
“nya....lu ngelepasin gua dibawa sama reno?”kataku pada anya.
"gua ga akan dateng ke ultah lo kalo lo ga ikut kak reno sekarang" ancamnya padaku.
akhirnya dengan berat hati aku ikuti kemauannya. aku tak ingin gara gara ini anya tak datang ke ulang tahunku tahun ini.
“sekarang apa?”tanyaku pada reno.
”kamu bawa kertas dan buku itu ke perpus sekarang. aku tunggu disini" katanya padaku. aku menatap gedung lantai 3 di depan mataku. "perpus lantai 3, lo gila...." kataku padanya.
"nilai c?" katanya singkat
"enak aja... kenapa sih semua orang suka banget ngancem" kataku kesal padanya.
"yaudah, anggep aja hukuman buat lo" katanya sambil melipat tangannya di depan.
"ga.... gue gamau" kataku menjatuhkan buku dan kertas itu di lantai.
“terserah... mending naik ke lantai 3 atau gue laporin kepsek kalo lo telat masuk minggu lalu, cctv di depan masih on kan ya.... ”katanya tersenyum sinis. mau tak mau aku menurutinya membawa buku dan kertas itu ke perpus di lantai 3.
"gila ni sekolah, bangun gedung tapi ga bikin lift" kataku kesal mengumpat pada sekolah ini.
setelah aku membawa semua buku itu, aku turun ke bawah dengan napas yang masih tidak teratur.
"makanya olah raga... elu lari sekali aja kelseo" katanya menyindirku.
"udah kan, bye!" kataku meninggalkannya.
"eh mau kemana..." katanya menarik bajuku seperti anak kucing di tarik oleh induknya.
“ini ruang apa?”kata reno menunjuk 1 ruang yang besar.
"lo ga bisa baca?" kataku menunjuk papan tulisan di atas pintu.
"lo harus temenin gue muter gedung ini, gedung baru kan ini? bakal sulit kalo gua ga tau satu satu ruangannya" katanya tersenyum sinis.
“gue belum sarapan ya... lo bener2 ya, gua beli roti dulu kek, gua pingsan lo mau gendong?”kataku memohon pada reno.
"ya ga papa pingsan, tinggal gua tinggal aj" katanya padaku. aku melongo mendengarnya. aku kesal setengah mati karena kelakuan reno.
“lo harus nyelesaiin tugas lo dulu jadi pemandu gua, baru gua izinnin lo pergi.”katanya ketus padaku.
“dasar nyebelin!”kataku kesal.
"ini ruang apa? kok ga ada tulisannya”kata reno bertanya.
“ ruang olahraga, baru 1mg, peralatannya lebih lengkap dari pada yang dulu. belum digunakan soalnya lagi di daftar dulu sama TU .” kataku menjelaskan.
“lo tau banyak.”katanya padaku.
“sedikit, gua ini ketua kelas, harus tau lah seluk beluk sekolah ini.”kataku menyombongkan diri “baru jadi ketua kelas aja bangga.”katanya menyindirku. aku hanya menatapnya dengan sinis.
“kalo itu?,”
”itu jelas2 ada tulisan kamar mandi, lo bego atau gimana sih”kataku judes padanya. reno menengok pada tulisan itu.
“ternyata mantan ketua osis tu bodoh juga y... lo kepilih modal tampang doang y?”kataku ketus.
"secara ga sadar lo ngakuin gua ganteng dong?" katanya mendekatkan wajahnya padaku. aku sampai mundur sedikit karna hal itu.
"dih najis..." kataku meninggalkannya berjalan di depan.
“Cuma ngetes lo bener bener tau atau enggak" kata reno sambil berjalan menyusulku. bel sekolah pun berbunyi. tanda anak2 harus memulai pelajaran lagi.
“puas lo bikin gue ga makan hari ini? udah kan? ”kataku kepada reno setelah mendengar bel yang berbunyi.
“apanya yang udah? bawa ini, punya bu ruri, kelas lo kan sekarang? " kata reno memberiku daftar absen dan beberapa buku disana.
“lo ngapain bawa absensi ke luar kelas? trs sekarang gue yang suruh bawa balik lg gitu?!”kataku kesal.
reno hanya berjalan membelakangiku menuju arah yang berlawanan dengan arah kelasku.
akupun kembali ke kelas.
“fan?”kata reno memanggilku.
“apa lagi?”
“jam istirahat ke 2 nanti tolong ambilkan buku matematika di kelas 7e”kata reno padaku.
“ga janji, kenapa ga lo aja sih !”kataku sebal
“ribet, pokoknya lo ambil terus bawa ke ruang guru, awas kalo enggak! “kata reno padaku.
“kelas 7 tu di pojok sana, lo suruh gua ngambil ke sana, terus balik lg ke ruang guru pojok sana gt? lo nyuruh gua ga istirahat lg?" kataku berteriak.
"inget, cctv....” katanya menunjuk cctv yang ada di lorong. reno tersenyum jahil dan berbalik kembali ke ruang guru.
aku hanya melongo kesal dengan tingkahnya. baru sehari dia disini dan aku sudah diperbudak olehnya.
lagi lagi jam istirahat aku habiskan dengan mengambil buku tipis di meja kelas 7e, itu hanya buku tipis setipis buku tts, isinya pun haya catatan ringkasan pelajaran.
"misi dek mau ambil bukunya kak reno “
“suruh siapa?”kata salah satu adek kelas
“ kamu ga pernah diajari sopan santun, ga sopan banget sama kakak kelas“ kataku bertolak pinggang.
salah satu anak di belakangnya menghampiriku. "kak mau ambil bukunya kak reno?, ini" katanya dengan ramah.
"makasih" kataku padanya.
“ga sopan banget, gila ya adek kelas jaman sekarang" kataku menggerutu. aku sangat malas bertemu reno, aku tak mau tambah emosi jika melihatnya. akhirnya aku memutuskan untuk masuk kelas saja setelah menitipkan buku itu pada april untuk memberikannya pada reno, ia tampak senang jadi sepertinya tak masalah.
“lo dari mana fit?”kata anya
“ngambil buku setipis tts sampe gua ga istirahat 2* gara gara reno " kataku masih sebal.
“oh..dah makan?” tanya anya
“belum lah, mana bisa makan, gua disuruh muter sekolah dr tadi" kataku menerangkan pada anya. dia hanya nyengir mendengaku menggerutu.
“ututututu... kaciannn... kalo gitu nanti pulang kita makan ok sayang.”
“bagus lah kalo gitu” aku mengeluarkan bukuku untuk kelas selanjutnya.
Setelah bel pulang sekolah berbunyi. aku dan anya bergegas ke parkiran sekolah. Anya akan mengantarku pulang setelah makan. Reno dengan motornya berenti tepat di depanku.
“gua tau lo punya motor, tp ga ngagetin juga bisa kan?" kataku memarahinya.
“naik!" katanya ketus
“dih ogah...”
akhirnya dengan terpaksa aku naik ke motornya.
"dek gua pinjem lagi ya”kata reno tersenyum pada anya
“sure,.. ajak makan kak, dia belum makan soalnya“kata anya kembali nyengir
“dikira gua barang di pinjem pinjem? lo bener bener ya nya" belum puas aku menggerutu reno sudah tacap gas. membuatku hampir jatuh.
"pegangan makannya" katanya padaku.
aku memukul bahu reno. anya meninggalkanku dan berjalan untuk mengambil motornya.
“gila lo ya!”
“pegangan!”kata reno padaku. aku memegang pundaknya
“bukan pundak “
“apa?”Dia menarik tanganku .
“ih apaan ?”
“kalo lo jatuh, gua yg kena marah bokap lo" katanya sembari memacu motornya.
“ mau kemana?”kataku padanya.
“udah ikut aja.... “Dia membawaku ke tempat yang tak terduga. sebuah warung di pinggir jalan dengan pemandangan jembatan gantung dan sungai kecil di bawahnya.
gilaaaa...lo tau tempat kaya gini dari mana? bagus banget “kataku takjub melihat pemandangan disana. masi asri, dan tak percayanya lg ini tak jauh dari sekolahku.
" suka?” tanyanya padaku. aku masih melihat sungai jernih di bawah sana.
“salah satu tempat kencan lo?" kataku padanya.
"sotoy"
"tuh banyak orang pacaran" kataku menunjuk beberapa orang di sekitar kami.
“gue belum pernah ngajak dia kesini” katanya padaku,
“masa?”
“terakhir kesini ya pas smp, dulu masih sepi, tempat nongki gua sambil belajar” katanya duduk di sebelahku. aku mengikutinya duduk.
“dulu ibu warung disana tu bukan yang itu, gatau sekarang dimana, tapi masih rame kayaknya masih enak sih, mungkin yang nerusin anaknya" ceritanya padaku. aku hanya mengangguk mendengarkannya.
"gua laper tau, gara gara lo jd ga makan dr pagi" kataku cemberut.
"lo ga bikin apa kek, sarapan, bekel gt?" tanyanya padaku.
"gak, gasempet, ga merasa bersalah gt?" tanyaku padanya
“lah.... kok jd gue?"
“iya lah....harusnya lo minta maaf sama gue" kataku cemberut.
“yaudah....,maaf”
“traktir kek" kataku meliriknya.
“tadinya sih mau gitu, tp lo ngelunjak yaudah ga jadi" katanya sambil berdiri.
"eh, enak aj... jadi lah, nih gua dah bantu lo hari ini, harus di apresiasi dong..”kataku padanya. kamipun tertawa. aku berjalan menuju warung dengannya.
kami bercerita dan berdebat atas banyak hal. tak kusangka Reno punya pandangan luas soal hidup, dia juga tak se serius yang ku bayangkan. sesekali kami tertawa karna jokes receh yang dibuatnya.
"kenapa ga diajak kesini ?"tanyaku sambil melahap ikan bakar didepanku.
“ya... gapapa, dia itu lebih suka nongki di kafe gitu, ke mall, pernah sih sekali ke tpt mirip kaya gini, dia marah2 karna di gigit nyamuk, abis itu gapernah kuajak lagi ke tpt kek gini“ katanya tertawa.
“high class gt ya...? " kataku padanya.
"hemm....tapi ya dia baik kok, orang kan beda beda “ katanya padaku. aku hanya mengangguk mendengarnya bercerita.
“ga ada nyamuk kok, coba aja ajak kesini, cari suasana baru“. kataku padanya. dia hanya tersenyum mendengarku.
"sebenarnya gua tu udah mau putus sama dia “ kata reno padaku .
“why?”
“entah, udah ga se visi misi aja sama dia...”
“ga cocok maksudnya?, lu cari yang bener bener cocok tu ga akan nemu ren, percaya deh“ kataku padanya.
“iya sih ....”
“ternyata lo ga se nerd itu y, “
“lo ngira gua nerd gt ?”
"ya selama ini, lo kan suka banget gangguin gue, tiba tiba muncul, tiba2 duduk di depan rumah malem malem" kataku padanya. reno tertawa mendengarku.
"lo nerd sih..." katanya padaku. aku mengernitkan dahi,
"serius" katanya melanjutkan.
“lo baru gua puji ya... asli nyebelin bgt ” dia tertawa melihatku tampak kesal.
selesai makan dia menarikku ke perahu yang disewakan di sana.
"foto yok?" ajaknya
kami mengambil beberapa foto disana. cukup menyenangkan bisa berlibur ala ala bersamanya.
Dia mengantarkanku pulang ke rumah.
"turun" katanya menghentikan motornya. dia menurunkanku tepat di depan kompleks yang jaraknya sekitar 1 km dari rumahku.
"kenapa?" kataku padanya
"udah nurut aja.... bye" katanya padaku
aku harus berjalan dari depan kompleks ke rumah. kutarik ucapanku tentang dia yang baik dan asik.
"asli jahat bener sumpah..." kataku padanya. dia tacap gas menghilang dari pandanganku.
betapa jahatnya dia, dia menurunkanku di depan kompleks cuma karna dia ga mau denger vesa bertanya2 tentang mengapa kami pulang bersama.
...****************...