
Freya menatap wajah tampan kakak tertuanya ini dengan tatapan kagumnya. Ia heran,kenapa kakak tertuanya ini bisa setampan ini? Perlahan,tangan kanannya refleks menyentuh hidung mancung milik kakak nya itu. Farrel pun merasa terganggu akan hal itu. Perlahan,ia bangkit dari tidurnya,lalu menatap adik kecilnya dengan tatapan gemasnya. "Ada apa?"tanyanya.
Freya menggelengkan kepalanya lucu. Ia malah masuk kedalam pelukan kakak tertuanya itu,lalu mencium salah satu pipi kakak nya dengan gemas. "Kakak lucu,Freya suka,"pujinya sembari tersenyum manis.
Farrel tersenyum manis. Sedetik kemudian,ia menatap adik kecilnya itu dengan tatapan curiga. "Kamu gak biasanya kaya gini,sebenernya kamu mau apa?"tanya Farrel to the point.
"Freya mau lari pagi,kak. Kakak ikut yah."
Mendengar ajakan membosankan itu,Farrel menarik selimutnya kembali. Ia paling tidak suka harus berolahraga. Farrel paling anti dengan hal itu.
Freya. Gadis kecil itu berusaha sekuat tenaga untuk menarik selimut kakak nya kembali. Tapi hasilnya gagal,tenaganya tidak cukup kuat untuk menarik selimut bergambar Doraemon tersebut.
Freya mengerucutkan bibirnya sebal. Kakak tertuanya ini benar-benar menyebalkan. Dengan segera Freya masuk kedalam selimut kakak nya itu,lalu ia memeluk Farrel dari arah depan. Farrel tersenyum melihatnya. "Rebahan lebih enak,dek. Olahraga gak enak,"sindirnya.
Freya mengecup kedua pipi kakak nya itu. "Kalo kakak gak mau olahraga bareng aku,aku gak akan mau lagi ngobrol bareng sama kakak,"ancam Freya sembari pergi dari kamar kakak tertuanya itu.
Farrel menatap kosong kearah dinding kamarnya. Ia tidak salah mendengar, kan? Mana mungkin seorang Freya berani mengancam kakak tertuanya? Tapi,apa itu tadi? Tanpa berpikir panjang,Farrel langsung saja berganti pakaiannya. Ia tak ingin adiknya itu marah kepadanya hanya karena hal sepele. Farrel kan kakak yang baik :)
Setelah semuanya sudah siap,Farrel dengan segera turun kearah bawah. Dibawah sana sudah ada adik kecilnya yang sedang sibuk tertawa bersama Rezvan dan Delsya,sahabat adik kecilnya.
"Jadi lari?"tanyanya sembari mengusap puncak kepala Freya.
"Jadi,kak. Tapi aku bawa Delsya,gak apa-apa,kan?"
Farrel menggelengkan kepalanya pelan. "Iya,gak apa-apa,"jawabnya.
"Kalian mau lari?"tanya Rezvan memastikan.
Freya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Daripada lari,mendingan sekarang kalian jemput Gerald,gih!"titah Rezvan.
Gerald? Okay,Freya sepertinya kenal dengan nama itu,tapi ia tidak mengingatnya. Ia benar-benar bodoh. Freya memukul kepalanya pelan,ia mencoba untuk mengingat siapa nama itu,dan kemudian senyuman manis pun terukir dari wajah cantiknya. Akhirnya ia mengingat siapa itu sebenarnya Gerald.
Gerald Fatih Albizari Abrisam. Seorang pria tampan dari pasangan Albert Abrisam dan Neyna Alina Abrisam. Gerald merupakan kakak keempat dari Freya. Diantara semua kakak laki-laki Freya,memang Gerald lah yang paling dekat dengan Freya,karena semasa Freya lahir,Gerald lah yang menggendong serta mengasuh adik kecilnya ini. Gerald benar-benar kakak yang baik,bukan?
Tanpa aba-aba apapun,Freya langsung saja menarik tangan Farrel dan Delsya kearah mobil. Dan yang ditarik pun hanya bisa menghembuskan nafasnya pasrah,terlalu sulit untuk Delsya menolak ajakan Freya yang satu ini. Kapan lagi Delsya bertemu secara langsung dengan kakak tertampan sahabatnya itu. Haha.
Farrel menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang. Ia tak mau terburu-buru jika menyangkut tentang keselamatan. Padahal,sedari tadi adik kecilnya itu merengek agar Farrel mempercepat jalan mobilnya. Akan tetapi, Farrel membalasnya hanya dengan gelengan kepala saja. Ia tak mau jika adik kecilnya itu terluka hanya karenanya.
Setelah 10 menit,akhirnya mereka bertiga sampai di bandara. Tanpa berlama-lama lagi,Freya langsung saja turun dari mobil,lalu berlari kearah seorang pria tampan yang sedang berdiri di tempat pemberhentian taxi. "Kak Gerald,"teriaknya yang membuat sang empu mengalihkan pandangannya kearah adik kecilnya itu. Gerald tersenyum melihatnya.
Delsya. Sedari tadi gadis cantik itu hanya diam mematung. Ia menatap kakak dari sahabat nya ini dengan tatapan kagumnya. Benar kata Freya,Gerald adalah pria yang tertampan di keluarganya,bahkan visual seorang Azri pun masih kalah jauh. Gerald benar-benar sempurna.
Farrel menepuk pundak sahabat adiknya itu. Ia mengkode agar Delsya memperkenalkan dirinya kepada Gerald. Delsya yang mengerti akan hal itu,dirinya tersenyum penuh makna kearah Gerald. "Hai,kak. Kenalin nama aku Delsya,panggil aja Del atau gak Sya. Mau manggil sayang juga boleh,"goda Delsya.
Gerald tersenyum kecil. Jujur saja,ia menyukai type seorang gadis yang seperti Delsya. Gadis yang ceria,imut, dan tidak tahu malu,itu semua ada di dalam diri seorang Delsya. Dan Gerald sangat menyukai gadis yang seperti itu. Dia benar-benar pria tampan yang aneh_-
"Gerald Fatih Albizari Abrisam,panggil aja Gerald,"balas Gerald sembari tersenyum manis kearah sahabat adiknya itu.
"Kalo panggil sayang,boleh?"
Freya mengacak rambutnya frustasi,ia benar-benar malu kali ini. Sahabatnya ini benar-benar gila. Selama hidupnya,ia tak pernah menemukan seorang gadis yang berani-beraninya bertanya tentang hal bodoh kepada kakak termudanya ini. Delsya benar-benar membuatnya gila.
"Boleh,"jawab Gerald.
Farrel dan Freya sama-sama membulatkan matanya tak percaya. Sementara Delsya? Gadis itu sedang bertepuk tangan dengan gembira.
"Kak,kakak sehat,kan?"tanya Freya kepada kakak termudanya itu.
Gerald tersenyum manis. "Kakak sehat,dek!"jawabnya.
Freya menatap kakak tampannya itu dengan penuh curiga. Selama ini,belum pernah Gerald bersikap manis kepada seorang gadis kecuali kepada dirinya. Tapi hari ini? Gerald tersenyum penuh makna kepada Delsya,sebenarnya ada apa ini? Freya benar-benar tidak bisa membaca pikiran kakak termudanya itu.
"Gak usah dipikirin. Kakak cuman mau bikin sahabat kamu seneng,udah gitu aja,"ucap Gerald sembari mengusap puncak kepala adiknya itu.
Freya mengangguk mengiyakan. Tapi tetap saja,pikirannya masing melayang kemana-mana. Ia masih curiga kepada kakak termudanya itu. Sementara Farrel? Pria itu sudah ada didalam mobil. Dirinya sudah sangat bosan melihat kerukunan antara kedua adiknya ini.
"CEPATLAH MASUK!"teriak Farrel kesal.
Delsya tertawa kecil melihatnya. Semakin Farrel kesal,semakin ia menyukainya. Ya,Delsya menyukai Farrel,bukan Gerald. Menggoda Gerald? Itu adalah cara nya untuk membuat Farrel cemburu. Entah cara nya itu berhasil atau tidak,yang penting Delsya sudah berusaha.
"BENTAR KALI,KAK!"balas Freya.
"CEPET MASUK ATAU KAKAK TINGGAL?!"
Tanpa aba-aba apapun,Gerald langsung saja menarik tangan adiknya itu untuk masuk kearah mobil. Dan tanpa Freya sadari adegan romantis Kakak dan adik itu dilihat oleh Kelvin.
Kelvin mengepalkan tangannya kuat-kuat. Ia sangat tidak terima,jika apa yang sudah menjadi miliknya,disentuh oleh orang lain. "You're so naughty, baby!" batinnya kesal.
See you next part,Babai!