My Protective Brothers

My Protective Brothers
Jalan-jalan #PART 10



Happy reading.....


Sinar matahari masuk kedalam kamar seorang gadis cantik yang sedang tertidur pulas. Bukan hanya ada gadis cantik itu saja,tetapi di kamar itu juga terdapat seorang pria tampan yang berusaha membangunkan sang adik kecilnya.


"Dek,bangun,ini udah pagi,"ucap pria tampan itu.


"Five more minutes,please!"pinta gadis cantik itu.


"No,baby! Get up right now or get


punished?" tawar pria tampan itu.


"Yes,I wake up right now,"putus gadis cantik itu


pasrah.


Pria tampan itu tersenyum manis. "Good girl! Oh


iya! Jangan lupa bangunin keempat sahabat kebo kamu itu ya,"pesan pria


tampan itu.


"Baik,kak!"balas gadis cantik itu.


Setelah selesai dengan urusannya,pria tampan itupun


memutuskan untuk turun kebawah. Sementara gadis cantik itu? Ia langsung saja berjalan kearah kamar mandi dengan langkah gontainya. 15 menit kemudian,gadis cantik baru saja menyelesaikan ritual mandinya.


"Del,bangun udah siang,"ucapnya yang berusaha membangunkan Delsya. Tak lama kemudian Delsya bangun dari tidur nyenyaknya itu. "Iya,gue bangun,"balasnya.


"Sip,kalo gitu ntar bangunin juga yang lain,ya. Gue tunggu dibawah,"pesan gadis cantik itu yang dibalas anggukan kecil oleh Delsya.


Gadis cantik itupun memutuskan untuk turun kebawah dan menemui ketiga kakak nya yang sedang makan bersama Dalbert dkk.


"Hallo,Freya yang cantik dan imut ini datang membawa sejuta kebahagiaan." Ya,gadis cantik itu adalah Freya,anak perempuan satu-satunya di keluarga Abrisam.


"Berisik,dek!"tegur Farrel.


Freya mengerucutkan bibirnya lucu.


Kelvin. Salah satu sahabat dari Azri,ia tersenyum manis. Menurutnya adik kecil dari ketiga sahabatnya ini sangatlah lucu. "You're mine,"batinnya.


"Dek,duduk sini! Jangan cemberut mulu,gak enak diliatnya,"titah Rezvan sembari menepuk kursi disebelahnya,mengkode Freya agar duduk disampingnya.


Freya pun menurut saja,ia duduk diantara Rezvan dan Erick.


"HALLO GAIS,DELSYA DAN KAWAN-KAWAN DATANG NIH!"teriak Delsya.


"Berisik,sayang!"tegur Aland kepada calon pacarnya itu.


Mendengar teguran itu,Delsya bungkam seketika. Entah kenapa jika Aland yang menegurnya,ia akan langsung diam,biasanya ia takkan menurut begitu saja. Ini sangat aneh.


"Jangan dulu romatis-romantisan,ya. Inget disini masih banyak jomblo,"sindir Freya.


Aland menatap adik sahabatnya dengan tatapan tajamnya. Benar-benar menganggu suasana,batinnya kesal.


"Yaudah makan dulu,yuk. Pacarannya dilanjut nanti,"ucap Farrel yang mencoba untuk mendamaikan situasi ini.


Akhirnya,semuanya pun memilih untuk diam dan makan. Selesai makan,Freya menghampiri Azri lalu ia duduk dipangkuan kakak nya itu.


"Kak,kapan jalan-jalannya?"tanyanya sembari memeluk Azri dengan sangat erat.


Azri pun membalas pelukan adik kecilnya itu. "Nanti malem ya,sayang! Kalo sekarang,kakak lagi sibuk sama tugas, gak apa-apa,kan?"tanyanya.


Freya menganggukkan kepalanya paham. Ia tak boleh menjadi adik yang egois. "Iya,kak. Gak apa-apa,aku paham,kok!"jawab Freya.


Azri tersenyum manis. "Good girl. You are a good sister,baby!"gumamnya sembari mengecup puncak kepala Freya sayang.


...•••••••••••••••...


Malam pun tiba. Freya dan keempat sahabatnya turun dari arah tangga dengan langkah anggunnya. Farrel yang melihat adiknya itu turun dari arah tangga,ia tersenyum manis. Sungguh,adiknya ini benar-benar sangatlah cantik.


"Kalian juga ikut?"tanya Freya kepada Dalbert dkk.


"Iya,Frey! Kita ikut,lumayanlah di traktir si Azri,mana bisa kita nolak!"jawab Erick sembari tersenyum polos.


Freya memutar bola matanya malas,jika menyangkut soal masalah traktiran,Dalbert dkk selalu saja berada di yang paling depan. Benar-benar memalukan.


"Gue sama Delsya,ya!"pinta Aland.


"Boleh,yang mau jadian mah beda,kan!"goda Alice yang membuat pipi Delsya seketika merona.


"Jangan lupa pj nya ya,Del!"ucap Freya mengingatkan.


Farrel mengusap puncak kepala Freya untuk memintanya berhenti menggoda sahabatnya itu. Freya yang mengerti akan hal itupun menutup mulutnya rapat-rapat.


"Gue sama Rezvan dan Freya,"ucap Azri yang langsung diberi tatapan tajam oleh Farrel. *Harusnya Freya sama gw,"*batin Farrel tak terima.


"Gue sama Anatha,"ucap Dalbert.


"Gue sama Mikaela,"teriak Erick.


"Oke,berarti Alice,Kelvin, sama Nichol sama gue,"putus Farrel yang diangguki oleh semuanya.


Mereka pun pergi kearah mobilnya masing-masing. Kecuali Azri,pria itu pergi kearah kamarnya terlebih dahulu,untuk mengambil sebuah sweater yang akan ia berikan kepada adik kecilnya nanti.


"Dek,pake ini,"titahnya kepada Freya.


"Buat apa?"


"Baju kamu terlalu terbuka,pake ini,takutnya ntar kamu masuk angin,"jawabnya sembari memberikan sweater itu kepada Freya.


Freya hanya menurut saja. Jika ia melawan perintah kakak dinginnya itu,maka ia jamin,kejadian mengerikan pada saat Azri emosi di waktu itu akan terulang kembali, dan Freya tak ingin hal itu terulang kembali.


"Udah,yuk,berangkat. Takutnya yang lain udah pada nyampe,"ajak Rezvan.


Freya dan Azri pun mengangguk.


Mereka bertiga pergi kearah garasi,lalu menaiki mobil mewah yang baru saja Azri beli kemarin. Azri menjalankan mobilnya itu dengan kecepatan penuh,ia tak mau jika kakak tertuanya mengomel hanya karena ia dan kedua adiknya ini telat.


Sementara Rezvan dan Freya? Kedua kakak beradik itu hanya bisa berdoa kepada tuhan agar mereka bertiga selamat sampai tujuan. "Ya Allah selamatkan lah nyawa kami bertiga,amin,"batin mereka didalam hati.


...••••••••••••••••••••...


Kini,mereka semua pun telah sampai di mall terkenal. Semua orang yang ada disini menatap mereka dengan tatapan kagum. Akan tetapi,mereka tidak peduli akan hal itu. Mereka semua sudah terbiasa dengan situasi yang seperti ini.


Di mall tersebut,mereka semua membeli banyak sekali barang, dan kini mereka sedang berada di sebuah restaurant yang terkenal akan makanan khas nya.


"Pelayan,"panggil Erick kepada pelayan.


"Iya,kak. Mau pesan apa?"tanya pelayan itu.


Erick mengalihkan pandangannya kepada semua sahabatnya itu. "Gw yang pesenin?"tanyanya yanglangsung diangguki oleh semuanya.


"Oke,mbak. Saya mau pesen The Glamburger nya 3,Posh Pie nya 13,Louis X111 Pizza nya 2, sama Golden Opulence Sundae nya 13,"pesannya.


Pelayan itupun mengangguk paham, "baik,mas. Ditunggu pesanannya sebentar."


"Iya,mbak. Silahkan,aku tungguin kok soalnya kan aku setia,"goda Erick kepada pelayan itu.


Nichol yang tepat berada disamping Erick,ia memukul kepala sahabatnya itu dengan tenaga yang cukup kuat. "Awssh!"ringis Erick kesakitan.


"Jangan jadi fakboy mulu,lo! Kasian si Indah lo selingkuhin mulu,"tegur Nichol.


Tring!


Erick tidak menanggapi teguran sahabatnya itu,ia malah sibuk membalas pesan yang berasal dari pacar pertamanya,yaitu Indah.


Form: Indahcayang.


Rick,lagi dimana?


Membaca pesan singkat itu,Erick tersenyum senang.


To: Indahcayang.


Lagi di restaurant bareng temen-temen. Bentar yah,WA kamu aku block sulu. Soalnya ada gebetan baru aku disini,takutnya dia curiga.


Inilah definisi Fakboy yang sesungguhnya :)


see you next part,babai.