
Akhirnya dendam Eve Terbalaskan. Bimo sudah tergeletak tak sadarkan diri. Begitu juga dengan semua anak buah bimo. Tidak ada satu pun dari mereka yang selamat malam itu.
Darah berserakan di mana nama begitu juga dengan anak buah Bimo yang sudah mati. Dan juga para pengawal dad Eve..
Namun dad Eve tidak memperdulikan itu, ia menyuruh para pengawal nya yang masih tersisa untuk membereskan semua nya.
Tentu saja hal itu tidak sulit bagi mereka yang berjumlah lumayan banyak.
*
*
Sekarang Dad Eve sedang berada di rumah sakit. Pria paru baya itu mondar mandir di depan ruangan tempat di mana Eve sedang di tangani. Di baju nya masih tersisa bekas darah Eve. Bahkan darah di tangan nya sudah hampir mengering. Kedua tangan pria paru baya itu bergetar hebat saat melihat darah di tangan nya.
"Eve bertahan lah nak. Dad tidak mau kehilangan untuk yang kedua kalinya".Ucap Dad Eve sambil menangis sesegukan.
Ia menyalahkan diri nya atas apa yang terjadi. Kenapa dari awal ia mendukung balas dendam ini. Padahal jelas jelas Eve perempuan sehebat apa pun Eve pasti ia masih bisa di kalah kan oleh Bimo yang jauh lebih kuat dari nya.
Namun sepertinya semua tidak sesuai dengan harapan saat seorang dokter wanita keluar dari ruangan di mana eve di tangani. Raut wajah dokter itu sangat sulit untuk di baca.
" Pak, Maaf kami tidak berhasil menyelamatkan nona ".Ucap dokter wanita itu pada dad eve.
Perkataan dokter itu terdengar seperti mimpi di telinga dad eve. Apakah ia boleh tidak mempercayai dokter itu?? .
" Dokter pasti bohong kan??. Tidak mungkin anak saya meninggal kan dok?? ".Ucap dad eve dengan wajah yang terlihat memerah karena menahan tangis.
" Bapak harus sabar".Ucap dokter itu sambil menepuk pelan pundak dad eve. Setelah mengucapkan hal itu, perlahan ia meninggalkan dad eve.
"Tidak, tidak mungkin. Eve tidak mungkin ninggalin dad kan eve!! ".Ucap pria paru baya itu sambil berlari masuk ke dalam ruangan eve.
" Eve bangun ".Ucap pria paru baya itu tanpa melepaskan pelukan nya. Suara tangisan nya terdengar sangat memilukan.
...🍀🍀🍀🍀...
Pagi harinya...
Ais, alan dan juga al sekarang sedang berada di ruang makan. Mereka semua menikmati sepiring nasi goreng yang di buat oleh ais.
" Kepala Eve tidak jadi datang?? ".Guman ais di sela kunyah nya.
" Mungkin dia lelah mom".Jawab alan yang kembali menyendok kan nasi goreng ke dalam mulut nya.
Drrttt.... Drrttt....
Ponsel yang berada di samping piring ais tiba tiba saja bergetar.
"Siapa??".Tanya al sambil menatap pada layar ponsel istri nya.
" Dad Eve".Jawab ais.
Ais menghentikan makan nya, lalu ia mengangkat telpon dari dad Eve.
"Halo".Ucap ais sambil tersenyum.
Namun senyuman itu tak bertahan lama. Karena di menit berikut nya ais terdiam dengan raut wajah yang tiba tiba saja berubah. Bahkan ponsel di tangan ais sampai terjatuh di lantai. Ais benar benar terkejut dengan apa yang baru saja di dengar nya.