
Pagi ini mereka akan mengunjungi salah satu pulau indah yang ada di bali. Letak nya lumayan jauh dari mansion alan. Kebetulan juga jadwal syuting alan kosong, jadi alan bisa memanfaatkan waktu nya untuk bersantai.
Pagi pagi sekali mereka sudah menyiapkan semua nya untuk berangkat ke pantai. Ais dan eve begitu bersemangat untuk bersantai di pulau Nusa Penida, pulau yang terkenal dengan suasana yang tenang.
Sebenar nya ada banyak pantai yang indah di bali, namun pilihan ais jatuh pada pulau nusa penida.
Di sepanjang perjalanan, ais dan eve terus saja berbincang seperti biasanya. Bahkan karena asyik bercerita mereka berdua sampai tertidur di perjalanan. "Mom mu itu paling tidak bisa diam kalau sudah punya teman".Guman al sambil menatap anak nya.
" Ya seperti itu lah istri tercinta dad, Bahkan monyet pun bisa di jadikan nya teman kalau sudah dekat ".Ucap alan sambil terkekeh pelan. " Dia juga mommy mu".Ucap Al yang tidak mau kalah dari alan.
Tanpa terasa, kini mereka sudah sampai di pulau Nusa Penida. Sementara dua orang wanita itu masih saja terlihat lelap dalam tidur nya. "Kau bangunkan mom dan istri mu, dad ada urusan sebentar ".Al perlahan menjauh dari tiga orang itu.
Alan memastikan kalau dad nya benar benar menjauh, setelah itu alan tersenyum licik menatap mommy nya dan juga istri nya. Ide gila muncul di pikiran alan. " Mom Eve gempa gempa cepat bangun!! ".Ucap alan sambil menggoyang pintu mobil nya. Seketika Ais da eve terbangun dari tidur nya.
Alan tertawa dengan keras saat melihat raut wajah panik mom dan juga eve. " Di mana gempa?? ".Tanya ais dengan pikiran yang masih ling lung. " Di samping bibir mom,bahkan gempa nya sampai tsunami ".Ucap alan sambil menuju pada air liur yang mengalir di sudut bibir mom nya.
" Alan!! ".Teriak ais, ais tersadar kalau putra nya itu sudah membohonginya. "Maaf mom alan tidak bermaksud ".Ucap alan yang masih saja tertawa dengan keras. Eve terlihat terdiam dengan wajah yang di tekuk, bagaimana tidak jantung Eve terasa terbang.
" Kau itu kenapa?? ".Tanya alan saat melihat Eve memasang wajah datar dan kedua mata Eve yang terlihat merah. "Gila".Guman Eve sambil keluar dari mobil.
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya al kembali. Al segera menghampiri istri nya.
Kemudian al membisikkan sesuatu pada istrinya. Ais seketika tersenyum malu dengan kedua pipi yang terlihat memerah. " Hubby".Ais mencubit pinggang al dengan gemas.
"Alan bawa Eve berkeliling ya".Ucap ais sambil tersenyum menatap menantunya.
" Mom dan dad mau ke mana?? ".Tanya alan.
" Ini tempat penginapan mu, Dan aku sudah membayar nya untuk tiga malam".Ucap Al sambil mengirim lokasi penginapan pada Alan. "What tiga malam, Tapi dad besok aku ada jadwal syuting aku hanya bisa menginap satu malam di sini ".Ucap Alan.
" Aku sudah membayar manajer gila mu itu, jadi kau tenang saja. Nikmati waktu libur mu".Ucap Al dengan wajah datar nya.
"Lalu kalian mau kemana??. Kalian akan meninggalkan kami?? ".Tanya Alan yang tak Terima jika diri nya di tanggalkan bersama Eve.
Al berjalan mendekat pada anak nya itu. Kemudian Al membisikkan sesuatu pada Alan yang membuat Alan membelalakkan kedua mata nya. " What!!. Buat adik?? ".Guman Alan dengan suara keras nya. Hal itu membuat Al refleks membungkam mulut putra nya itu.
"Kau sendiri yang ingin adik kan ".Bisik Al lagi.
Ais yang merasa malu pada menantunya, segera menarik suaminya menjauh dari anak dan menantunya. " Hubby ais malu ".Ucap ais sambil menenggelamkan wajah nya di lengan Al. " Kita itu sudah tua hubby".Ucap ais lagi.
"Sayang ini satu satu nya cara agar alan bisa berdua dengan Eve".Ucap al sambil mencium bibir istrinya. Ais terlihat sangat menggemaskan walaupun umur nya tak muda lagi.
" Lalu kita akan ke mana ?? ".Tanya ais pada Suami nya. " Ke tempat yang pasti nya kau sukai ".Ucap Al. Mereka berdua pun meninggalkan dua orang yang masih termenung menatap kepergian mom dan dad nya.
" Kasian di tinggal ".Ledek Eve sambil tersenyum menatap Alan. " Diam kau ".Bentak alan. Alan segera menaiki mobil nya di ikuti oleh Eve. Kali ini alan akan datang ke tempat ke suka an nya. " Kita mau ke mana?? ".Tanya Eve. " Nanti kau juga tau ".Jawab alan tanpa mengalihkan pandangan dari jalanan di depan nya.
Setelah hampir lima belas menit di perjalanan, akhirnya mereka sampai di sebuah tempat yang terkenal di nusa penida.
Ya itu Adalah restoran sekaligus bar . Secret Penida restaurant &bar.
Alan segera masuk ke dalam tempat itu tanpa menunggu eve terlebih dahulu. Eve turun dari mobil dengan wajah kesal nya. Eve segera mengejar alan masuk ke dalam restaurant itu.
" Kau mau pesan apa??. Cepat jangan lama lama aku sudah lapar".Ucap alan dengan wajah datar nya. "Aku tidak lapar ".Ucap Eve yang masih kesal pada alan.
" Ya sudah, aku tidak memaksa. Kalau kau tidak mau juga lebih bagus itu artinya aku tidak perlu mengeluarkan uang ku untuk mu".Ucap alan sambil tersenyum. Alan memesan beberapa menu makanan yang ada di restaurant itu.
Tak butuh waktu lama, kini semua pesanan alan sudah tersusun di atas meja.
"Permisi".Ucap seorang wanita yang membuat tatapan alan beralih pada nya.
" Boleh aku bergabung??".Tanya wanita itu.
Alan menatap lekat wajah wanita itu, sepertinya alan pernah bertemu dengan nya, tapi entah di mana. "Silahkan".Jawab Eve.
" Makasih ".Ucap wanita cantik itu sambil tersenyum menatap alan.
" Kau, sepertinya aku pernah bertemu dengan mu".Ucap alan sambil mengunyah daging di dalam mulut nya. "Di bandara".Ucap wanita itu sambil tersenyum tipis.
" Ohh iya, mana mu. Kara rongsokan ".Ucap alan sambil tersenyum kekeh pelan. " Enak aja, kau bilang nama ku kara rongsokan!!Nama ku karamel".Kesal wanita itu pada alan.
"Maaf aku lupa".Ucap alan sambil terkekeh pelan." Bisa kebetulan ya kita bertemu di sini".Ucap alan tanpa mengalihkan pandangan nya dari Kara. Seorang penggemar yang menurut nya sangat unik.
" Ohh iya gimana kau sudah jadi penggemar nyata ku belum?? ".Tanya alan. Alan terlihat akrab pada kara. " Tentu saja belum, atau lebih tepat nya tidak. Aku sudah bilang, aku hanya menyukai mu di film ".Ucap Kara sambil meminum jus yang baru saja di pesan nya.