
Setelah mandi dan mengganti pakaian nya dengan pakaian casual, kini eve beranjak menuju ranjang nya. Eve benar benar lelah setelah sehari menjelajahi laut. Eve mengambil ponsel nya lalu Eve membuka galeri nya di mana ada banyak foto foto diri nya saat menyelam tadi. Eve memang sangat suka pada pemandangan bawah laut.
Eve menghela nafas panjang. "Aku belum puas menjelajah. Dan besok aku akan datang ke laut selanjutnya".Ucap Eve sambil tersenyum bahagia.Eve se cinta itu pada lautan. Bagi Eve laut adalah tempat di mana ia busa menenangkan pikiran nya. Semua hal yang berhubungan dengan Laut Eve suka.
Di saat Eve sedang asyik melihat foto foto nya, Ponsel nya tiba tiba saja berdering. Memperlihatkan nama alan yang tertera di layar ponsel nya. "Kenapa dia tiba tiba menelpon ku?? ".Guman Eve. Eve segera mengangkat telpon dari alan.
" Ada apa al?? ".Tanya Eve dengan suara sedikit lembut.
" Aku sudah sharelock, datang ke sini sekarang juga. Sebelum dad datang, mom bilang sebentar lagi dad akan datang ke penginapan kita".Ucap alan dari seberang sama. Suara alan terdengar tak bersahabat.
"Aku malas. Aku sedang rebahan, dan aku tidak ingin meninggalkan ranjang ku".Ucap Eve. Eve ingin memberi pelajaran pada alan.
" Cepat lah, aku tunggu sekarang juga. Aku tau kau berada tidak jauh dari penginapan ku".Ucap alan.
"Aku tidak mau, memang nya kau siapa berani memaksa ku. Biar saja mom memarahi mu. Bukan nya tadi kau yang tidak mau memberi lokasi mu".Ucap Eve. Setelah itu Eve pun matikan sambungan telpon nya.
" Kau pikir aku mau mengikuti semua keinginan mu. Tuan muda tuan muda aku ini bukan lah tipe wanita yang bisa di atur semau mu,maka nya jangan membuat ku kesal".Ucap Eve sambil tersenyum bahagia. Eve tidak dapat membayangkan bagaimana wajah kesal alan saat ia tiba tiba menutup telpon nya.
Di sisi lain..
Alan melempar ponsel nya dengan kasar. Alan benar benar kesal saat Eve tiba tiba memutuskan sambungan telpon nya.
"Aku benar benar tidak habis pikir pada wanita itu".Ucap alan dengan kedua tangan yang terkepal dengan erat. " Bisa bisa aku menikah dengan wanita keras kepala ples arogant".Ucap alan sambil melihat pelipis mata nya.
Di saat alan sedang kesal pada eve, tiba tiba saja pintu nya di ketuk. Alan mengusap wajah nya dengan kasar. Alan yakin kalau yang mengetuk pintu nya adalah mom atau dad nya. "Eve kau di mana!! ".Ucap alan dengan frustasi.
" Heii bodoh cepat lah buka pintu nya!! ".Teriak seorang wanita dari luar penginapan alan. Mendengar suara yang sangat ia kenal alan pun berlari untuk membukakan pintu.
Cek.. lek..
Alan membuka pintu dengan perlahan.
BUG.. eve menendang pintu dengan kasar.
" Lama sekali!! ".Ucap eve dengan wajah datar nya. Alan yang terkejut sampai memegang dada nya. "Kau itu wanita jadi jadian".Ucap alan. Eve hanya melemparkan tatapan malas nya pada alan.
" Kau bilang tadi nggak mau datang ".Ucap alan sambil menatap Eve yang kini duduk di sofa ruang tengah. " Kau bisa diam tidak, kalau ku bicara sekali lagi aku akan pergi dari sini. Dan aku akan bilang pada mom kalau kau lah yang mengusir ku".Ancam Eve sambil menatap tajam alan.
"Cih kau menjadikan mom ku sebagai
senjata ".Ucap alan. Alan segera duduk di samping Eve. " Kau sudah mandi?? ".Tanya alan sambil menatap eve dari ujung rambut hingga ujung kaki. "Sudah".Jawab eve ketus.
" Kau menyewa penginapan juga?? ".Tanya alan pada eve.
" Pertanyaan mu banyak sekali, aku lelah menjawab nya ".Ucap eve. Eve segera berdiri dari duduk nya. Perut eve sedari tadi terus berbunyi. "Kau mau kemana?? ".Tanya alan saat melihat eve berjalan ke arah dapur.
Eve mencari sesuatu di dalam kulkas yang bisa ia makan untuk mengganjal perut nya. Sambil menunggu mom dan dad mertua nya datang. Setelah mencari cukup lama, akhirnya Eve menemukan sebungkus sosis.
Sementara itu, alan yang masih berada di ruang tengah mencium aroma sesuatu. "Sosis aku" . Alan segera berlari ke dapur. Langkah alan terhenti saat ia menatap sepiring sosis yang sudah di goreng di campur dengan saus pedas.
Padahal alan sudah menyembunyikan sosis itu sebaik mungkin agar mom nya tidak bisa menemukan sosis milik nya. Tapi malah Eve yang memakan nya. Alan hanya bisa menatap nanar pada sosis yang di makan Eve.
"Kenapa?? ".Tanya Eve dengan raut wajah seperti orang yang tak bersalah.
" Itu punya ku, kenapa kau goreng?? ".Guman alan. " Kau mau?? ".Tanya Eve pada alan.
Alan menganggukkan kepala nya, Alan mengulurkan tangan nya untuk mengambil sosis di dalam piring. Namun tangan alan hanya bisa menggantung di udara, saat Eve tiba tiba menarik piring yang berisi sosis pedas itu. " Kalau kau mau bikin sendiri. Punya ku sedikit untuk aku sendiri saja tidak cukup".Ucap Eve.
Alan hanya bisa menelan saliva nya saat melihat Eve memasukkan sosis ke dalam mulut nya. "Enak kan?? ".Tanya alan dengan senyuman yang sulit di artikan. " Enak".Jawab Eve dengan mulut yang di penuhi sosis dan nasi. Kedua pipi Eve terlihat gembul."Itu kan sosis mahal".Ucap alan.
"Kau mau ke mana?? ".Tanya eve saat melihat alan berjalan meninggalkan dapur. Namun alan tidak menjawab pertanyaan dari eve. Alan mempercepat langkah nya.
" Ini punya mu ".Eve meletakkan sepiring sosis tampan saus di atas meja.
" Kau habiskan saja".Ucap alan.
"Kalau tidak mau ya sudah aku tidak memaksa. Akhirnya aku bisa makan dua bungkus sosis goreng".Ucap eve sambil tersenyum bahagia.
*
*
20:00..
Terlihat empat orang kini di ruang tengah penginapan alan. Mereka sibuk dengan perbincangan ringan dengan di temani secangkir teh.
Ais mengajak eve keluar . Karena Al ingin menginterogasi alan.
Setelah eve dan ais pergi dari ruangan itu, kini Al menatap tajam pada anak nya. " Kenapa kau meninggalkan eve sendirian di pantai?? ".Tanya Al dengan wajah datar di sertai tatapan tajam nya.
Alan terdiam sambil menggigit bibir nya. Alan sudah menyangka dari awal pasti dad nya menyuruh beberapa pengawal untuk mengawasi mereka. " Bukan aku yang meninggalkan nya dad, tapi dia yang mengusirku".Ucap alan.
"Alan jangan sampai kau menyesal seperti dad. Walaupun kau tidak suka pada eve, tapi setidak nya kau perlakukan dia dengan baik.
Kau akan menyesal jika suatu saat terjadi sesuatu pada nya ".Ucap Al.
Alan mengerutkan kening nya.
" Tidak akan terjadi sesuatu pada wanita arogant itu".Batin Alan.