My Strong Wife

My Strong Wife
Episode 3



" Dari mana saja kau. "


Baru saja Syila masuk kamar, sudah ada suara yang mengintrupsinya. Dia menatap jengah sepasang manusia yang sedang duduk berdampingan di sofa sambil tangan si perempuan melingkar di lengan laki-laki.


" Makan. " Jawab Syila cuek.


Dia berjalan santai ke kamar mandi tanpa mempedulikan tatapan sengit dari dua manusia itu.


Brakk... Wisnu dan kekasihnya terlonjak kaget mendengar suara pintu kamar mandi yang ditutup keras.


" Benar-benar menyebalkan. " Kesal Elly, wanita berwajah bule itu menyandarkan kepala ke bahu Wisnu.


" Jangan pedulikan dia. " Ucap Wisnu. Matanya masih menatap lurus pintu kamar mandi.


" Baby. " Elly bangun dari posisi duduknya, berpindah posisi duduk di pangkuan Wisnu. Kepalanya bersandar di dada laki-laki itu sambil sesekali mengendusnya.


Wisnu sedikit risih dengan sikap kekasihnya yang agresif. " Elly, jaga sikapmu. "


Elly memukul pelan dada Wisnu. " Apa? Kamu takut dilihat istrimu? " Ucap Elly, mendongak menatap wajah kekasihnya, berusaha mencari jawabannya dari raut wajah Wisnu.


Wisnu gelagapan. " Tidak mungkin. Aku sama sekali tidak mempedulikannya. " Ucapnya sedikit berbohong. Selain dia tidak nyaman dengan sikap Elly yang selalu agresif, juga ada rasa tidak enak jika Syila melihatnya.


" Baguslah. " Elly tersenyum puas, lalu kembali menyandarkan kepalanya di dada Wisnu.


Keromantisan yang mereka rasakan harus berhenti ketika tiba-tiba..


Byurrrr......


Syila tersenyum puas setelah menyiram mereka dengan air.


" Oh no.... " Ucap Elly melihat bajunya yang basah. Dia segera bangun dari pangkuan Wisnu, dan menghampiri gadis yang baru saja menyiramnya dengan air.


" Apa kau tidak punya sopan santu hah? " Teriak Wisnu yang sudah berdiri di samping Elly.


" Seharusnya saya yang bertanya kepada kalian, apa kalian tidak punya sopan santun? Seorang suami bermesraan dengan wanita lain, di depan istrinya pula. Hah, benar-benar mengagumkan. " Syila bertepuk tangan pelan seolah-olah memberikan penghargaan atas perilaku dua manusia di depannya.


" Cih. Asal kamu tahu ya? Wisnu tidak pernah mengharapkan pernikahan ini. Jadi kamu jangan bersikap seolah-olah menjadi istri yang tersakiti. " Elly tersenyum merendahkan gadis di hadapannya.


Syila tersenyum kecut mendengar ucapan kekasih suaminya. " Saya tidak merasa tersakiti. Saya hanya tidak suka ada orang yang merusak mata suci saya. Apalagi itu suami saya sendiri, hah, saya tidak mau ikut menanggung dosa karena membiarkan suami saya bermesraan dengan wanita yang tidak sah untuknya. "


Wisnu tertegun mendengar ucapan Syila. Gadis itu tidak cemburu, tapi hanya takut berdosa karena membiarkan suaminya bermesraan dengan perempuan lain.


" Silahkan kalian melakukannya asal tidak di depan mataku. Aku tidak peduli. " Setelah mengucapkan kata itu Syila melempar gayung yang ada di tangannya ke sembarang arah, lalu berjalan menuju ke pintu.


" Mau kemana kau. " Teriak Wisnu sebelum Syila keluar.


Syila menghentikan langkahnya di ambang pintu. " Kemana saja asal tidak melihat kalian melakukan dosa. " Ucap Syila.


Brakkk..


Syila menutup pintu dengan keras sampai membuat Wisnu dan Elly tersentak.


" Ternyata dia semengerikan itu kalau sedang marah. " Gumam Wisnu dalam hati.


Di luar, Syila berjalan secepat mungkin menjauh dari kamar itu. Tidak mempedulikan pandangan aneh orang-orang yang berpapasan dengannya. Syila sendiri tidak tahu bagaimana raut wajahnya sekarang, dia menghapus cepat air yang tiba-tiba menetes dari matanya.


" Suami kejam. " Maki Syila dalam hati.


Di hadapan Wisnu dan Elly dia memang tidak menunjukkan rasa sakitnya, dia tidak mau semakin direndahkan oleh sepasang kekasih itu. Tapi karena sekarang dia sudah menjauh dari hadapan mereka, dia bebas melampiaskan rasa sakitnya.


________