
01:00 wib..
Terlihat seorang pria dengan dengan jaket hitam dan tentunya menggunakan topi agar wajah nya tidak terlihat. Pria itu saat ini sedang berada di suatu tempat yang ia anggap sangat aman. Tempat yang sangat banyak menyimpan kenangan, kini tempat itu sudah menjadi bangunan yang tak per penghuni.
Ia merogoh saku nya mengambil ponsel nya. Ia ingin mendengar rekaman vidio di markas penjahat yang sudah menghancurkan kebahagian nya. Ya sebelum benar benar keluar dari tempat itu pria itu meletakkan sebuah kamera yang sangat kecil. Dan ia sangat yakin kalau penjahat itu tidak akan curiga pada nya.
Perlahan ia membuka ponsel nya. Ia segera melihat rekaman dari kamera yang ia tinggalkan itu. Pria itu mulai rekaman dari pukul 18:30.Di mana penjahat itu baru kembali ke markas nya.
BRUK.. terdengar suara dentuman keras di dalam ruangan rahasia milik ketua penjahat itu.
"Sial ada penyusup yang berani menyelinap ke dalam markas ku!! ".Ucap pria yang menjadi ketua dari komplotan penjahat itu.
" Kalian cepat cari penyelinap itu dan bunuh di depan mata ku. Aku paling tidak suka tempat ku di usik orang lain ".Ucap ketua penjahat itu lagi.Raut wajah nya terlihat di selimuti amarah.
" Kita harus menyusun ulang semua nya, karena rahasia kita sudah di ketahui oleh nya. Kita akan menunda rencana kita sampai pria sialan itu di temukan".Ucap Bimo sang ketua penjahat.
"Cih dia pikir mudah untuk menemukan ku. Apalagi membunuh ku.Karena yang berhak membunuh itu hanyalah aku. Dan target pertama ku adalah kau bajingan".Guman pria itu sambil menggenggam erat ponsel di tangan nya.
Pria itu mencari tong sampah di dalam rumah itu. Kemudian ia melepas jaket dan topi nya. Ia juga mengambil jas hujan dari saku nya. Pria itu segera membakar semua nya." Kau tidak akan bisa menemukan ku, karena semua barang yang aku kenalan sudah jadi abu".Ucap pria misterius itu sambil tersenyum bahagia.
Setelah itu ia pun berlalu dari rumah itu. Setidak nya ia masih punya waktu untuk mempersiapkan semua nya. "Mom aku berjanji akan membalas semua sakit yang mom rasa kan. Aku akan membalas semua kesedihan yang pernah aku dan dad rasakan".Ucap pria itu sambil meninggalkan bangunan kosong itu.
Pria itu berjalan menyusuri pantai sambil melihat langit yang cerah, di mana ada bulan yang bersinar dengan terang dan bintang yang bertebaran di langit. "Itu bintang yang sangat bersinar. Aku yakin itu pasti mommy kan?? ".Guman nya sambil tersenyum. Namun di sela senyuman nya ada rasa sakit yang begitu mendalam. Ia kembali teringat pada mommy nya yang meninggal secara mengenaskan. Tanpa terasa air mata mengalir dari sudut mata nya.
" Miss you so much mom".Ucap nya sambil tersenyum menatap bintang di langit.
*
*
Di sisi lain..
Alan tiba tiba saja terbangun dari tidur nya.
Nafas alan terlihat tak beraturan. Pria itu kembali mengalami mimpi buruk. Seketika langsung menatap pada ranjang di sebelah nya. "Eve!! ".Panggil alan. Alan seperti orang yang sedang ketakutan.
" Eve!! ".Panggil Alan lagi sambil terus mengedarkan pandangan nya. Tatapan Alan tertentu saat melihat pintu yang mengarah ke balkon terbuka." Eve!! ".Panggil Alan sambil berjalan menuju balkon. Alan menghela nafas lega saat melihat Eve yang sedang duduk di balkon sambil menatap langit malam.
" Evelyn!! ".Panggil Alan sambil mendekat ke arah Eve.
" Kau itu kenapa??. Seperti orang habis di kejar setan".Ucap Eve sambil mengerutkan kening nya melihat ekspresi wajah suami nya itu. "Kau itu membuat ku khawatir saja... Maksud ku kalau sampai kau hilang kan aku juga yang susah. Nanti mommy marah pada ku ".Ucap Alan sambil menundukkan kepala nya. Alan tiba tiba saja merasa gugup pada perkataan nya sendiri.
" Bilang saja kalau kau memang khawatir pada ku ".Ucap Eve menggoda Alan.
" Kau tidak apa apa kan?? ".Tanya Alan pada Eve. " Maksudnya??. Memang nya aku kenapa?? ".Eve balik bertanya pada alan.
" Aku mimpi kau mati di BUNUH DELAPAN ORANG PENJAHAT ".Alan menekankan ucapan nya karena wanita itu tidak mengerti pada ucapan nya. " Ohh".Guman Eve singkat.
"Hanya Ohh. Kau tidak terkejut gitu?? ".Tanya Alan dengan tatapan yang sulit untuk di artikan. " Kenapa aku harus terkejut, itu semua hanya mimpi Al,Mimpi itu hanya bunga tidur, Jadi mana mungkin jadi kenyataan ".Ucap Eve yang kembali menatap pada langit yang cerah.
" Kenapa kau selalu ke balkon, malam malam begini apa tidak dingin?? ".Tanya alan, sepertinya sekarang alan mulai akrab pada istri nya itu. "Aku sedang merindukan seseorang, dan aku bisa melihat nya di
langit ".Ucap Eve tanpa mengalihkan pandangan nya dari langit.
" Maksud mu orang yang sudah meninggal?? ".Tanya alan. Alan duduk di samping Eve.
" Heemm.Al kau percaya tidak kalau orang yang sudah meninggal akan menjadi bintang di langit?? ".Tanya Eve. " No, aku tidak pernah percaya pada hal seperti itu".Jawab Alan.
"Apa dia orang yang kau ceritakan itu?? ".Tanya Alan pada Eve. Eve menggelengkan kepala nya " Bukan ".Jawab Eve." Lalu?? ".Tanya alan. " Dia adalah orang yang paling berarti dalam hidup ku".Jawab Eve sambil menyekah mata nya. "Kau nangis?? ".Tanya alan sambil menatap pada kedua mata Eve yang terlihat memerah.
" Aku kira wanita arogan seperti mu tidak bisa menangis ".Guman alan sambil tersenyum tipis. " Aku juga manusia, Jadi karena aku arogan aku tidak pernah menangis gitu?? ".Guman Eve sambil menatap wajah alan.
" Hua sudah lah aku ngantuk. Kau nikmati saja bintang bintang itu. Aku ingin kembali tidur ".Alan segera masuk ke kamar nya. Alan kembali melanjutkan tidur nya. Alan ingin membiarkan Eve sendirian. Alan rasa Eve akan bebas menumpahkan kesedihan saat ia sedang sendirian.
EID MUBAROK PARA READERS TERSAYANG.
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN.
JANGAN LUPA THR BUAT AUTHOR YA 😊