My Strong Wife

My Strong Wife
Episode 5



" Kau sengaja ya? Mau mempermalukan aku. " Ucap Wisnu setelah menghempaskan tangan Syila dengan kasar.


Syila mengelus pergelangan tangannya yang memerah karena genggaman Wisnu yang kuat dan juga dia menariknya terlalu kasar. Setelah insiden pengakuan seorang laki-laki yang ingin membawa Syila kabur, Wisnu yang geram langsung membawa Syila ke kamar hotel.


" Jawab!!!! " Teriak Wisnu.


" Katakan dengan jelas. Saya tidak paham. " Syila sudah menegakkan tubuhnya dan membalas tatapan tajam Wisnu.


Kemarahan Wisnu semakin menjadi melihat Syila berani melawannya. " Siapa laki-laki itu. " Tanya Wisnu dengan suara keras. Beruntung kamar ini didesain kedap suara, jadi perdebatan mereka tidak akan terdengar dari luar.


" Saya tidak tahu. " Jawab Syila cuek.


" Jangan bohong. Kalau kau tidak tahu, kenapa dia mau membawamu kabur. " Wisnu semakin kesal karena Syila tidak mau mengaku.


" Mana saya tahu. Mungkin dia kasihan melihat kemalangan seorang istri yang harus menyaksikan suaminya berpelukan dengan perempuan lain. Di.de.pan u.mum pu.la. " Ucap Syila sambil tersenyum sinis, mengeja kalimat terakhirnya seolah sedang mengejek suaminya.


Wisnu terdiam tidak bisa menjawab. Ucapan Syila seperti sindirian keras untuknya.


" Apa? Tidak bisa menjawab kan? " Syila semakin puas menyindir suaminya.


" Jangan berusaha menyudutkan orang lain. Aku tahu, pasti laki-laki itu pacarmu bukan? Makanya dia berani berkata seperti itu. " Ucap Wisnu sambil membalas senyum ejekan Syila.


" Hei, mana ada? Jelas-jelas saya belum lama di kota ini. Bagaimana mungkin saya punya pacar secepat itu. " Bantah Syila, dia tidak terima dengan tuduhan Wisnu.


" Mungkin saja.. Baru datang ke kota langsung menggoda laki-laki. Kau pasti mencari laki-laki kaya yang mau membantu melunasi hutang pamanmu itu kan? "


Deg.


Hati Syila rasanya sakit mendengar ucapan Wisnu. Apakah dia terlihat serendah itu di mata Wisnu. Apakah dia terlihat seperti perempuan yang suka menggoda laki-laki.


Syila tersenyum kecut. " Tuan? Kalau saya menggoda laki-laki memang kenapa? Apa anda cemburu? " Menarik sudut bibirnya,memberikan senyum mengejek.


" Kenapa tiba-tiba hatiku rasanya sakit. Apa dia tidak sepeduli itu? " Suara hati Syila yang berbicara. Tentu dia tidak akan berani mengucapnya secara langsung.


" Baguslah. " Ucap Syila akhirnya. Dia membalikkan badannya menuju ke koper yang ada di bawah meja rias. Dia mengambil baju ganti dan membawanya ke kamar mandi.


Brakkkk.....


Wisnu tersentak kaget. " Kenapa dia suka sekali membanting pintu kalau lagi marah. Dasar. " Kesal Wisnu.


Padahal di bawah pesta pernikahan mereka belum selesai, karena kekacauan yang terjadi, Wisnu malas kembali ke sana.


" Sudahlah, terserah apa kata orang. Mereka tidak akan ada yang berani berbuat macam-macam. Siapa yang berani mengusik seorang Wisnu Hardana. " Wisnu tersenyum sinis.


Tapi kemudian wajahnya kembali kesal. " Ah sial, aku sampai lupa. Besok aku harus pergi bulan madu dengan gadis kecil bar-bar itu. Kalau bukan karena Mama, aku tidak akan sudi. Cih. " Ucap Wisnu pelan. Dia merasa hari-harinya tidak beruntung, kemarin mengikat gadis kampung itu dalam ikatan pernikahan, hari ini dia harus melalui pesta pernikahan yang banyak kejutan, dan besok? Dia harus berbulan madu ke tempat yang sudah disiapkan mamanya.


Syiuurrrrrrrrrr.....


Matanya menoleh ke pintu kamar mandi ketika mendengar suara air dari dalam. Tiba-tiba ide jahil muncul.


Dia berjalan ke arah kamar mandi dan berdiri tepat di depan pintu. " Hei gadis kampung. " Teriaknya memanggil Syila.


" Apa lagi. " Sahut Syila dari kamar mandi.


" Tidak. Hanya manggil saja, siapa tahu butuh teman mandi. " Ucapnya sambil menahan tawa.


" Diam!!!!!!!! " Teriak Syila dari dalam kamar mandi.


Wisnu tertawa keras membayangkan wajah kesal Syila. Entahlah, tiba-tiba ada kepuasan tersendiri mengerjai gadis itu.


_________