My Strong Wife

My Strong Wife
Pengakuan Eve



Hari ini, alan pulang lebih awal karena jadwal syuting nya selesai lebih cepat. Alan memutuskan untuk langsung pulang ke Bali. Apa yang bisa alan lakukan selain pulang ke mansion nya sendiri, sedangkan mansion mom dan dad nya selalu tertutup untuk nya.


Tak butuh waktu lama untuk alan menunggu hingga pesawat nya take off.


*


*


Dua jam berlalu, Akhirnya alan sampai di bali. Alan hanya perlu sekitar tiga puluh menit lagi untuk sampai di mansion nya.


Sementara itu, seorang pria terlihat sedang berada di rumah tua yang berantakan dan tak berpenghuni. Pria itu kembali melihat rekaman kamera di ponsel nya. "Kenapa aku selalu merasa tenang saat berada di rumah ini".Guman pria itu sambil membuka rekaman di ponsel nya. " Sepertinya si brengsek itu belum kembali".Guman nya, Ia mendengarkan beberapa rekaman dari kamera nya yang beberapa hari kedepan akan mati.


Pria itu terus mendengarkan rekaman nya. Dan ia menghentikan rekaman nya saat mendengar sesuatu yang membuat nya terkejut. "Jangan harap kau bisa melakukan nya lagi sialan!! ".Umpat pria itu sambil menggenggam ponsel nya dengan keras.


Pria itu meletakkan ponsel nya di saku celana nya. Kemudian ia merebahkan badan nya di atas sofa yang kini sudah terlihat usang. Ia menatap pada langit langit rumah itu. Rumah yang banyak menyimpan kenangan sekaligus rumah yang memberi nya luka terdalam. Bahkan sampai kini luka itu belum bisa di sembuhkan. " Huuuff".Pria itu menghela nafas dalam. Ia segera berdiri dari duduk nya. Walaupun rumah ini nyaman bagi nya, namun tetap saja bayang bayang di masa lalu nya membuat nya merasa sesak di dada nya. Pria itu segera meninggalkan rumah tua nya.


Alan kini sudah sampai di depan mansion nya. Tanpa Alan sadari beberapa orang pria berbadan kekar sedang mengintai nya dari kejauhan.


"Aku tidak terlalu lelah ".Guman Alan. Alan memutuskan untuk pergi ke pantai menikmati sunset. " Ternyata tinggal di sini tidak seburuk yang aku kira ".Guman alan. Aku tidak takut mommy akan memarahi ku. Aku tidak takut pada dad. Dan yang terpenting aku bisa keluar sepuas nya ".Guman Alan sambil berjalan menyusuri pantai.


Alan duduk di tepi pantai, sambil menikmati matahari yang sebentar lagi akan tenggelam. Alan yang hanyut dalam suasana sampai tidak menyadari seorang wanita duduk di samping nya. " Kau sudah lama pulang?? ".Tanya wanita yang tak lain adalah eve. Mendengar suara eve, Alan pun menolehkan kepala nya pada eve.


" Aneh sekali, biasa nya kau tidak mau menegur ku jika tidak ada perlu ".Guman Alan sambil menatap eve. " Apa salah nya, aku hanya ingin menjalin komunikasi lebih baik dengan mu".Ucap eve sambil tersenyum tipis.


"Al".Panggil eve sambil mengeluarkan sesuatu dari saku nya. " Ada apa?? ".Tanya Alan, alan kembali mengalihkan pandangan nya pada sunset. " Ada sesuatu yang ingin aku katakan pada mu".Ucap eve yang masih menatap alan, walaupun saat ini alan sedang fokus pada pemandangan di depan nya.


"Langsung to the poin saja eve ".Ucap alan. Alan awal nya ingin sendirian di pantai. Tapi Eve tiba tiba saja datang menemui nya.Jujur alan merasa sedikit risih saat bersama eve.


" Jika aku berkata jujur apa kau akan mempercayai ku?? ".Tanya eve pada alan. Eve menatap lekat wajah tampan alan, kali ini tatapan Eve berbeda dari biasa nya.


Alan tertawa mendengar perkataan Eve. " Apa yang kau katakan??, Tentu saja aku tidak percaya".Ucap alan yang masih tertawa.


"Lagian juga Olin yang aku kenal tidak seperti mu, dia itu baik dan cantik. Tidak bar bar seperti mu".Ucap alan.


Mendengar perkataan alan, Eve kembali memasukkan sesuatu yang ia keluarkan tadi ke dalam saku nya. Awal nya Eve ingin memberikan nya pada alan. Tapi Eve mengurungkan niat nya. " Aku hanya bercanda al".Ucap Eve sambil tersenyum menatap alan.


"Tapi kenapa kau bisa tau nama Olin?? ".Tanya alan, kali ini alan menatap serius pada Eve. " Aku tidak sengaja melihat nama nya di wallpaper ponsel mu".Jawab Eve.


"Kau lanjutkan saja melihat sunset nya, aku mau kembali ke mansion".Ucap Eve.


" Aku harap tidak akan ada penyesalan di akhir. Dan aku harap suatu saat kau bahagia dengan orang yang kau cintai al".Guman Eve sambil terus melangkah meninggalkan pantai itu.


Eve segera masuk ke dalam mansion, lalu Eve segera menuju kamar nya dan alan. Eve ingin menyimpan kembali satu satu nya barang yang sangat berharga bagi nya. Eve meletakkan kembali benda itu di laci meja rias nya. Eve yakin kalau alan tidak akan mungkin membuka laci meja rias nya.


"Aku lelah sekali ".Guman Eve. Eve segera merebahkan badan nya di atas ranjang." Eve menatap langit langit di kamar itu dengan tatapan kosong. "Besok aku akan menemui dad".Guman Eve sambil memejamkan mata nya. Eve benar benar merasa lelah setelah menjalankan aktivitas nya seharian ini.


Sementara itu,..


Alan gagal fokus pada sunset di depan nya, karena aku sedang memikirkan perkataan Eve tadi. " Kenapa dia tiba tiba bercanda seperti itu?? ".Guman alan. "Siapa yang akan percaya kalau dia adalah Olin ku. Sifat nya sangat bertolak belakang dengan Olin. Jadi mana mungkin dia Olin. Nama juga berbeda ".Guman alan.


" Aku jadi rindu pada Olin ".Alan menghela nafas dalam. " Tapi kapan Eve membuka ponsel ku??. Aku rasa aku tidak pernah meninggalkan ponsel".Ucap alan lagi.


Hati dan pikiran alan tidak sejalan. Di satu sisi alan merasa ada yang aneh dengan Eve. Namun di sisi lain hati alan menolak kalau seandainya Eve adalah Olin yang ia cari selama ini. "Tidak mungkin al".Guman alan sambil mengusap kasar wajah nya.


Alan segera berdiri dari duduk nya. Alan segera meninggalkan pantai itu karena hari sudah mulai gelap.