
Setelah bosan berada di pantai, Alan pun kembali ke mansion nya. Alan akan menggunakan waktu nya untuk break. Mansion di sini sangat berbeda dengan mansion Dad nya yang ada di jakarta. Suasana di mansion ini sangat tenang dan sepi.Namun Alan kurang suka dengan suasana mansion seperti ini. Mungkin karena Alan sudah terbiasa hidup dalam keramaian. Dan rasa nya sekarang sangat berbeda.
Sebelum ke kamar, alan sempat menanyakan keberadaan Eve pada pelayan yang sedang membersihkan mansion nya.Karena saat masuk ke mansion, Alan tidak mendapati keberadaan Eve. "Apa kau melihat nona?? ".Tanya Alan pada salah satu pelayan di mansion nya.
" Nona??. Saya lihat tadi nona pergi tuan ".Jawab pelayan yang sedang membersihkan lantai satu. " Keluar??".Alan ingin memastikan perkataan pelayan itu. "Iya tuan saya lihat nona tadi pergi ".Ucap pelayan itu sambil menundukkan kepala nya.
Alan tidak ambil pusing pada Eve. Mungkin wanita itu mau healing. Alan segera masuk ke kamar nya. Kini pikiran Alan di penuhi oleh teman masa kecil nya itu. " Di mana aku bisa menemukan nya?? ".Guman Alan. Entah kenapa rasa nya sangat berbeda. padahal pertemuan mereka sangat lah singkat. Namun ternyata pertemuan singkat itu meninggalkan kenangan yang sulit untuk di lupakan.
Baru saja ingin memejamkan mata nya, Ponsel Alan tiba tiba berdering sehingga membuat Alan mau tidak mau harus membuka mata nya. Alan segera mengambil ponsel yang tergeletak di samping nya. Alan melihat nama sang penelpon. Dan tebakan Alan benar kalau yang menelpon nya adalah manajer nya.
" Ya ada apa?? ".Tanya Alan dengan suara yang di buat lirih.
" Alan kenapa kau belum datang juga??. Client kita sudah di tempat ini. Dan sebentar lagi pemotretan nya akan di mulai ".Ucap manajer Alan.
" Maaf hari ini aku tidak bisa datang ke pemotretan. Aku sedang sakit ".Ucap Alan sambil berpura pura bersin.
" Kau sakit??. Kenapa baru memberi tahu pada ku??. Sekarang bagaimana?? ".Ucap manajer Alan dengan emosi yang sudah memuncak. Bisa bisanya alan tidak memberi tahu pada nya kalau Alan sedang sakit.
" Kan ada banyak model lain nya, aku benar benar tidak bisa datang. Kalau di paksakan aku bisa drop".Ucap Alan dengan suara yang masih lirih.
"Masalahnya nya yang di endorse itu kau, bagaimana aku menjelaskan pada mereka?? ".Manajer itu menggaruk kepala nya dengan frustasi.
" Maaf aku harus tutup telpon nya, dokter bilang aku harus istirahat ".Setelah mengucapkan kata terakhirnya, Alan pun menutup telpon nya.
" Siapa suruh kemarin meremehkan aku. Dia tidak tau banyak brand mahal yang ingin meng endorse ku ".Guman Alan. Beberapa hari yang lalu, alan juga ada pemotretan. Alan memakai salah satu fashion dari salah satu desainer terkenal. Namun sang manajer malah menggantikan nya dengan yang lain hanya karena Alan terlambat datang.
" Saat aku sedang bersemangat manajer sialan itu malah mematahkan semangat ku".Guman Alan sambil memeluk bantal guling nya. "Kau suruh saja dia menggantikan aku ".Alan berguman dengan wajah kesal nya.
Ia benar benar kesal pada manajer dan juga pria yang menggantikan nya.
*
*
pria itu sempat menyelinap masuk lewat pintu depan. Dan tanpa ia tau kalau bangunan itu sudah di penuhi oleh perangkap berupa benda benda yang berbahaya.
Karena tidak hati hati, pria itu menginjak sesuatu dan membuat sebuah kapak yang di ikat dengan tali jatuh dari atas dan tepat mengenai punggung nya. Untung saja kapak itu tidak mengenai kepala nya. Kalau tidak dapat di pastikan ai sudah tidak ada di dunia ini.
Cukup lama ia berusaha memanjat bangunan itu. Hingga hampir setengah jam, akhirnya ia sampai di atap bangunan itu." Aku akan mencari cara untuk membunuh bajingan itu".Ucap nya dengan tangan yang terkepal dengan erat.
Pria itu menyelinap masuk ke dalam bangunan itu. Bangunan yang kalau siang hari akan di tinggal oleh sang pemilik nya. Ia tau kalau bangunan itu tidak akan sembarang di tinggal. Namun ia mengira kalau bangunan itu cuma di lindungi dengan kamera pengawas tapi nyata nya lebih dari sebuah kamera pengawas. Ada banyak perangkap berbahaya yang di pasang dalam bangunan itu.
Pria itu berjalan dengan hati hati sambil menatap ke kanan dan ke kiri. Saat melewati sebuah pintu,tanpa sengaja pria itu menginjak sesuatu yang membuat dua bola besi berduri muncul dari dinding. Pria itu segera berjongkok. Untung saja gerakan nya cepat, kalau tidak mungkin dua bola besi itu sudah menghantam kepala nya.
Cukup lama ia menyusuri tempat itu. Hingga kini pria itu sudah sampai di depan sebuah ruangan rahasia. Ia perlahan menekan gagang pintu itu. Namun betapa terkejut nya ia saat sinar laser yang begitu tajam keluar dari sela gagang pintu itu. Untung saja tidak mengenai tangan pria itu.
"Aku yakin semua rahasia nya tersimpan dalam ruangan ini. Dan aku harus selalu berhati hati".Guman nya sambil menendang pintu ruangan itu beberapa kali. Namun usaha pria itu sia sia karena pintu ruangan begitu kuat tapi pria itu tidak menyerah. Ia menggunakan seluruh tenaga nya untuk membuka pintu itu.
Setelah berusaha maksimal akhirnya ia bisa membuka pintu ruangan itu. " Aku yakin di dalam ruangan ini pasti ada banyak perangkap. Aku harus hati hati ".Ucap nya.
Pandangan pria itu tertuju pada kertas yang bertumpuk di atas meja. " Apa itu?? ".Pria itu menatap ke sekeliling nya. Ia tau pasti ad banyak kamera pengawas di dalam ruangan ini. Dia pun mengatakan sebuah jas hujan berwarna pink untuk menutupi wajah dan badan nya. kemudian pria itu mengambil kertas itu dan membaca nya.
Isi dari kertas itu menunjukkan beberapa rumah yang menjadi sasaran Bimo. Ya Bimo seorang perampok handal sekaligus pembunuh berantai. Ia tidak akan segan segan membunuh orang yang berani menghalangi nya.
Pria itu mengambil beberapa lembar kertas yang terletak paling bawah. Ia mengepalkan tangan nya saat melihat ada foto rumah nya. Pria itu kembali mengingat pada kejadian empat belas tahun yang lalu. Di mana terjadi perampokan di rumah nya saat itu ia dan dad nya pergi sebentar untuk membeli makan malam. Namun saat pulang ia mendapati rumah nya yang berantakan serta mom nya ya sudah... Meninggal
Semenjak kejadian itu ia bertekat untuk melakukan balas dendam. " Bagaimana pun cara nya, nyawa harus di bayar dengan nyawa. Walau aku harus mati sekalipun".Ucap pria itu sambil menggenggam erat kertas di tangan nya. Pria itu kembali melihat lihat isi kertas itu.
Pandangan nya terhenti pada sebuah kertas.Foto di kertas itu terlihat tidak asing bagi nya. Ia perlahan membaca isi kertas itu.
"Tidak mungkin, aku tidak bisa membiarkan ini. Ini tidak boleh terjadi. Aku tidak bisa kehilangan orang yang aku sayang untuk kedua kalinya ".Ucap pria itu. Pria itu kembali meletakkan kertas nya. Ia segera keluar dari ruangan itu sebelum pemilik nya kembali.