My Strong Wife

My Strong Wife
Penggemar



Malam harinya, Alan berjalan dengan langkah gontai keluar dari lokasi syuting. Alan benar benar merasa lelah setelah seharian bekerja . Alan segera masuk ke dalam mobil nya. Yang Alan butuhkan sekarang adalah ranjang nya. Ia butuh rebahan. Karena beberapa kesalahan Alan harus mengulang beberapa adegan dan hal itu tentu nya sangat melelahkan.


"Huh sangat melelahkan!! ".Guman Alan sambil mengendarai mobil nya dengan kecepatan di atas rata rata. Alan ingin segera sampai di mansion dad nya. Karena begitu lelah, alan sampai lupa kalau ia harus segera terbang ke Bali.


Mobil alan berhenti tepat di depan mansion milik dad nya.Alan menunggu penjaga untuk membuka pintu gerbang nya.Lama Alan menunggu tidak ada yang membuka pintu gerbang nya." Dasar pemalas, Dia itu di gaji untuk kerja bukan untuk tidur".Guman alan dengan raut wajah kesal nya.


Di tengah kekesalan nya, seorang pria keluar dari gerbang mansion nya.Pria itu segera menghampiri mobil alan. "Tuan muda, Tuan Al tidak memperbolehkan anda masuk ".Ucap pria itu pada alan. " Kenapa aku tidak boleh masuk?? ".Tanya alan,alan yang kesal semakin kesal saat mendengar perkataan pengawal itu.


" Tuan al memerintahkan saya untuk memberikan ini pada anda ".Pengawal itu memberikan tiket penerbangan ke Bali kepada alan. " Tuan muda menyuruh anda kembali ke mansion anda sendiri.Dan Anda tidak di perbolehkan menginap di mana pun".Setelah mengucapkan hal itu, pengawal itu pun berlalu meninggalkan alan yang masih termenung menatap pada tiket di tangan nya.


"What penerbangan nya pukul 21:55 aku harus menunggu dua jam lagi untuk penerbangan. Dan dad tidak memperbolehkan ku singgah di penginapan. Ya ampun".Alan memijat pelipis mata nya.


Dalam hati, Alan mengutuk pada dad nya.


" Bagaimana bisa aku mendapat kan dad yang begitu kejam. Aku di suruh menunggu dua jam di bandara".Alan rasa nya ingin menangis. Sebenar nya alan bisa saja menginap di hotel milik teman nya. Tapi ancaman dari dad nya membuat alan tidak berani melakukan nya.


Dan di sinilah alan berada..


Alan menunggu di airport boarding. Sambil menunggu, alan membaca beberapa pesan dari teman nya. Ada juga pesan dari beberapa nomor yang tidak di kenal dan dapat di pastikan nomor itu milik penggemar alan. Alan juga dari mana mereka mendapat nomor alan. Padahal alan sudah sudah menyembunyikan hal hal yang ia anggap privasi termasuk nomor. Tapi sebagian dari penggemar nya tetap saja bisa mendapatkan nomor nya.


Seorang wanita cantik duduk di samping Alan. Wanita itu menatap pada Alan yang mengenakan masker. "Hai ".Sapa wanita itu pada Alan. Alan mendongakkan kepala nya menatap pada gadis di samping nya.


" Kau menyapa ku?? ".Tanya Alan pada gadis itu.


" Memang nya siapa lagi yang ada di sini selain kau ".Guman gadis yang duduk di samping Alan.


" Kau Alan Wijaya kan?? ".Tanya gadis itu sambil menatap ponsel di tangan nya.


Alan sedikit terkejut mendengar ucapan gadis itu. Alan sudah bersiap untuk berdiri dan lari dari gadis itu. Gadis itu kemudian menunjukkan ponsel nya pada Alan " foto ini ini mirip dengan kau maka nya aku tau kalau kau itu alan".Ucap gadis itu lagi.


"Aku salah satu penggemar mu di film like or love. Kau sangat kerena. Ehh tapi kau tenang saja aku hanya menggemari mu di film bukan di real ".Gadis itu tersenyum menatap alan.


Lagi lagi alan di buat tercengang dengan perkataan gadis di samping nya. Biasa nya para penggemar yang melihat nya akan minta foto dan tanda tangan pada nya. " Kau tidak minat foto atau minta tanda tangan pada ku?? ".Tanya alan pada gadis itu.


" Tidak, aku kan sudah bilang aku hanya menggemari mu di film kalau di dunia nyata tidak ".Ucap gadis itu sambil tersenyum tipis.


" Wah jarang sekali aku bertemu dengan penggemar seperti mu. Kalau aku boleh tau siapa nama mu?? ".Tanya alan.


" Nama mu langkah".Guman alan sambil terkekeh pelan. "Itulah ayah ku bilang saat sedang mengandung ibu ku suka makanan manis makanya dia memberiku nama karamel".Ucap kara.


" Ohh iya kau tidak ingin memberikan spoiler kelanjutan drama like or love?? ".Tanya karamel. " No, tidak ada spoiler spoiler".Ucap alan. "Haha aku hanya bercanda, kau itu serius sekali ".Ucap kara.


" Btw kau dan grace cocok banget. Kapan confes nya. Aku sangat menunggu part di mana kau menyatakan cinta pada grace".Ucap kara sambil tersenyum membayangkan seromantis Erik dan Grace nantinya.


"Masih lama ".Jawab alan.


" Ya akhirnya di spoiler ".Guman kara sambil tersenyum bahagia. Alan yang tersadar pun Merutuki kebodohan nya. " Kau jangan bilang pada siapa siapa. Kalau tidak gaji ku bisa di potong ".Ucap Alan.


"Aku bukan tipe penggemar yang ember ".Guman kara..


Waktu dua jam terasa begitu cepat karena ada kara yang menemani Alan.Pesawat Alan akan take off sekitar lima belas menit lagi. Alan dan kara sama sama menaiki pesawat dengan tujuan yang sama, yaitu bali.


*


*


Tepat pukul 00:45 WIB


Alan sampai di pulau dewata. Pengawal yang tadi menjemput Eve sudah menunggu alan di luar bandara. Alan dan kara berpisah di bandara. Saat turun dari pesawat alan tidak bertemu lagi dengan kara.


Alan segera menghampiri pengawal dad nya atau lebih tepat nya sekarang sudah menjadi pengawal pribadi nya. Alan yang begitu lelah memutuskan untuk merebahkan kepala nya di kursi mobil sambil memejamkan mata nya.


" Tuan muda!!. Tuan muda!! ".Panggil pria dengan setelah jas itu. Sepertinya Alan sangat kelelahan sampai sampai ia tidak memperdulikan panggilan dari pengawal nya.


" Tuan muda, kita sudah sampai ".Ucap pengawal itu sambil menepuk pelan pipi alan.


Merasa tidur nya terganggu, alan pun membuka mata nya. " Kau itu menganggu saja ".Ucap alan sambil mengedikkan mata nya beberapa kali. Alan segera keluar dari mobil dengan langkah gontai nya. Alan segera masuk ke dalam mansion nya. Alan tidak memikirkan apa pun lagi. Karena sekarang yang ada di pikiran alan hanya lah rebahan di atas ranjang nya.


Alan segera menaiki tangga menuju lantai dua dimana kamar utama berada. Alan masuk ke dalam kamar nya dengan kedua mata yang tertutup..


BUG... Alan menghempas badan nya di atas ranjang nya. Tak butuh waktu lama Alan pun kembali tertidur. Alan benar benar kelelahan. Sepertinya besok alan akan absen akan absen pemotretan. Ya besok tidak ada jadwal syuting, karena besok adalah jadwal pemotretan. Alan menjadi Brand ambassador salah satu brand terkenal. Alan tidak perduli jika gaji nya di potong nantinya. Yang penting Alan bisa istirahat dengan tenang.