My Protective Brothers

My Protective Brothers
All men are the same? #PART 26



Siapa bilang mempunyai empat kakak tampan itu gampang? Lihatlah Freya, kini gadis itu sibuk membacakan satu per satu surat yang berasal dari para fans keempat kakak tampannya.


"Buang aja kali, kak. Gak guna tau gak surat-suratan kaya gini,"protes gadis cantik itu.


Gerald mengusap puncak kepala Freya. Kini pria itu mulai membawa tubuh Freya kearah pangkuannya. "Sini kakak bantu,"ucapnya.


Freya mengerucutkan bibirnya sebal. Untuk apa mengirim surat jika sudah ada WhatsApp? Dasar gadis-gadis itu bisanya merepotkan Freya saja_-


"Kak Azri bantuin dong." Freya menggoyang-goyangkan kaki kakak dinginnya itu. Sementara yang diganggu, hanya bersikap acuh.


"Gak Kak Kelvin, gak Kak Azri semuanya nyebelin. Ternyata bener ya kata orang-orang, semua cowok tuh sama aja." Freya membanting surat-surat tidak penting itu. Gadis itu berjalan kearah Rezvan, lalu duduk dipangkuan pria tampan itu.


"Marahnya ke Kelvin, tapi emosinya malah ke Azri. Gimana sih kamu, dek?"


Farrel mendekati adik kecilnya itu. Pria itu mencium kedua pipi Freya. "Keatas, gih. Temen-temen kakak mau pada kesini,"titah pria itu.


"Gak, males ah!" Freya memeluk Rezvan dari arah depan. Gadis itu memegangi dadanya kaget, saat Azri dengan sengaja menggoyangkan tubuh adik kecilnya itu. "Ish! Kakak,"gerutunya.


"Keatas, gih. Ntar ketemu Kelvin nangess."


Belum sempat Freya membalas perkataan kakak gilanya itu, tubuhnya sudah terangkat oleh seseorang. "Jangan marah mulu, anak kecil. Kemarin itu aku cuman nemenin Nara doang, gak lebih,"jelas seseorang itu.


Freya melebarkan tangannya kearah Farrel, berharap jika kakaknya itu menjauhkan dirinya dari pria modus ini. Akan tetapi harapan Freya pupus, karena Farrel lebih mementingkan sahabat gilanya itu. Saat Freya kecewa, disitu lah Gerald tertawa. Pria itu memang kurang waras jika berada didekat Freya.


"Kakak, aku tabok nih, ya!"


Mendengar ancaman itu, Gerald semakin mengencangkan suara tawanya. Gerald benar-benar definisi kakak yang sangat menyebalkan.


Tubuh Gerald ambruk, saat Azri dengan sengaja mendorong tubuh pria tampan itu. Azri mendekat kearah Freya, lalu ia mengambil alih tubuh Freya dari gendongan seorang Kelvin. "Udah jangan rewel lagi, jelek!"


Azri membawa Freya kearah kamar miliknya, setelah itu ia juga membawa masuk Kelvin. "Selesaiin masalah kalian disini, kakak gak mau ada pertengkaran dirumah ini,"tegas pria itu.


Setelah Azri keluar dari kamar miliknya, Freya mulai menatap Kelvin dengan tatapan sinisnya. Gadis itu masih saja marah soal kejadian kemarin. "Aku udah ngejelasin semuanya, by. Kok kamu gak percaya sih?!"


Kelvin duduk disamping Freya, kemudian pria itu membawa tubuh ringan Freya kearah pangkuannya. "Hey, aku gak mungkin jatuh cinta sama Nara, dia cuman temen aku."


"Kita juga berawal dari temen, kan?"


"Enggak, aku jatuh cinta sama kamu dari awal kita ketemu, dan aku gak pernah nganggep kamu sebagai temen aku."


"Tapi kan Kakak temenan sama Kak Azri dll."


"Apa hubungannya sih, sayang? Ya, aku emang temen Abang kamu, tapi aku gak pernah anggep kamu sebagai temen aku. Yang aku pikirin dulu, aku pingin jadiin kamu sebagai pacar aku, dan sebagai istri aku dimasa depan nantinya."


Freya. Gadis itu menyembunyikan muka malunya kearah dada kekar Kelvin. Kelvin tersenyum melihat tingkah lucu gadisnya itu. "Udahan marahnya, ya?"bujuk pria itu.


Freya tersenyum manis kearah Kelvin. Gadis itu bahkan sudah berani mencium bibir manis milik Kelvin. "Coklat 2 dus, ya?"pintanya.


......••••••••••••••......


Gerald menatap sinis Nichol, karena pria itu dengan sengaja membawa masuk Nara kedalam rumahnya. Farrel yang menyadari situasi darurat ini, ia menyuruh Gerald untuk membawa keluar Nara dari sini. Bisa gawat jika Freya tahu jika Nara si pembully nya ada disini.


Gerald menatap sinis Nara. Pria itu menyeret paksa Nara dengan cara yang tak lazim. "Lo ngapain ada disini?!"emosi pria itu.


"Ketemu lo, Rald! Gue berjuang mati-matian kesini cuman karena lo."


Gerald memutar bola matanya malas. Apa-apaan gadis ini?


"Adek gue bisa marah kalo dia tau lo kesini, Nar. Please lo pulang sekarang, gue gak mau adek gue salah paham lagi."


"GUE PACAR LO, RALD!"


"Lo emang pacar gue, tapi ini cuman paksaan. Kalo bukan karena kak Farrel, gue gak akan mau pacaran sama cewek gila kaya lo."


Gerald masuk kedalam, pria itu menutup pintunya dengan cukup kencang. Nara tersentak kaget mendengarnya.


"Apa sebenci itu lo sama gue, Rald?"


Nara tertunduk lesu. Gadis itu memang sudah mencintai Gerald, tapi pria itu sendiri malah semakin membencinya. Nara iri dengan Freya? Tentu. Freya punya semuanya, bahkan gadis cengeng itu dicintai oleh Gerald, yang notabenenya sekarang adalah pacarnya sendiri. Menjadi seorang Freya sangatlah beruntung, bukan?


......••••••••••••••......


"Kak, Freya ikut rapat yah?"


Farrel mengalihkan pandangannya kearah semua karyawannya. Ya, hari ini ia ditugasnya untuk menggantikan sang Ayah dalam rapat penting. Dan kebetulan hari ini ia juga membawa Freya sang adik kesini.


"Dek, diem aja disini, ya. Rapat itu gak seru tau,"bujuk pria itu.


Freya menggelengkan kepalanya pelan, gadis itu menghampiri Farrel, lalu memeluk kakak tertuanya itu. "Mau ikut kakak,"balasnya.


Farrel menghembuskan nafasnya pasrah. Pria itu menatap mata Freya, lalu menganggukkan kepalanya pelan, pertanda bahwa pria itu mengizinkan Freya untuk ikut rapat bersamanya.


Farrel mendudukkan tubuh Freya di kursi sebelahnya. Pria itu sibuk menyampaikan ide yang ia buat untuk partner kerjanya, sementara Freya, gadis itu sibuk menundukkan kepalanya. Rapat ini membuatnya mengantuk.


"Kak."


Farrel menghentikan pembicaraannya. Pria itu menatap wajah adiknya dengan tatapan seriusnya. "Kenapa?"tanyanya


"Rapatnya gak seru."


Sudah Farrel bilang, bukan?!


TBC.....