My Protective Brothers

My Protective Brothers
Salah Paham #PART 20



Kelvin mengacak rambutnya frustasi. Ia benar-benar memikirkan siapa pria yang bersama pacarnya kemarin. Ingin bertanya pun, ia tidak bisa. Pasalnya, ia terlalu malu untuk menanyakan tentang hal ini kepada Freya. Ia benar-benar seorang pria yang pengecut.


Tring...


Kelvin memandang pesan yang ada di ponsel nya itu dengan tatapan malasnya. Pesan itu dari Freya, pacarnya yang sangat ia sayangi. Kelvin sangat ragu untuk membalas pesan pacarnya itu. Akan tetapi,keraguannya itu terkalahkan oleh rasa penasarannya. Akhirnya, Kelvin memutuskan untuk membalas pesan pacarnya itu.


To: Sayang


Kemarin siapa yang jalan bareng sama kamu?


Kelvin tak ingin berbasa-basi lagi. Ia langsung saja menanyakan hal yang sangat menganggu pikirannya tadi. Kelvin juga mengabaikan isi pesan yang Freya berikan untuknya. Urusan pria yang kemarin jauh lebih penting,batin Kelvin.


From: Sayang


Yang mana? Kemarin aku jalan bareng Delsya,kak Farrel, sama kak Gerald.


Okey,Gerald. Kelvin baru pertama kali mendengar nama itu. Siapa Gerald-gerald itu? Bahkan jika dilihat dengan mata telanjang, Kelvin jauh lebih baik dari si Gerald-gerald itu. Tak percaya? Yasudah.


To: Sayang


Siapa itu Gerald?


Sudah habis batas kesabaran Kelvin kali ini. Katakanlah ia memang pria yang possessive. Akan tetapi, hal ini Kelvin lakukan semata-mata hanya untuk menjaga miliknya, Freya nya. Kelvin tak ingin kehilangan gadis imut itu.


From: Sayang


Nanti juga kamu tau.


Sikap seperti inilah yang sangat Kelvin tidak sukai dari seorang Freya. Freya itu cuek, selalu ingin diperhatikan, tidak ingin dibentak, seseorang yang misterius,tapi anehnya Kelvin sayang. Terkadang, Kelvin juga tak mengerti dengan dirinya sendiri. Bisa-bisanya ia sangat menyayangi gadis imut nan lucu itu. Padahal, sejak dulu Kelvin tak pernah di menyayangi dan mencintai seorang gadis sampai sedalam ini. Freya benar-benar beruntung memiliki Kelvin.


Kelvin melempar benda pipih itu kearah lantai. Ia tak peduli jika handphone nya itu rusak ataupun retak, yang sekarang ia pikirkan hanyalah pria itu,pria yang bersama pacar imutnya kemarin. Siapa pria itu? Kelvin benar-benar kesal kepadanya.


Jika bisa Kelvin ingin menghajar pria kemarin itu hingga babak belur. Akan tetapi, niatnya itu ia urungkan, karena jika Freya mengetahui tentang hal ini,ia akan dimarahi habis-habisan. Kelvin tidak mau jika pacarnya itu marah kepadanya. Itu sangat menyakitkan baginya.


Kelvin tak ingin berdiam diri lagi. Ia langsung saja pergi kearah garasi rumahnya, kemudian menaiki salah satu mobil sport nya lalu menjalankannya kearah rumah Freya.


Sesampainya di sana, Kelvin langsung saja menerobos masuk, dan yang pertama kali Kelvin lihat adalah Freya yang sedang berpelukan dengan seorang pria yang bernama Gerald-gerald itu. Dengan raut wajah emosi, Kelvin langsung saja menghampiri pacarnya itu, ia menarik Freya kedalam pelukannya. Freya yang diperlakukan seperti itupun kaget. Ada apa dengan pacarnya ini?


"Kamu sehat,kan?"tanyanya sembari berusaha menyentuh dahi Kelvin. Berniat untuk mengecek suhu tubuhnya. Akan tetapi niatnya itu ia urungkan, karena dengan sengaja, Kelvin menjauhkan dahinya itu dari Freya.


"Dia siapa?"


tatapan milik Kelvin kini membuat Freya merasa terintimidasi. Padahal, selama ini,dirinya belum pernah merasa setakut ini dengan Kelvin. "Kak Gerald? Dia itu kakak aku yang termuda,"jawab Freya yang berusaha tenang.


Kelvin menatap pacarnya itu dengan tatapan curiga. Ia berusaha mencari kebohongan di mata Freya, akan tetapi tidak ada. Freya jujur, dan harusnya ia percaya akan hal itu. "Beneran? Gak bohong,kan?"tanyanya.


Freya menganggukkan kepalanya pelan.


Kelvin tersenyum melihatnya. Ternyata selama ini, ia hanyalah cemburu belaka. Ia benar-benar merasa bodoh, bisa-bisanya ia cemburu dengan kakak iparnya sendiri. Kelvin benar-benar malu sekarang.


Sementara Gerald? Pria itu sedari tadi menatap drama dihadapannya ini dengan tatapan malas. Perlahan, ia mengambil tubuh mungil milik adiknya itu kedalam pelukannya. "Tenang aja, gue kakak termudanya Freya. Kenalin, nama gue Gerald. Salam kenal,"ucap Gerald memperkenalkan diri.


"Nama gue Kelvin. Gue pacarnya adek lo."


Ah! Ingin rasanya Gerald membuang pacar adiknya ini ke laut sana. Kelvin benar-benar terlihat menyebalkan di mata seorang Gerald. Perlahan, Gerald mendekati pacar adiknya itu, ketika sudah ada dihadapan Kelvin,Gerald langsung saja memukul pelan perut Kelvin. "Jaga adik gue. Kalo sampe gue liat dia nangis karena lo, maka gue pastiin lo bakal mati di tangan gue,"ancam Gerald sembari menepuk pelan pundak Kelvin.


Kelvin menghembuskan nafasnya kasar. Ternyata pria dihadapannya ini lebih berbahaya 2x lipat daripada Azri, Kelvin harus lebih hati-hati jika dekat dengannya.


"Siap,"balas Kelvin.


Gerald tersenyum singkat kearah Kelvin. Dirinya masih tidak yakin, jika pria dihadapannya ini bisa menjaga perasaan adiknya dengan baik. Yang ia bisa percaya hanyalah Azri seorang, yang lain tidak.


Kelvin menganggukkan kepalanya singkat.


"Gue gak akan izinin lo, buat bawa adik kecil gue ini keluaran sana,"larang Gerald.


Kelvin menatap Farrel dengan tatapan memohon nya. Akan tetapi Farrel hanya mengangkat bahunya acuh. Ingin menolong pun, Farrel tidak bisa. Pasalnya, adik laki-lakinya itu akan berubah menjadi seseorang yang sangat ganas, jika menyangkut tentang adik kecilnya. Dan Farrel takut akan hal itu. Ia memang kakak tertua yang lemah.


"Gue gak akan bawa Freya jauh-jauh, kok. Palingan cuman ke mall deket sini doang,"bujuk Kelvin.


Gerald menggelengkan kepalanya. Ia takkan membiarkan adik kecilnya itu berjalan bersama dengan pria tak jelas ini.


"Kak, Freya mohon."


Gerald mengalihkan pandangannya kearah adik kecilnya itu. Ia mengusap puncak kepala Freya dengan sayang, lalu mengecupnya. "Gak boleh, sayang!" larangnya.


Mata Freya kini sudah berkaca-kaca. Percayalah, ini hanyalah ekting semata. Freya memang sangat hebat dalam melakukan hal seperti ini.


Gerald yang melihat mata adiknya itu sudah mulai berkaca-kaca, mau tak mau ia harus menuruti semua permintaan adiknya itu. Gerald tak mau jika adik kecilnya itu menangis karenanya. "Yaudah, iya boleh. Tapi, pulangnya jangan kemaleman. Minimal jam 8 harus udah sampe dirumah,"putus Gerald.


"Maksimal jam berapa?"


"Jam setengah 9,"sinis Gerald kepada Kelvin.


Kelvin meneguk saliva nya dengan susah payah. Gerald benar-benar lebih berbahaya daripada Azri. Mulai hari ini, Kelvin akan lebih waspada terhadap pria ganas dihadapannya ini.


Farrel mengkode adik kecilnya itu untuk segera membawa Kelvin keluar dari kandang macan ini. Bisa bahaya jika Kelvin terus-terusan berada di tempat ini. Freya yang mengerti akan kode itu, ia langsung saja menarik lengan Kelvin,lalu membawanya ke luar.


"Kita mau pergi kemana,kak?"tanya Freya kepada pacar tampannya itu.


Kelvin tersenyum manis kearah Freya, ia harus pura-pura bahagia dihadapan pacarnya itu, walaupun sebenarnya ia masih dilanda ketakutan akibat kejadian tadi. "Beli makanan aja, yuk. Buat nanti malem, biar kakak-kakak kamu gak usah repot-repot nyuruh maid buat masak,"ajak Kelvin.


Freya tertawa kecil mendengar ajakan pacarnya itu. "Kakak mau nyogok Kak Gerald, ya?"tebak nya.


"Enggak, kok. Cuman kakak inisiatif aja buat beliin makan malam buat kakak-kakak ganas kamu itu,"elak nya.


Tanpa berlama-lama lagi, Kelvin langsung saja menyuruh pacarnya itu agar masuk kedalam mobil. Setelah itu, Kelvin langsung saja menjalankan mobilnya kearah restaurant terdekat.


"Kakak kamu suka makan apa?"tanya Kelvin ketika dirinya dan Freya sudah tiba didalam restaurant itu.


"Yang Freya tau, kak Gerald itu suka semua jenis makanan,"jawab Freya.


Kelvin mengacak rambutnya frustasi. Niatnya, untuk menyogok calon kakak iparnya sepertinya akan gagal. Kali ini, Kelvin mencoba untuk mengedarkan pandangannya itu ke segala penjuru. Pandangannya kini terhenti kearah seorang pria yang sedang asik mengobrol bersama Erick, sahabat Kelvin. Kelvin tersenyum melihatnya.


"Bro,"sapa Kelvin kearah pria yang sedang bersama sahabatnya itu.


"Kelvin? Lo ngapain disini? Dan itu...kenapa adik gue lo bawa keluar rumah?!"omel pria itu.


"Tenang aja, gue kesini cuman mau beli makanan buat entar malem. Eh ngomong-ngomong, lo kan kakak nya si Gerald, nah gue mau tanya nih,makanan yang disukain sama si Gerald itu apa,ya?"


Pria itu a.k.a Rezvan tertawa kecil. Dirinya tahu, bagaimana sifat asli Gerald jika menyangkut tentang adik kecil mereka. "Lo takut sama Gerald, ya?"tebak Rezvan.


Kelvin tertawa mendengar tebakan sahabatnya itu. "Gue? Takut sama anak kecil? Gila apa gue,"sanggah nya.


Tap...Tap....Tap


"Gue? Anak kecil? Gila kali lo!"


Okay, habis lah nyawa Kelvin sekarang.


See you next part gais....