
Sore harinya, Eve berjalan masuk ke dalam mansion Wijaya dengan membawa beberapa kantong plastik di tangan nya. Sementara itu, Alan saat ini sedang berada di ruang tengah sambil menonton TV. Pandangan Alan teralihkan pada Eve.
"Hei, dari mana saja kau ha?? ".Tanya alan dengan wajah datar nya. Eve menghentikan langkah nya. Kemudian ia berjalan menghampiri Alan. " Belanja, kau lihat ini ".Alan mengangkat empat buah kantong plastik di tangan nya. Eve meletakkan empat kantong plastik itu di atas meja. " Apa ini?? ".Tanya alan sambil menatap pada empat buah kantong plastik.
" Jajanan ".Jawab Eve. Eve mengambil salah satu plastik di atas meja itu. Kemudian Eve mengeluarkan semua isi nya. Alan menatap satu persatu makanan yang di keluarkan Eve.
" Ini jajanan kesukaan ku ".Ucap Eve. " Di mana kau membeli nya?? ".Tanya Alan.
" Di pinggir jalan, di pinggir pantai. Dan banyak lagi tempat yang aku datangi untuk mencari jajanan ini ".Ucap Eve sambil tersenyum lebar. Eve sangat bahagia saat menemui jajanan nostalgia nya.
Pandangan Alan saat ini fokus pada senyuman Eve. Alan seperti mengenal senyuman itu. " Kau mau?? ".Tanya Eve pada alan. " Tidak aku tidak suka dengan makanan di pinggir jalan. Makanan di pinggir jalan itu tidak sehat ".Ucap Alan. " Ohh bagus lah, kalau begitu aku tidak perlu membagi nya dengan mu ".Ucap Eve. Eve perlahan memasukkan satu tusuk bakso bakar ke dalam mulut nya.
Rasa nya benar benar enak." Emm rasa nya sangat enak ".Ucap Eve sambil memejamkan mata nya menikmati bakso di dalam mulut nya. Alan hanya bisa menelan saliva nya saat melihat Eve memakan bakso itu. " Apa kah seenak itu?? ".Tanya alan. " Tentu saja. Jangan kau kira makanan di pinggir jalan tidak enak ".Ucap Eve sambil melanjutkan makan nya.
Eve membuka plastik berikut nya. " Pedas juga ".Ucap Eve sambil mengambil es kepala muda yang ia beli di tepi pantai tadi. Alan benar benar tidak bisa menahan saat melihat Eve meminum es kelapa muda. " Aku mau ".Ucap Alan sambil mengambil es kelapa muda dalam plastik itu. Eve sengaja membeli dua karena Eve tau Alan pasti menginginkan nya.
"Kau bilang tadi tidak mau ".Ucap Eve.
" Aku bilang tidak mau jajanan di pinggir jalan, bukan berarti aku tidak mau kelapa muda. Lagian kelapa muda nya di pinggir pantai bukan di tepi jalan kan?? ".Ucap Alan sambil meminum es kelapa muda itu. Dan rasa nya benar benar menyegarkan.
" Kau bersiaplah. Nanti malam mom dan dad akan datang dan menginap di sini. Jangan sampai kau buat ulah ya ".Ucap alan dengan tatapan tajam nya. " Cih aku cungkil mata mu itu baru tau".Kesal Eve.
"Mana berani kau mencungkil mata indah ku ini. Baru melihat nya saja sudah membuat mu pingsan ".Ucap Alan sambil terkekeh pelan.
" Cih.. Kau masih berani menantang ku. Jangan menantang ku kalau kau tidak sanggup ".Ucap Eve sambil tersenyum miring.
" Aku sengaja mengalah pada wanita. Karena mom ku bilang wanita itu lemah dan kota sebagai lelaki yang kuat tidak boleh menyakiti wanita lemah ".Ucap Alan dengan bangga.
" Ya ampun tuan alan, kau itu sombong sekali. Kau tidak tau kalau saat ini ... ".Batin Eve.
"Kau bau sekali".Ucap Eve sambil menutup hidung nya. " Aku baru bangun tidur. Aku lupa mandi dan gosok gigi. Aku bahkan belum cuci muka ".Guman alan, Alan kembali meminum es kelapa nya. "Kau itu jorok sekali, pasti pada mu di penuhi kuman ".Guman Eve.
" Aku tidak mandi tiga hari pun tetap wangi. Kau yang menyebut ku bau. Bahkan handuk bekas keringat ku bisa ku jual dengan harga mahal ".Ucap Alan sambil tersenyum lebar.
Karena asyik berbicara, mereka sampai tidak menyadari kedatangan dua orang paru baya di mansion nya. Seorang wanita paru baya yang terlihat masih cantik kini tersenyum menatap pasangan suami istri itu. " Uuhh sosweet... ".Ais sambil tersenyum pada Alan dan Eve. Ais tidak tau kalau pasangan itu sedang adu mulut.
" Mom ".Eve segera berdiri dari duduk nya. Eve kemudian menghampiri mom mertua nya dan membawa ais duduk di sofa. " Kenapa mom tidak memberi tahu kalau sudah sampai??".Tanya Alan pada mommy nya.
"Untuk apa memberi tahu mu??. memang nya kau mau menjemput kami di bandara ".Ucap ais sambil menatap putranya yang semakin tampan itu.
Al duduk di samping istrinya . " Kau bilang hari ini ada jadwal pemotretan sekaligus iklan ".Ucap Al dengan wajah datar nya. " Aku lelah dad, hari ini aku ingin istirahat. Aku juga ingin memberi pelajaran pada manajer sialan itu ".Ucap alan.
" Masih kesal pada kejadian kemaren?? ".Tanya ais. " Tentu saja, dia itu sudah menyia nyiakan aku. Sekarang lihat apa yang bisa aku lakukan“.Ucap Alan sambil tersenyum lebar.
Eve hanya menyimak pembicaraan ketiga orang itu tanpa mau ikut menimpali nya.
"Mom dad, Eve izin ke kamar dulu ya".Ucap Eve sebelum berlalu dari ruangan itu. " Mom mau ikut ".Ais segera berdiri dari duduk nya. Kemudian ais ikut bersama Eve menaiki lantai tiga menuju kamar utama. Ais ingin memastikan apakah mereka tidur sekamar. Ais tidak ingin nasib Eve sama sepertinya.
" Eve di mana barang barang mu?? ".Tanya ais saat tidak mendapati sesuatu di meja rias.
" Emm belum Eve susun mom. Semalam Eve asyik jalan sampai lupa mengemasi make up".Ucap Eve sambil terkekeh pelan. "Kalian tidak pisah kamar kan?? ".Tanya ais.
" Tidak mom".Jawab Eve jujur . Eve dan Alan tidak pisah kamar, hanya saja Eve dan Alan tidak tidur di satu ranjang. "Mom Eve tinggal mandi bentar ya ".Ucap Eve sedikit tidak enak hati. " Iya, mom juga mau keluar. Mom cuma mau mastiin kalau kalian tidur sekamar ".Ucap ais.