
"Memang apa untung nya aku membohongimu?? ".Ucap eve tanpa menatap pada alan. " Apa alasan mu tidak mau memberi tahu yang sebenar nya Eve, apa kau menyembunyikan sesuatu dari ku?? ".Tanya alan yang masih saja menatap Eve. Namun yang di tatap terlihat tak peduli.
" Kau benar benar tidak ingin memberi tahu ku yang sebenar nya terjadi. Rahasia besar apa yang kau tutupi sehingga aku tidak boleh mengetahui nya?? ".Tanya alan.
" Maaf Al aku belum bisa memberi tahu kan nya pada mu . Tapi percaya lah cepat atau lambat aku akan memberi tahu nya. Untuk sementara aku tidak akan membawa mu dalam masalah ini Al ".Batin Eve sambil menatap wajah tampan alan. Namun hal itu tidak berlangsung lama. Eve menundukkan kepala nya saat alan menatap nya.
" Sudah siang Al, Kau tidak bekerja??. Nanti telat".Guman Eve. "Jangan mengalihkan pembicaraan Eve. Tolong jawab dengan jujur, aku butuh kejujuran mu Eve ".Ucap alan sambil memegang kedua bahu Eve. "Kau lihat itu ".Eve menunjuk ke arah tepi pantai di mana terdapat kaca mata renang berwarna hitam.
" Aku benar benar pergi ke pantai semalam, Aku juga punya banyak foto foto pantai".Ucap Eve sambil memberikan ponsel nya pada alan. Alan melihat satu persatu foto yang ada di galeri Eve. "Bagaimana sekarang kau sudah percaya?? ".Tanya Eve sambil mengambil ponsel nya dari tangan alan.
Alan terdiam dengan pikiran yang berputar di benak nya. Alan ingin percaya pada ucapan Eve, namun hati nya menolak untuk percaya.
" Baik lah aku percaya pada mu".Ucap Alan sambil menghela nafas nya. Alan segera berdiri dari duduk nya. Alan perlahan berjalan meninggalkan Eve yang masih nyaman duduk di atas pasir.
Alan terus menyusuri pantai itu sambil tersenyum. Alan kembali ingin pada kejadian empat belas tahun yang lalu.Alan menatap lekat tepat pada hamparan pasir di depan nya. Di mana terdapat kenangan indah antara Alan dan...
FLAS BACK ON...
Seorang anak kecil berusia sekitar sepuluh tahun sedang bermain pasir di tepi pantai. Anak kecil itu tersenyum menatap deburan ombak di tengah laut.
"Hai ".Sapa seorang gadis kecil sambil tersenyum menatap anak laki laki tampan itu. Awal nya anak laki laki itu tidak menanggapi nya. " Kau ingin membuat istana ya ??. Bukan seperti itu cara nya".Ucap gadis kecil itu sambil berjongkok di samping Alan.
"Kau itu mengganggu saja. Kau saja tidak bisa membuat nya ".Ketus anak laki laki yang tak lain adalah Alan. " Aku ingin membantu mu, jadi cara nya kau ambil pasir basa lalu jatuhkan perlahan di bagian yang paling tinggi. Nanti dia akan semakin tinggi ".Ucap gadis kecil itu sambil tersenyum menatap alan.
Alan yang awal nya tidak suka pada gadis itu, kini perlahan mengikuti cara gadis itu. Tak berapa lama sebuah istana dari pasir yang lumayan besar sudah selesai. " Bagus kan??".Guman gadis kecil itu. "Lumayan".Jawab alan singkat sambil menatap pada istana pasir nya.
" Nama mu siapa?? ".Tanya nya pada alan.
" Nama ku Alan, Dan kau??".Ucap Alan sambil tersenyum menatap gadis kecil yang sebaya dengan nya." Aku olin Senang bisa kenal dengan mu Al".Ucap gadis kecil itu."Al?? ".Alan mengerutkan kening nya. " Ya Al mulai sekarang aku akan memanggil mu Al. Bolehkan?? ".Tanya olin.
" Hhmm".
Setelah selesai main pasir kini mereka berdua duduk di atas pasir di tepi pantai.
"Kau tau ini pertama kalinya aku berteman dengan seorang anak perempuan ".Ucap alan sambil menatap lautan biru. " Kenapa kau introvert ya?? ".Tanya Olin.
" No, Bukan introvert lebih tepat nya aku itu cool jadi tidak ada anak perempuan yang berani mendekati ku".Ucap alan dengan gaya cool nya.
"Kau tinggal di sini ya?? ".Tanya Alan pada Olin. Olin menganggukkan kepala nya sebagai jawaban dari pertanyaan Alan.
" Bagaimana dengan mu??. Kau juga tinggal di sini, atau hanya berlibur?? ".Tanya Olin pada alan.
" Dua dua nya. Aku tinggal di sini sementara untuk berlibur.Tapi tidak lama palingan hanya dua minggu".Jawab Alan sambil tersenyum lebar. Ternyata orang jarang senyum sekali tersenyum sangat manis. " Mansion ku letak nya tidak jauh dari pantai ini ".Ucap Alan.
" Ohh kalau gitu besok kita bisa main lagi di sini. Rumah ku juga tidak terlalu jauh dari pantai ini".Ucap Olin. Olin mengeluarkan selembar kertas dari dalam saku nya. "Ini alamat rumah ku, kalau kau ada waktu kau boleh datang ke rumah ku. kita main bersama".Ucap Olin sambil tersenyum.
" Memang nya apa yang menarik dari rumah mu?? ".Guman Alan.
" Kau datang saja, nanti kau akan melihat nya sendiri. Aku akan memperlihatkan pada mu seberapa menarik nya rumah ku ".Ucap Eve sambil tersenyum tipis.
" Aku pergi dulu ya Al, mommy sudah menunggu ku. By Alan sampai ketemu besok".Olin melambaikan tangan nya pada Alan. Setelah itu Alan Alan juga pergi menghampiri mommy nya.
FLAS BACK OFF....
Namun semenjak hari itu olin tidak pernah datang lagi ke pantai itu.Alan selalu menunggu kedatangan olin di tepi pantai sambil bermain pasir. Namun gadis kecil yang di tunggu alan tidak pernah kembali untuk menemui nya. Bahkan alan dan dad nya sudah mendatangi rumah Olin, tapi rumah itu terlihat berantakan dan sepi.
Walaupun mereka hanya berteman satu hari tapi Jujur alan merasa sedih saat kehilangan teman pertamanya itu.
Alan berharap bisa bertemu dengan gadis itu lagi. Setidak nya alan ingin mengetahui keadaan gadis yang mengajarkan nya cara membuat istana dari pasir.
Lamunan alan buyar saat seseorang menepuk pundak nya. " Alan kenapa kau melamun?? ".Tanya Eve sambil menatap wajah alan. " Tidak ada aku hanya sedang memikirkan seseorang ".Jawab alan Sambil menatap pada tepi pantai di mana alan dan Olin pernah membuat istana pasir di sana.
" Ohh".Ucap Eve singkat.
"Kau tidak kerja?? ".Tanya Eve pada Alan.
" Tidak, aku capek".Jawab alan. "Lalu apa kau sudah izin pada atasan mu?? ".Tanya Eve pada Alan." Tentu saja belum".Jawab Alan.
"Kau mau kemana?? ".Tanya Alan saat melihat Eve yang berjalan meninggalkan pantai itu.
"Pulang".Jawab Eve singkat tanpa menatap alan. " Dia itu kenapa??. Aku tidak mengerti seharus nya akulah yang harus bersikap cool. Tapi malah dia yang jadi wanita cool. Tidak bisa di biarkan dia mengambil aura cool ku".Guman alan sambil mengejar Eve.