My Strong Wife

My Strong Wife
Episode 4



Ini visual Syila Damayanti, 20 Tahun



Ini Wisnu Hardana, 27 Tahun



Visual Elly, 25 Tahun



______My Strong Wife_____


" Selamat ya.. "


" Wisnu, istrimu sangat cantik. "


" Selamat Pak Wisnu, anda beruntung mendapatkan istri semanis ini. "


" Segeralah bulan madu. "


Ucapan selamat dan pujian kepada Syila tidak ada hentinya. Sepasang pengantin itu hanya tersenyum menyambut uluran tangan dan ucapan selamat dari tamu-tamu yang hadir di pesta pernikahan mereka.


Setelah kemarin akad dilaksanakan, baru malam ini pesta pernikahan digelar. Banyak tamu yang hadir, baik dari keluarga besar Wisnu, teman dan rekan bisnis, semuanya tidak ingin melewatkan pesta pernikahan ceo muda tersohor di negara ini. Meskipun persiapan hanya satu minggu, tetapi tidak mengurangi kemewahan dan kemegahan pesta pernikahan Wisnu dan Syila.


" Tuan, kenapa sejak tadi tamunya tidak habis-habis? Saya capek. " Syila berbisik pelan di telinga Wisnu.


" Jangan banyak bicara. Cepat senyum. Jangan sampai orang melihat wajah jelekmu itu. " Wisnu sedikit menundukkan kepalanya agar bisa berbisik di telinga Syila.


Syila mencebikkan bibirnya kesal, tapi kemudian dia kembali tersenyum ketika ada tamu lagi yang hendak memberi ucapan selamat.


" Aku sempat berpikir kalau aku adalah perempuan paling beruntung. Setelah terbebas dari renternir tua dan jelek itu, aku dinikahi seorang laki-laki tampan, kaya raya pula. Tapi aku salah, baik dia ataupun renternir itu, tidak ada yang bisa membuatku bahagia. " Syila hanya berani mengucapkan keluhan itu dalam hati. Matanya menatap satu persatu wajah kagum orang-orang yang silih berganti memberinya selamat.


" Hah, mereka tertipu senyum palsuku. " Syila mengejek dalam hati.


" Sayang.. " Wisnu dan Syila kompak menoleh ke asal suara.


" Mama sudah lelah, kalian tidak apa-apa kan? Kalai mama istirahat di kamar. " Seseorang yang tadi memanggil sayang kepada mereka adalah Mama dari Wisnu, mertua Syila.


" Iya Ma. Istirahatlah. " Wisnu juga ikut menyahuti.


" Baiklah, kalian baik-baik. " Ucap Mama Wisnu sebelum berlalu dari hadapan anak dan menantunya.


Kedua pasangan pengantin itu kembali terdiam. Tamu-tamu yang hendak mengajak mereka bersalaman sudah tidak sebanyak tadi, mereka menikmati hidangan makanan yang disediakan dan mengobrol dengan tamu yang lain.


" Baby? "


Syila memutar bola matanya jengah melihat seorang perempuan memeluk suaminya.


" Dasar tidak tahu malu. " Gumamnya pelan. Dia kesal melihat kekasih suaminya itu melewatinya begitu saja dan langsung berhambur memeluk Wisnu.


" Elly, banyak orang yang melihat. " Wisnu berusaha melepaskan pelukan kekasihnya.


" Biarkan saja. " Elly tampak cuek, dia masih memeluk Wisnu erat tanpa mempedulikan tatapan aneh orang-orang. Justru dia sengaja melakukan ini agar semua orang tahu bahwa Wisnu Hardana, pengusaha muda ternama adalah miliknya seorang.


Syila meremas gaun pengantinnya dengan geram. Dia kesal bukan karena cemburu, tapi dia malu, sangat malu. Tamu-tamu yang hadir menatapnya dengan pandangan yang berbeda-beda. Ada yang melihatnya dengan kasihan, tapi tidak sedikit dari mereka yang tersenyum mengejek. Telinga Syila rasanya panas mendengar mereka berbisik-bisik tentangnya.


Mata Syila berhenti pada ujung ruangan aula hotel yang sedang diadakannya resepsi. Di sana dia melihat Aris sedang menatapnya dengan pandangan iba. Syila menatap balik Aris, wajahnya langsung berubah sedih, seolah-olah memberi tahu laki-laki itu bahwa dirinya sedang tidak baik-baik saja sekarang.


Bukan hanya Aris, di samping Aris ada seorang perempuan cantik. Perempuan itu juga menatap Syila dengan penuh iba. Dia tidak bisa membayangkan kalau dia yang berada di posisi Syila.


" Wah.. Sayang sekali, pengantin secantik Nona Syila dianggurin begitu saja. "


Bukan hanya Syila, seluruh tamu yang hadir langsung mengalihkan pandangan mereka ke seorang laki-laki yang tiba-tiba saja naik ke podium dan mengambil alih mikrofon yang dipegang oleh pemandu acara hiburan di pesta pernikahan Wisnu Syila. Elly juga langsung melepas pelukannya kepada Wisnu, ikut penasaran siapa yang berbicara di podium.


" Maaf hadirin dan tamu undangan semuanya, saya minta maaf sudah mengganggu ketenangan pesta kalian. Terutama anda Tuan Wisnu Hardana. " Wisnu langsung menolehkan kepala ketika namanya dipanggil.


" Tuan Wisnu, di depan anda dan semua tamu yang hadir, saya meminta izin kepada anda untuk..... " Laki-laki itu menggantung ucapannya. " Untuk membawa kabur pengantin wanita anda. "


Apa????????


Wisnu tercengang mendengar penuturan laki-laki itu. Berani-beraninya dia berkata seperti itu. Harga diri Wisnu merasa direndahkan.


Sedangkan Syila, dia syok dengan apa yang baru saja dia dengar. Siapa laki-laki itu, kenapa nekat sekali berkata seperti itu di depan umum. Apalagi melihat ekspresi orang-orang barusan, entah apa yang mereka pikirkan tentangnya......


___________