
"Aku lihat kau baik baik saja, Kau bilang tadi ada yang sakit ".Ucap dokter tampan itu sambil melihat alan dari ujung rambut sampai ujung kaki. " Aku tidak mengatakan kalau aku sakit ".Ucap Alan dengan santai nya. Alan berjalan masuk ke kamar nya di ikuti oleh dokter tampan di belakang nya.
" Bukan aku yang sakit, tapi dia ".Ucap Alan sambil menunjuk pada Eve yang kini sedang duduk di sofa yang berada di pojok kamar Alan. Dokter tampan itu sedikit terkejut melihat seorang wanita berada di kamar utama bersama Alan. " Siapa dia?? ".Tanya dokter tampan itu pada alan.
" Jangan banyak tanya. Aku menyuruhmu datang untuk mengobati nya bukan untuk mewawancarai aku ".Ucap alan sambil menatap tajam pada dokter tampan di depan nya. " Ya ampun kau itu dari dulu tidak pernah berubah selalu saja galak ".Guman nya sambil tersenyum menatap Alan.
Dokter tampan itu perlahan mendekat ke arah Eve. Eve yang melihat seorang yang tidak ia kenal hanya bisa mengerutkan dahi nya.
" Hai nona cantik ".Sapa dokter itu. Eve tidak menjawab sapaan dari dokter itu.
" Eve ini dokter Sam dia akan mengobati luka mu ".Ucap Alan dengan raut wajah datar nya.
Eve menghela nafas nya. " Nona boleh aku lihat luka nya ".Ucap dokter sam yang kini sudah berdiri di samping Eve. Eve perlahan menarik baju di bagian punggung nya. " Luka nya cukup dalam, aku perlu menjahit nya".Ucap sam. Sam menyuruh Eve untuk menurunkan baru nya sedikit lagi agar ia bisa membersihkan luka Eve.
"Kau jangan macam macam ya ".Guman alan sambil menatap tidak suka pada Sam karena Sam sudah melihat punggung mulus milik istrinya. Sementara Sam hanya bisa menghela nafas kasar mendengar perkataan Alan. " Nona tahan sedikit ya, ini agak sakit ".Ucap Sam. Sama membersihkan luka Eve menggunakan kapas yang sudah di basahi alkohol.
" Sssttt".Ringis Eve sambil memejamkan mata nya.
Setelah setengah jam berlalu, akhirnya Sam selesai menangani luka di punggung eve dengan lima belas jahitan. Sam juga sudah mem plester luka di pipi Eve.
Setelah semua nya selesai Alan pun mengantar Sam ke keluar dari mansion nya.
"Dia siapa Al?? ".Tanya Sam untuk kedua kalinya. " Dia istri ku ".Jawab Alan jujur, Karena Alan selalu percaya pada Sam. Sam tidak akan berani menyebarkan berita tentang dirinya.
" What??. Your wife??. Tapi kapan kalian menikah?? ".Tanya Sam dengan raut wajah yang begitu terkejut.
" Satu hari yang lalu ".Jawab Alan.
" What!! . Dan kau tidak mengundang ku. Kau benar benar Al. Kau menikah tapi tidak mengundang sahabat mu ini ".Ucap Sam sambil menatap sendu pada al.
" Pernikahan ini rahasia dan hanya keluarga besar yang di undang ".Jawab Alan.
" Kenapa istri mu bisa seperti itu??. Apa kau melakukan tindakan KDRT?? ".Tanya Sam.
" Gila kau ya, mana berani aku. Bisa habis aku di cincang mommy jika berani melakukan kdrt".Ucap Alan sambil menoyor kepala Sam.
"Sam apa kau percaya jika aku katakan kalau istriku itu terluka akibat terkena batu karang?? ".Tanya alan, alan ingin memastikan apa yang menyebabkan Eve terluka.
" No, itu bukan lah luka terkena batu".Ucap Sam sambil menggelengkan kepala nya.
Setelah mengantar Sam sampai di depan gerbang mansion nya, kini alan kembali naik ke lantai tiga menuju kamar nya. Alan ingin mendengar penjelasan Eve. Namun saat memasuki kamar Alan hanya bisa menghela nafas nya melihat Eve yang sudah tertidur di atas sofa.
Alan perlahan menaiki ranjang nya. Alan segera memejamkan kedua mata nya. Setelah di rasa tenang, Eve kembali membuka mata nya. " Al aku harus menyembunyikan semua ini dari mu. Aku tidak ingin kau kenapa napa Al".Ucap Eve sambil menatap ke arah ranjang di mana alan sudah tertidur.
*
*
Pagi harinya..
Alan terbangun dari tidur nya. Pria itu perlahan membuka kedua mata nya. Lama alan terdiam mengumpulkan nyawa nya. Setelah di rasa nyawanya sudah terkumpul Alan pun turun dari ranjang nya dan langsung masuk ke dalam bathroom. Seperti yang Alan katakan kemarin, hari ini ia ingin break walaupun ada jadwal pemotretan. Alan benar benar butuh waktu untuk istirahat.
Alan langsung masuk ke dalam bathroom untuk menyegarkan tubuh nya.
Sekitar lima belas menit berlalu, Alan keluar dari bathroom dengan handuk yang melilit di pinggang nya. Alan menatap pantulan dirinya dari cermin besar di kamar nya. "Bukan hanya wajah ku yang tampan, tapi badan ku juga tampan ".Guman Alan. Alan segera masuk ke ruang ganti.
Pandangan Alan tertuju pada sofa tempat tidur Eve. Eve sudah tidak ada di sana. " Di mana dia?? ".Tanya Alan
...🍁🍁🍁🍁...
Alan keluar dari kamar dengan pakaian casual nya Alan merapikan rambut nya yang basah menggunakan jari nya. Alan benar benar terlihat tampan.
Alan segera menuju ruang makan. Alan yakin pasti saat ini Eve sudah menunggu nya di ruang makan. Tapi saat sudah berada di ruang makan, alan tak mendapati keberadaan Eve. " Apa kalian melihat nona?? ".Tanya alan pada salah satu pelayan yang ada sedang menatap masakan di meja makan.
" Nona??.Tadi pagi pagi sekali saya melihat nona pergi tuan".Jawab pelayan itu. "Keluar??".Tanya alan sekali lagi. " Iya tuan muda ".Jawab pelayan itu.
" Apa yang kau sembunyikan dari ku ha??. Apa kau berniat jahat pada ku?? ".Batin alan. Alan meninggalkan ruang makan itu. Alan segera mengambil kunci mobil nya. Alan ingin mencari keberadaan Eve. Jujur dari awal menikah Alan sudah curiga pada Eve. Di tambah lagi saat malam pertama Eve memberi pengakuan kalau ia membutuhkan Alan. Apa ini yang di maksud Eve.
Namun kecurigaan Alan perlahan menghilang saat ia melihat seorang wanita yang sedang duduk di tepi pantai dengan pandangan yang menatap pada deburan ombak di tengah laut.
Alan segera memarkirkan mobil nya. Setelah itu alan pun berlari mendekat ke arah Eve. Alan ingin mendengar penjelasan Eve mengenai luka nya semalam.
" Eve!! ".Panggil Alan.
Alan segera duduk di samping Eve. Eve terdiam menatap Alan dengan tampilan yang membuat nya begitu tampan. " Kenapa kau ke sini?? ".Tanya Eve pada Alan.
" Eve kau harus jujur pada ku. Aku butuh penjelasan mu mengenai kejadian semalam. Kau membohongi ku kan?? ".Tanya Alan pada Eve. Eve mengalihkan pandangan nya dari Alan. Wanita itu kembali menatap deburan ombak di laut.