My Strong Wife

My Strong Wife
Episode 6



Syila menatap jengah dua manusia yang sejak tadi saling menyuapi satu sama lain, menurutnya itu sangat lebay, kenapa tidak makan sendiri saja, benar-benar kekanakan.


Mereka sedang berada di lestoran mewah yang ada di Paris, lokasinya tidak jauh dari menara eiffel. Kenapa mereka bisa berada di sana? Ya, Syila dan Wisnu tengah berbulan madu. Mama Wisnu yang memilihkan Paris sebagai tempat untuk mereka berbulan madu. Lalu siapa dua manusia yang membuat Syila jengah? Jawabannya adalah Wisnu dan Elly. Syila sendiri terkejut, setelah sampai di hotel mereka menginap, ternyata di sana sudah ada Elly, kekasih Wisnu.


" Aku seperti nyamuk di sini. " Gerutu Syila dalam hati. Dia berusaha tidak mempedulikan pemandangan memuakkan di hadapannya dengan menikmati makan malam yang belum tentu bisa dia nikmati lagi di kemudian hari. Dia akan memanfaatkan kesempatan emas ini, kapan lagi bisa makan makanan mewah di Paris.


" Heh gembel, lahap sekali kau makan. Tidak pernah makan enak ya? " Syila menatap sinis orang yang baru saja meledek dan memanggilnya gembel. Dia memasukkan satu suap makanan sambil menatap tajam Elly, seolah-seolah sedang membayangkan yang dia makan adalah wanita itu.


" Berani ya kau melototiku? " Elly menatap Syila dengan tatapan tidak suka. Lalu dia menoleh ke Wisnu, " Sayang???? " Rengeknya mengadu kepada Wisnu. " Lihatlah, dia berani melototiku. "


Syila memutar bola matanya jengah, apalagi ketika melihat Elly menjulurkan lidah kepadanya seakan-akan mengatakan rasakan kau.


" Aku akan mengajak Elly jalan-jalan, kau pulang saja ke hotel. " Mendengar intruksi Wisnu, Syila segera menelan makanan di mulutnya.


" Tidak bisa. " Wisnu dan Elly sama-sama mengerutkan dahi mendengar jawaban Syila.


" Lalu? Kau mau ikut? Kau akan mengganggu kami. " Ucap Elly sambil memberi tatapan tidak suka kepada Syila.


" Kau jangan melewati batasmu gadis gembel. " Wisnu ikut menimpali. Syila menahan gejolak hatinya sekarang, dia benar-benar tidak suka Wisnu mengatainya gembel. Jika Elly yang mengatakannya, dia hanya merasa kesal. Tapi jika yang mengatakan itu Wisnu, rasanya dia benar-benar sakit hati.


" Ini bulan madu kita, kenapa saya tidak diajak jalan-jalan juga? " Sahut Syila menatap kedua orang itu satu persatu.


" Bulan madu? Apa kau berharap menghabiskan waktu bersamaku? " Sekilas senyum sinis muncul di bibir Wisnu.


Bukan hanya Syila yang terkejut mendengar ucapan Wisnu, Elly juga. Dia langsung memeluk lengan Wisnu, " Baby.. Tidak boleh tidak boleh. Kamu tidak boleh menghabiskan waktu sedetik pun bersama dia. " Sambil merengek manja di lengan Wisnu.


" Bu.. Bukan seperti itu. Saya.. Saya juga mau jalan-jalan. " Syila merutuki ucapnnya. Dia bukannya ingin jalan bersama Wisnu, dia hanya ingin memanfaatkan waktu sebaik mungkin selama di Paris. Sudah jauh-jauh ke Paris kenapa hanya berdiam diri di hotel.


" Saya baru pertama kali ke sini. Kalau nyasar bagaimana? " Ucap Syila.


" Baguslah kalau kamu nyasar, kalau perlu tidak usah kembali. " Wisnu tersenyum meremehkan.


Deg.


Syila menahan gejolak hati yang sejak tadi ingin melampiaskan kekesalan dan kesakitannya. Bisa-bisanya Wisnu berkata seperti itu. Apa tidak ada sedikitpun rasa kasihan di hati laki-laki itu untuknya?


" Aku akan lihat, sejauh mana kau bisa bertahan. " Ucap Wisnu dalam hati sambil menatap wajah kesal istrinya itu. Wisnu merasa menbenci gadis yang sudah menjadi istrinya itu, dia menganggap Syila hanya gadis kampung yang bermimpi menjadi orang kaya dengan menikah dengannya.


Sebenarnya sejak tadi dia hanya berakting. Dia tidak benar-benar senang bermesraan dengan Elly. Wisnu memang menyukai Elly, tapi setiap kali Elly bermanja dan merayunya, dia selalu merasa risih. Hal itu dia lakukan semata-mata agar membuat Syila semakin tidak betah berada di dekatnya.


" Baiklah. Saya akan pergi sendiri. " Akhirnya Syila menyerah, dia tidak mau terlihat mengharapkan bisa menghabiskan waktu bersama Wisnu.


" Kau yakin? Aku masih berbaik hati menyuruhmu kembali ke hotel. Setidaknya kau hanya kesepian, bukan tersesat. " Ucap Wisnu.


" Terima kasih perhatiannya Tuan. Tapi saya akan pergi jalan-jalan. Jarang-jarang bukan? Gadis gembel seperti saya bisa berkunjung ke Paris. " Jawab Syila sinis.


Syila berdiri dari duduknya. " Nikmati waktu kalian. Selamat bersenang-senang. "


Wisnu hanya diam memperhatikan gadis itu meninggalkan kursi. Sempat terbesit rasa khawatir dalam hatinya, bagaimana jika Syila benar-benar tersesat? Tapi dia langsung menepis jauh rasa khawatirnya itu. Bukankah bagus? Kalau Syila tersesat, dia akan terbebas dari pernikahan menyebalkan ini.


.......