My Neighbor: Reno

My Neighbor: Reno
PINJAM



“ok kak yang lama juga ga papa...”kata anya meninggalkanku dan reno.


“apa?nya,lo ,,,,lo ngiklasin gua gitu aja ...anya,nya....”kataku memanggilya yang sudah berjalan pergi “sekarang apa?”kataku pada reno.”kamu bawa buku2 itu dan kasih tau ruang 2 yang baru di sebelah utara sana.kudengar dibangun lagi.”katanya berjalan di depanku.“apa?,itu jauh ,dan aku harus bawa buku2 sebanyak ini?”


“lakuin atau aku laporin kepsek kamu telat masuk minggu lalu.”aku bisa apa kalo itu.oh tuhan,apa hidupku sesial ini.!”oh...ni orang...sama anya aja alus banget,e sama aku?”.kataku pada diriku sendiri saat melihatnya sudah berjalan di depanku.aku mengikutinya,.


“ini ruang apa?”kata reno menunjuk 1 ruang yang besar.“bisakah aku beli roti dulu?aku belum sarapan gara2 tadi berangkat pagi”kataku memohon pada reno.“ga bisa kamu harus nylesein tugaskamu dulu ,jadi pemanduku.”katanya ketus padaku.


“apa ada orang sekejam dia,aigo!”kataku kesal.“ini ruang apa?”kata reno bertanya.“ini ruang olahraga,baru peralatannya lebih lengkap dari pada yang dulu.belum digunakan soalnya lagi di daftar dulu sama TU .”


“kamu tau banyak.”katanya padaku.“sedikit,aku ini ketua kelas,aku tau lah sekolah ini.”kataku menyombongkan diri “baru jadi ketua kelas aja bangga.”katanya menyindirku.“kalo itu?,”


”itu jelas2 ada tulisan kamar mandi.”kataku judes padanya.reno menengok pada tulisan itu.


“hah?wakil ketua osis yang bodoh,bisakah kamu membantuku membawa kertas ga mutu ini?berat banget.”kataku ketus“aku tau kok,Cuma ngetes aja apa kamu bener2 tau,mana bisa kaya gitu ,bawa sendiri lah ini hukumanmu.”kata reno sambil berjalan meninggalkan ku.bel sekolah pun berbunyi.tanda anak2 harus memulai pelajaran lagi .“apa hukumanku sudah selesai?”kataku kepada reno.“apanya yang selesai?bawa ini ke kelasmu.itu buku bu dwi ,dia ke kelasmu kan setelah ini?”kata reno padaku.“apa?lalu kenapa dia nyuruh aku buat bawa buku ini keliling sekolah kalo ini harusnya di kelas.sialan dia!”kataku kesal.akupun kembali ke kelas.


“fan?”kata reno memanggilku.“ape?”


“jam istirahat nanti tolong ambilkan buku matematika di kelas 7e”kata reno padaku.“aku tak janji,kenapa ga lo aja sih !”kataku sebal“karena kalo aku pasti banyak yang minta ttd ku,percaya atau nggak aku seperti artis kalo masuk ke lingkungan kelas 7 “kata reno padaku.“itu kelas pojok,aku bisa menghabiskan istiahat keduaku hanya untuk jalan dari kelasku ke sana!”


“kamu lakuin atau aku lapor kepala sekolah....”


“kao aku telat minggu lalu?,oh tuhan apa hanya itu idemu untuk mengancamku?”kataku pada reno ketus.“memang itu yang ku inginkan ,agar kau tak menghabiskan uangmu di canteen “Aku meninggalkannya .


Benar saja istirahat keduaku ku habiskan dengan mengambil buku tipis di meja kelas 7e,bukunya bahkan kecil seperti buku cerpen yang dijual di sd ku dulu.“misi dek mau ambil bukunya kak reno “


“suruh siapa?”kata salah satu adek kelas “apa kamu ga pernah diajari sopan santun,bicaralah pelan pada kakakkelasmu “


“iya deh “


“mana bukunya,dasar anak kecil”kataku pada salah satu adek kelas.aku kembali ke kelas 2 menit sebelum bel sekolah berbunyi.aku masuk kelas dengan emosi setelah menitipkan buku itu pada april untuk memberikannya pada reno,ia tampak senang jadi aku tak mempermasalahkan.“lo dari mana fit?”kata anya “ngambil buku dan menghabiskan 2 * istirahatku.”


“oh..apa kau sudah makan?”


“tentu belum lah,”


“kalo gitu nanti pulang kita makan ok sayang.”


“bagus lah kalo gitu”


Setelah bel pulang sekolah berbunyi .aku dan anya bergegas ke gerbang sekolah,.reno dengan motornya berenti tepat di depanku.


“aigo!,apa kamu ga bisa muncul di depanku dengan pelan?”kataku memarahinya.“naiklah!”katanya ketus“apa?”


“apa perlu aku menyeretmu?”


“h?”


“naiklah!”Akhirnya aku naik ke motornya.dengan terpaksa.


“nya,aku..”kataku belum selesai.“aku meminjamnya lagi ya”kata reno tersenyum pada anya “sure,silahkan “kata anya kembali tersenyum“apa?apa apaan kalian ini.memang aku barang?”aku memukul bahu reno .anya meninggalkanku dan berjalan untuk mengambil motornya.“dasar kau,kasihan anya,tau!”


“pegangan!”kata reno padaku.aku memegang pundaknya “bukan pundak “


“apa?”Dia menarik tanganku .“ah apaan ?”


“kamu bisa jatuh”


Dia mengegas motornya dengan cepat.reflek daripada jatuh aku memeluknya dari belakang “kita mau kemana?”


“udah ikut aja,,diem “Dia membawaku ke tempat yang sangat indah,sebuah sungai dan ada jembatan gantungnya .so beautyfull.“aaa...gila bagus banget “kataku berteriak “kau suka?”


“aku belum pernah mengajaknya kesini”


“benarkah?”


“terakhir aku kemari saat aku kelas 6 sd ,dan belum seramai ini,”


“ini masih sepi “


“ya tapi dulu belum ada rumah makan disana.”


“ngomong2 rumah makan ,gara2 kamu,aku belum makan “


“lalu?kok aku?”


“kau harus minta maaf”


“oh baiklah,maaf”


“dan kau harus meneraktirku.”


“memang itu yang aku inginkan.”dia menarikku ke rumah makan itu,menunya aku sangat menyukainya,kami makan di atas jembatan ,sangat asyik .“kenapa kau tak membawanya kemari ?tanyaku sambil melahap ikan bakar didepanku .“walaupun sudah 2 tahun dengannya aku belum sepenuhnya percaya dia “


“maksudmu,kau mempercayaiku?”


“ya nggak juga,aku Cuma ingin kemari “


“oohhh...”


“lainwktu ajaklah dia kemari,pasti dia senang “.dia hanya tersenyum aku berkata begitu.“sebenarnya aku sudah tak ingin lagi bersamanya “kata reno padaku .“why?”


“entah ...”


“jangan di paksakan kalau kau tak suka.itu akan menyakitkan bagimu,jangan terlalu pikirkan perasaan orang lain sekali2 bersikap egoislah kalo kamu emang ga suka “


“kau benar ....”


“ternyata kau tak terlalu buruk “


“benarkah ?”


“apa kau memesan ini pedas?”


“apa itu pedas?,”


“oh tuhan ...”


“bukanya kau tak suka pedas kenapa aku tadi pesan pedas ya ?”


“minum...minumku...”reno mengambil minumku dan menjauhkannya dariku .“oh yang benar saja,sini...”


“kau tak bisa mengambilnya,,,...”


“ayolah,baru saja kau kupuji”tak kusangka aku akan jatuh,tepat di atasya,aku bertatap mata dengannya,baru kali ini aku merasakannya,aku segera bangun,entah kenapa semuanya berbeda sekarang.“kau mau ini.”katanya padaku memberiku segelas air minumku yang tadi direbutnya.“ga,udah ga pedes “kataku ketus padanya.


Dia menarikku ke perahu yang disewakan di sana.kami mengambil beberapa foto bersama.ini hari yang menyenangkan bagiku.kami membagi 2 foto itu dia mendapat 5 fto dan aku mendapat 5 juga.semua foto itu gokil untukku.


Dia mengantarkanku pulang ke rumah.setelah mengobrol dan berjalan2 sebentar.tapi dia menurunkanku tepat di depan kompleks,jaraknya sekitar 1 km dari rumahku.aku harus berjalan dari depan kompleks ke rumah .betapa jahatnya dia,alasanya hanya dia tak mau mendengar vesa bertanya2 tentang mengapa kami pulang bersama.oh tuhan dia sangat kejam memperlakukanku.terkadang dia baik.tapi kadang sadisnya tak tertolong (ga ketulungan ).wkwkkwkwkkwkw.aku sempat berfikir apa ini kencan?.mana mungkin dia berkencan kalo dia sendiri masih punya pacar.tapi dia bilang mau putus.ah apa yang ku pikirkan tak masuk akal .forget it !