
00:40...
Alan tiba tiba saja terbangun dari tidur nya. Alan Mengerjapkan mata nya beberapa kali hingga pangannya benar benar jelas.
Alan kemudian mendudukkan badan nya di atas ranjang. Mimpi buruk Alan membuat nya terbangun dan tidak bisa berkata kata. Alan segera menatap ke sebelah ranjang nya, Namun akan tak mendapati keberadaan Eve.
"Dimana wanita itu ".Guman Alan. Alan segera berdiri dan berlari keluar dari kamar nya.Karena begitu lelah Alan sampai lupa melihat ranjang di sebelah nya.
Alan berlari menuruni anak tangga untuk mencari keberadaan Eve. Alan kemudian menatap pada jam yang melingkar di tangan nya.Ternyata sudah hampir pukul satu dini hari. " Apa kau melihat nona?? ".Tanya Alan saat ia sudah berada di dapur. Hanya pelayan di rumah itu yang tau di mana keberadaan Eve.
" Nona muda??. Bukan kah nona tadi tidur di kamar utama " Guman pelayan itu sambil melihat raut wajah khawatir tuan nya.
"Benarkah??. Tapi dia tidak ada di kamar ".Ucap Alan. Tidak mungkin kan Eve berada di kamar mandi di tengah malam begini.
" Coba kau cek semua kamar di mansion ini!! ".Perintah Alan pada dua orang pelayan yang sedang membersihkan dapur. " Baik tuan muda".Dua orang wanita itu segera berlalu mencari Eve di semua kamar yang ada di mansion Wijaya.
Beberapa menit berlalu, Dua orang pelayan itu kembali menghampiri Alan. "Maaf tuan muda. Kami sudah memeriksa semua kamar, dan kami tidak menemukan nona ".Ucap salah satu dari mereka. Alan memijat pelipis mata nya. Alan kembali naik ke lantai tiga dimana kamar nya berada.
Mimpi buruk Alan masih saja berputar di benak nya. Kejadian di dalam mimpi alan terasa sangat nyata. Alan melihat dua orang pria berbadan kekar mengejar Eve dan ingin membunuh nya. Dan salah satu dari mereka menembak Eve hingga Eve meninggal. "Kenapa semua itu terasa nyata??. Dan dimana wanita itu??. Menyusahkan saja. Kalau sampai terjadi sesuatu pada nya mom pasti akan menyalahkan ku ".Ucap Alan sambil menggaruk kepala nya dengan frustasi.
Sementara itu..
Seorang dengan jaket hitam tebal sedang menyusup masuk ke mansion Wijaya. Wajah nya di tutupi topi sehingga tidak ada yang mengenal nya. Ia menyelinap masuk ke gerbang mansion. Setelah sampai di samping mansion ia kemudian menatap pada lantai tiga dimana kamar Alan berada. Dia menarik sesudah dari dinding sehingga sebuah tali jatuh dari balkon lantai tiga. Perlahan ia memanjat menggunakan tali itu.
" Lets try".Guman nya sambil memegang tali itu. "Sudah lama aku tidak melakukan hal semacam ini".Guman nya sambil memegang tali itu.Ia mulai memanjat menggunakan tali itu. "Aku sudah mengatur CCTV nya. Jadi aku tidak perlu khawatir".
Tak berapa lama akhirnya ia sampai di balkon lantai tiga. Karena tidak hati hati ia pun jatuh ke dalam balkon dan punggung nya membentur lantai dengan keras. " Ohh **** ".Umpat nya sambil memegang punggung nya yang terasa sakit.
Sementara itu, di dalam kamar nya. Alan mendengar suara benturan keras dari arah balkon kamar nya. " Siapa itu?? ".Guman Alan. Alan segera berlari menuju balkon nya. Alan mengintip lewat jendela. Dan Alan sedikit terkejut melihat seseorang yang terduduk di atas lantai sambil meringis memegang punggung nya. Namun alan tidak bisa melihat wajah seorang dengan jelas karena di tutupi dengan topi.
Cek.. Lek..
" Siapa kau ha!! ".Bentak alan sambil berkacak pinggang. " Ini aku bodoh".Ucap Eve sambil melempar topi nya ke arah Alan. Eve terlihat masih meringis. "Eve kenapa kau bisa di sini??. Dari mana saja kau ha?? " Bentak Alan dengan tatapan tajam nya. Di saat alan sudah lelah mencari Eve. Kini ai malah menemukan Eve berada di balkon kamar nya.
"Pipi kau kenapa?? ".Tanya Alan.
" Tadi aku berenang di laut, Dan ini terkena batu karang".Ucap Eve sambil melepas jaket nya."Apa kau bilang??. Berenang??. Kau sudah gila ya. Mana ada orang berenang tengah malam begini".Ucap Alan sambil menggelengkan kepala nya menatap pada istri aneh bin ajaibnya itu.
" ya justru itu, karena orang nggak pernah mencoba jadi aku lah orang pertama yang mencoba berenang di laut saat tengah malam".Ucap Eve sambil tersenyum. Namun hal itu tidak berlangsung lama, karena saat ini Eve merasakan nyeri di punggung nya.
"Kau kenapa?? ".Tanya Alan saat melihat raut wajah Eve seperti orang yang sedang menahan rasa sakit. " Aku tidak papa".Bohong Eve. Namun Alan tidak percaya pada apa yang di katakan Eve. Alan perlahan mendekat ke arah Eve. "Kau mau apa?? ".Tanya Eve saat melihat Alan semakin mendekat ke arah nya.
Alan menarik tangan Eve hingga wanita itu menabrak dada bidang nya. Kemudian Alan mengunci Eve dalam pelukan nya. Eve pun terdiam dalam pelukan Alan. Merasa Eve tidak memberi perlawanan Alan pun perlahan menarik baju di bagian punggung Eve. Alan ingin melihat apa yang membuat Eve kesakitan.
Alan benar benar terkejut saat melihat luka sayatan yang sangat lebar di punggung Eve.
" Ini kenapa??. Jangan bilang lagi kalau ini kena batu karang?? ".Guman Alan.
" Iya memang itu terkena batu karang ".Jawab Eve. Eve kembali menarik baju nya dan mengurai pelukan nya." Kau itu ceroboh
sekali ".Ucap Alan sambil menatap tajam Eve.
Tapi Alan sedikit tidak yakin kalau itu luka sayatan, Dari bentuk nya luka itu seperti sayatan pisau yang sangat tajam. Alan juga pernah terkena batu karang, tapi luka nya tidak seperti itu. Apakah ini semua maksud dari mimpi Al tadi.
" Penghuni laut marah karena kau menganggu waktu istirahat nya ".Ucap Alan.
Alan segera menelpon salah satu teman nya yang saat bekerja di salah satu rumah sakit yang ada di bali. Jarak rumah teman nya dan mansion Wijaya cukup jauh, butuh waktu sekitar 1jam lebih untuk sampai di mansion Wijaya. " Makanya besok besok kalau liat batu jangan main tabrak aja ".Ucap Alan..
Eve melemparkan tatapan sinis nya pada Alan.
Setelah menunggu hampir dua jam akhirnya teman Alan pun sampai di mansion nya. Pelayan di mansion itu membawa teman Alan menuju kamar utama. Sementara Alan sudah menunggu di depan kamar nya.
" Woi Al!! ".Panggil dokter tampan itu saat melihat Al yang sedang menunggu nya.
" Kau itu menganggu waktu istirahat ku saja ".Ucap dokter tampan itu sambil mendegus kesal. Bagaimana bisa Alan menelpon nya di jam segini.