
Sore harinya aku menjenguk tante Irma di rumah sakit. mama dan papa menunggu tante Irma di rumah sakit. dia adalah kerabat mama satu satunya. setelah nenek meninggal hanya tante Irma kerabat kami. Papa sendiri adalah anak tunggal. Tante irma harus dirawat di Rumah sakit karna tifus. jujur aku tak terlalu dekat dengannya mengingat dia sama sibuknya seperti mama. dia mengelola perkebunan nenek setelah nenek meninggal. sekarang ia menjadi exportir buah naga. usianya sebenarnya hanya terpaut 8 tahun dariku. tapi dia sudah sukses dengan karirnya.
aku agak malas pergi dari kamarku ini. bukannya apa... kakiku masih sakit karna jatuh tadi. aku datang ke rumah sakit setelah bibi mengundang tukang urut ke rumah. aku diantar ke rumah sakit bersama bibi. tak sengaja kulihat vesa berjalan keluar dari rumah sakit.
"vesa?” panggilku dari kejauhan.
“o... fan?” ia menengok ke arahku sedikit kaget.
“njenguk sapa ?” tanyaku sembari berjalan mendekatinya.
“oo...temen,dia dirawat disini “
“sapa?” tanyaku menyelidik.
“ada lah, paling kamu ga kenal “
“oh....." kataku mengangguk.
“yaudah aku ditunggu temen ni ,duluan ya Fan" katanya buru buru pergi meninggalkanku.
“yaudah sana...”
“Aneh, dia tadi barusan kerumahku dan dia sekarang udah disini? jenguk siapa dia" kataku bermonolog.
Aku menuju ruang G vip 65. aku melihat seseorang yang tak asing dari dalam kamar sebelah. seperti danar, tapi aku tak yakin itu dia.
ga mungkin kan dia sakit tapi ga ngabarin Anya.
batinku....
aku mengabaikannya, mungkin aku salah lihat.
Kamipun berbincang di dalam ruangan.
"o iya sayang, nanti tolong kasih tau tante ami kalau arisannya di rumah tante dena jam 8, mama baru pulang nanti abis maghrib, kemarin tante ami ga ikut arisan soalnya." kata mama padaku.
"oke ma..." jawabku singkat.
Aku pulang dengan papa sedangkan mama akan pulang setelah maghrib.
aku sangat malas untuk memberi tahu tante ami sebenarnya. karna aku tau jika disana ada Reno. orang yang tak pernah ingin aku temui. Sesampainya di rumah, aku menaiki tangga menuju kamarku. aku ingat pesan mama, akhirnya aku berinisiatif untuk mengintip rumah tante ami lewat balkon.
aku begitu terkejut melihat reno sedang mencuci motor kesayangannya. tak sengaja reno juga melihatku.
"dah pulang?" katanya basa basi.
"udah..., tau dari mana gue pergi?" tanyaku padanya.
"gue kesono td... mama nanyain arisan" katanya padaku.
"oiya arisan... bilangin ya sama nyokap lo kalo arisan ntar malam jam 8 dirumah tante dena” kataku menjelaskan.
"kenapa bilang ke gue, bilanglah sendiri ke nyokap gue" katanya sambil melanjutkan aktivitasnya mencuci motor.
"lah.... lo kan anaknya .” kataku geram.
“lo disuruh mama lo ngasih taunya ke nyokap gue kan. bukan ke gue, yaudah..." katanya dengan nada yang mrnyebalkan.
“lo bener bener ya...." kataku emosi.
Reno tak menanggapiku dan tak sedikitpun menoleh padaku. tingkahnya benar benar membuatku kesal dan emosi. aku benar benar tak ingin berdebat dengannya. energiku sudah habis sejak tadi pagi. akhirnya aku turun ke bawah lalu berjalan menuju rumah Reno.
"nyokap lo dirumah ga?”tanyaku ketus padanya .membuatnya tak menjawab 1 patah katapun.
“ren!,....reno!gue tanya, ngokap lo dirumah ga!?”kataku dengan nada sebelas dua belas marahin sama tanya ngegas. lebih tepatnya membentaknya. dia masih tak menjawab dan tak menghiraukanku sama sekali. aku asal masuk ke rumah reno yang tak ditutup pintunya.
“heh... ngapain lo asal masuk?”katanya ketus padaku
“lo ditanya ga dijawab, yaudah gue masuk aja" kataku tak kalah ketus darinya.
"lo ga tau sopan santun ya?kalo mau masuk rumah orang itu ketok pintu dulu, assalamualaikum dulu, ga main masuk gitu “ katanya menerangkan.
“assalamualaikumm... tok tok tok” kataku sambil menatapnya.
"yang ikhlas...." katanya padaku.
"idih ikhlas ya.... emang elu, suruh nyampein aja ga ikhlas..." kataku menyindirnya.
"ada apa ini kok ribut banget.... eh Fani ada apa? “kata tante ami pada ku
“eh tante, ini tadi fani ngasih tau kak reno suruh bilangin ke tante arisannya jam 8 di rumah bu dena, tapi katanya Fani disuruh nyampein sendiri, yaudah makanya fani ke sini”kataku ramah dan berjabat tangan dengan tante ami.
“kamu ini gimana sih, emang dasar si reno itu, duh maaf ya Fani... kamu tu ya ren... ada tamu malah ga disuruh masuk, gimana sih... “kata tante ami pada kami
“ia ya tante harusnya kan kalo ada tamu dipersilahkan masuk terus duduk ya tan ,kan tata krama nya gitu ya tan ?”kataku menyindir reno
“iya,gimana sih kamu ,ayo fani masuk, tante lagi bikin puding didalem ,ayo nyicipin “kata tante ami menarikku kedapur .
“udah kamu nyuci motor aja tuh selesaiin."
kata tante ami sambil menarik tanganku masuk ke dalam rumahnya.
aku menjulurkan lidah pada reno.“dasar anak kecil!”kata reno kembali mencuci motornya.
malam harinya aku duduk di balkon depan kamarku. aku membawa gitarku keluar. kulihat cuacanya cukup cerah untuk duduk di sana.
WHEN I WAS YOUR MAN aransemen dari gua sendiri pake gitar
WHEN I WAS YOUR MAN
Same bed but it feels just a little bit bigger now
Our song on the radio but it dont sound the same
When our friends talk about you all it does is just tear me down
Couse my heart breaks a little when i hear your name
It all just sounds like ooooooooooohhhhh....
Mmmm,o young to dumb to realize
That i should ‘ve bought you flowers
And held your hand
Should’ve gave you all my hours
When i had the chance
Take to you every party couse all you wanted to do was dance
Now my baby’s dancing but she’s dancing with another man.
“ga ngira lo bisa nyanyi “kata reno dari rumahnya. aku berdiri dan melihat siapa yang ada di bawah sana.
“ngajak debat lagi?”kataku ketus padanya
“suara lo lumayan tapi permainan gitar lo buruk “katanya mencela ku
“hah?”
“nada dasar a yang lo mainin harusnya bukan a tapi a7 ,terus f nya masih sumbang, mungkin karna lo ga panjang jarinya, jd mindah nadanya masih ada jeda. terus nada c nya juga sumbang, jarang main gitar keknya y?,dah.....jujur deh lo sebenrnya ga bisa main gitar kan?”katanya sambil melipat kedua tangannya
“what? apa urusan lo coba, suka suka gua lah, mau jelek mau enggak ya terserah gue" kataku tak suka dengan kritikannya.
" ya urusan gue lah... gue denger dari sini, asli jelek banget didengernya, ga enak di kuping gue".katanya padaku.
"salah siapa rumah lo ada di depan rumah gua?lo tau hal apa yang paling gua benci?...gua benci pernah ketemu lo .ngerti ?”kataku padanya ,aku menutup pintu kamarku .cukup keras sampai jendelanya pun bergetar .aku sadar kalo permainan gitarku tak bagus karena jariku yang tak terlalu lentik. bahkan bisa dibilang ga lentik
”kenapa sih punya tetangga nyebelin banget”kataku menggerutu. tak lama kemudian aku mendengar suara petikan gitar. samar samar, tapi aku yakin itu suara orang bermain gitar. aku diam sejenak dan mendengarkan. itu suara reno. aku mengintip dari jendela samping kamarku.
tak terlihat jelas tapi aku yakin suara itu dari depan rumahku. dia menyanyikan lagu yang tak asing bagiku .
“maafkanlah bila ku selalu membuatmu marah dan benci padaku
kulakukan itu semua hanya untuk buatmu bahagia mungkin ku Cuma tak bisa pahami
bagaimana cara tunjukan maksudku
aku Cuma ingin jadi terbaik untukmu...”
dia menghentikan lagunya sampai di lirik itu
“.apa dia coba minta maaf?”tanyaku pada diriku sendiri
"bodo amat....”kataku berjalan menuju tempat tidurku. belum sampai aku ke tempat tidurku aku kembali ke pintu depan balkon kamarku. aku membuka pintunya,
reno pasti ingin mengejekku. makanya dia sok sokan main gitar. dia pasti mau pamer. kataku dalam hati.
hal itu membuatku kesal setengah mati. Kulihat hanya sebuah gitar disana. tak ada reno atau siapapun.
“kemana dia? " aku clingak clinguk mencarinya. " ngapain juga sih gua penasaran, ahhhh.....”kataku menutup pintu kamarku
sebenarnya itu memang benar benar reno, dia meninggalkan gitarnya diluar dan mengambil kopi. Reno keluar rumah saat aku telah masuk kamarku.
“dia ga keluar? dasar pemarah.... apa aku keterlaluan ya?”kata reno pada dirinya sendiri. dia terus melihat balkon rumahku sambil menyeruput kopi di tangannya.
...****************...
hai temen temen, maaf buat yang udah baca tapi masih berantakan ya, ini udah aku revisi buat part 9, 10 ,dan 11 nya, maaf kalo masih banyak typo nya ya, enjoy... 😊😊😊