
Sore harinya aku menjenguk tante rama di rumah sakit.katanya sih dia tifus dan harus dirawat inap ,padahal kakiku masih sakit gara2 jatuh kemarin ,tapi mama sruh aku jenguk tante hemm... .tak sengaja kulihat vesa berjalan keluar rumah sakit .“vesa?”
“o....hai fan?”
“njenguk sapa ?”
“oo...temen,dia dirawat disini “
“sapa?”
“ada lah,anak 15.kamu ga kenal paling “
“oh gitu,”
“yaudah aku ditunggu temen ni ,duluan ya hony ,bye..”
“yaudah sana...”
“Aneh,dia tadi barusan kerumahku dan dia sekarang udah disini?siapa yang dijenguknya ya?.”kataku pada diriku sendiri. Aku menuju vip r 65 .aku melihat seseorang yang tak asing dari dalam ruang vip,dia barusaja masuk ke ruang no 63 ,seperti sendi,tapi aku tak yakin.aku mengabaikannya, mungkin aku salah lihat Seusai pulang dari sana aku melihat mama sudah pulang “hai ma,tumben pulang nya awal .”kataku mencium mama “mau jenguk tante kamu lah,terus nanti malemnya mau ada arisan di rt .”
“oooo gt....”kataku sambil menaiki tangga ke kemarku.“o ya sayang,tolong kasih tau tante dena buat berangkat arisan nya melam inijam 8 ya sayang,mama minta tolong soalnya kemarin tante dena ga ikut ,mama berangkat dulu ya sayang “
“iya mam...”
“jangan lupa lo...”
“iya mam....”Aku menuju balkon kamarku.terlihat reno sedang memanasi dan mencuci motor kesayangannya.“ren,”kataku padanya.“hem...”kata ren tak melirikku sama sekali “bilangin ya sama mama kamu kalo arisan rt nya malam ini jam 8”
“yang di kasih amanat siapa?bilang aja sendiri !”katanya ketus padaku “ya kamu kan anaknya .”
“walaupun aku anaknya ga mesti kan aku harus tau tentang arisan mama aku “katanya nyolot banget bikin aku sebel .“tapi kan,.....ah!mama kamu dirumah ga?”tanyaku ketus padanya .membuatnya tak menjawab 1 patah katapun.“ren!,....reno!aku tanya mama kamu dirumah ga!?”kataku dengan nada sebelas dua belas marahin sama tanya ngegas.lebih tepatnya membentaknya.dia masih tak menjawab dan tak menghiraukanku sama sekali .aku turun dan asal masuk ke rumah reno yang tak ditutup pintunya .
“he?mau apa masuk asal masuk?”katanya ketus padaku “kamu ditanya ga dijawab,yaudah aku masuk lah “kataku tak kalah ketus darinya .“lo ga tau sopan santun ya?kalo mau masuk rumah orang itu ketok pintu dulu,assalamualaikum dulu,ga main masuk gitu “
“terus kenapa emangnya kalo gua langsung masuk ,hem?”
“ya lo ga sopan !gua lebih tua dari lo tau,lo nggak pernah panggil gua mas”katanya ketus padaku”mas ap ,ikan mas ogah banget ya “kataku. “apa ini ribut2 “kata tante dena pada kami “e tante,ga papa ,ini Cuma masalah kecil ,”kataku ramah dan berjabat tangan dengan tante dena .“kamu ini gimana sih ada tamu malah ga disuruh masuk,e malah di marahin didepan pintu gimana kamu ini ren2 “kata tante dena pada kami “ia ya tante harusnya kan kalo ada tamu dipersilahkan masuk terus duduk ya tan ,kan tata krama nya gitu ya tan ?”kataku menyndir reno
“iya,gimana sih kamu ,ayo nak fitria masuk,ibu lagi bikin puding didalem ,ayo nyicipin “kata tante dena menarikku kedapur .“lo ma,bukannya aku yang suruh nyicipin tadi ,kok jadi fitria ?”kata reno .“udah kamu nyuci motor aja,toh kamu juga ga bisa masak ,ga bisa mbantuin “kata tante dena terus membelaku.aku menjulurkan lidah pada reno.“dasar ya emang cewe!hah!besok aku ga mau punya anak cewe!”kata reno kembali mencuci motornya.
Aku memainkan gitarku malam hari mama arisan jadi aku ga perlu hawatir dia bakal marah2 denger aku nyanyi keras2 ,ya aku akuin suaraku emang bagus,tapi juga ga sebagus titi puspa,dan parahnya aku ga tau titi puspa itu siapa,ya pokoknya ga sebagus agnes monica aja deh biar ga ketauan kalo suaraku jadoel,ya ga jadoel amat sih ,ah pokoknya intinya suaraku lumayan ,gt..lanjut aku tadi lagi main gitar sambil nyanyi lagunya
WHEN I WAS YOUR MAN aransemen dari gua sendiri pake gitar
Aku duduk di kursi teras aras dekat balkon kamarku.
WHEN I WAS YOUR MAN
Our song on the radio but it dont sound the same
When our friends thalk about you all it does is just tear me down
Couse my heart breaks a little when i hear your name
It all just sounds like ooooooooooohhhhh....
Mmmm,o young to dumb to realize
That i should ‘ve bought you flowers
And held your hand
Should’ve gave you all my hours
When i had the chance
Take to you every party couse all you wanted to do was dance
Now my baby’s dancing but she’s dancing with another man.
“ga ngira lo bisa nyanyi “kata reno dari rumahnya,”
“ngajak debat lagi?”kataku ketus padanya“suara lo lumayan tapi permainan gitar lo buruk “katanya mencela ku “apa?”
“nada dasar a yang lo mainin harusnya bukan a tapi a7 ,terus f nya masih sumbang,mungkin karna lo ga panjang jarinya,terus nada c nya juga sumbang,lo kurang nekan ,hah...jujur deh lo bisa ga sih main gitar?”katanya sambil melipat kedua tangannya
“apa?!,kenapa sih lo harus komen!dan kenapa rumah lo ada di sebelah gua?lo tau hal apa yang paling gua benci?...gua benci pernah ketemu lo .ngerti ?”kataku padanya ,aku menutup pintu kamarku .cukup keras sampai jendelanya pun bergetar .aku sadar kalo permainan gitarku tak bagus karena jariku yang tak terlalu lentik.bahkan bisa dibilang ga lentik”.tapi kenapa dia ngungkit2 tentang gua bisa main gitar atau nggak.aku benci itu”kataku menggerutu.tak lama kemudian aku mendengar suara petikan gitar.itu reno dia bermain gitar.lagu yang tak asing bagiku dia menyanyikannya dengan apik .
“maafkanlah bila ku selalu membuatmu marah dan benci padaku
kulakukan itu semua hanya untuk buatmu bahagia
mungkin ku Cuma tak bisa pahami
bagaimana cara tunjukan maksudku
aku Cuma ingin jadi terbaik untukmu...”
dia menghentikan lagunya sampai di lirik itu“.apa dia coba minta maaf?”tanyaku pada diriku sendiri.“ah bodo amat....”kataku berjalan menuju tempat tidurku.belum sampai aku ke tempat tidurku aku kembali dan membuka pintu. Kulihat hanya sebuah gitar disana.tak ada reno atau siapapun.“apa aku bermimpi?,apa aku berhayal?,oh tuhan harusnya aku ga keluar, ahhhh.....”kataku menutup pintu kamarku .sebenarnya itu memang benar2 reno,dia meninggalkan gitarnya diluar dan mengambil coffe.Reno keluar rumah saat aku telah masuk kamarku.
“hah.......apa dia tak keluar sama sekali?dia melihat gitarku kan,apa dia tak mau menungguku bermain?apa dia marah padaku?apa aku keterlaluan?”kata reno pada dirinya sendiri.