan pesta penyambutan lai guanlin setelah dihukum selama 4 tahun, aura lai guanlin berubah menjadi jingga terang yakni aura sistem yang dibubarkan bernama w1. sejak awal lelaki cina tersebut duduk melihat guanlin yang dengan ramah menyapa tamu yang datang, sampai lelaki yang ditatap menyadari jika sejak awal ada yang menatapnya dari balkon, sehingga ia berlari naik mendekati lelaki kecil tersebut,


"Mengapa kau disini jun?" Tanya guanlin ke arah renjun yang hanya diam menikmati anggurnya,


"Saat semuanya kembali, akupun akan kembali guan" ucap renjun dengan menghirup udara,


"Aku tak akan membiarkannya, kau tak akan melupakannya, aku yakin itu" ucap guanlin mulai merasa sedih dengan kenyataan yang akan terjadi,


"Kalau aku melupakan semuanya, maukah kau memulainya lagi?" Tanya renjun menatap guanlin yang diam dengan mata mulai berlinang air,


"Aku akan mengulang berjuta kali jika itu bersamamu" ucap guanlin yang membuat renjun tersenyum dan menaruh kepalanya ke perut guanlin yang berdiri di samping kursinya,


"Aku mencintaimu" ucap renjun pelan,


"Aku mencintaimu lebih dari dirimu mencintai dirimu sendiri" ucap guanlin dengan tangan mengelus rambut renjun.


----*-----


Malam hari sebelumnya


"Mengapa kau kemari?" Tanya jeno dengan wajah kesal karena digangu waktu belajarnya,


"Aku mau bertemu jaemin" jawab renjun santai,


"Untuk apa kau mencarinya, kau tak mau belajar, besok ujian energi dalam, kau selalu mendapatkan nilai paling rendah" ucap jeno tak ada takutnya,


"Aku hanya ingin berbicara dengan jaemin" ucap renjun cukup keras agar jaemin bisa mendengarnya, dan memang benar jaemin langsung menyuruh jeno masuk dan jaemin tersenyum menyambut renjun,


"Hai renjun" ucap jaemin senang akhirnya lelaki kecil ini mau berbicara padanya, sudah beberapa hari sejak winwin masuk di gedung karantina renjun tak pernah menyapanya, marah, takut, atau kecewa jaemin tak tau mengapa ia dihindari oleh lelaki keturunan cina di depannya tersebut,


"Hai jaemin, boleh aku berbicara denganmu?" Tanya renjun dengan wajah ragu,


"Tentu, ayo kita bicara di luar kamar, aku yakin disini banyak penyadap alami" ucap jaemin menutup pintu kamar dan berjalan menuju balkon lantai 3.


Mereka duduk di kursi panjang balkon menghadi ke arah smoorest,


"Jaem aku dengar kau bisa melihat masa depan" ucap renjun melihat jaemin yang memandang langit,


"Kau mempercayainya?" Tanya jaemin dengan senyuman,


"Semua masa depanku tak ada yang benar renjun, semuanya sudah bercampur aduk" ucap jaemin melihat renjun,


"Apa dimimpimu dulu adalah aku?" Tanya renjun yang melihat bintang,


"Seven dream?" Tanya jaemin ke arah renjun,


"Ya, apakah itu aku?" Ulang renjun,


"Jawaban apa yang kau harapkan?" Tanya jaemin yang membuat renjun meneteskan air mata,


"Aku berharap itu aku" ucap renjun menutup mata tak bisa menahan sakit hatinya,


"Lima anak lelaki tersebut meyakinkan ketua yayasan jika mereka dapat membuat kelas dengan kekuatan yang luar biasa, dipimpin oleh mark sejak awal, saat peresmian kelas dream ada lelaki dari cina yang memiliki gingsul gigi teraenyum ke arah kami, ia adalah pelindung kami dengan ketelitiannya, lelaki tersebut masuk kelas dream setelah menjadi training cukup lama, lelaki tersebutlah yang membuat tali persahabatan kami, ialah yang mengembalikan mark dari libur panjangnya, haechan memang yang mengusulkan cafe 7 dream, tapi lelaki tersebutlah yang merealitakannya, dialah yang membeli cincin persahabatan, dialah yang marah ketika kami lupa memakainya, dialah yang selalu membeli banyak makanan dan memaksa kami memakannya, dialah hwang renjun, lelaki kecil pemberani yang selalu kami cintai" ucap jaemin dengan senyuman, dan renjun yang sudah memeluknya dengan air mata yang jarang ia perlihatkan kepada siapapun.


"Terimakasih jaemin, maaf" ucap renjun yang memeluk erat jaemin,


"Kau lelaki baik yang aku kenal renjun, dan akan selalu menjadi lelaki paling baik" ucap jaemin mengelus punggung kecil renjun.


-----*------


"Hyung maafkan aku" ucap jaehyun ke arah lelaki cantik yang sedang membawa banyak berkas dari ruang neotion,


"Bawakan ini" ucap taeyong kesal mengapa baru sekarang jaehyun meminta maaf,


"Kau mau menaruhnya kemana?" Tanya jaehyun mengambil alih setumpuk berkas dari tangan taeyong,


"Ke kamar, aku harus menyelesaikannya sebelum hari akhir ujian" ucap taeyong berjalan mendahului,


"Kau tak belajar?, ayahmu akan marah jika mengetahui nilaimu turun" ucap jaehyun berusaha mencari pembahasan,


"Aku tak peduli, aku sudah pusing memikirkan hukuman apa yang akan didapat mark" ucap taeyong yang membuat jaehyun diam tak meneruskan pwmbahasannya.