My Neighbor: Reno

My Neighbor: Reno
MAU GUA KENALIN?



Aku terus memikirkannya semalaman. entah apa yang ada di pikiranku. tentang tugasku yang belum ku selesaikan karena aku pulang terlalu sore. tentang reno yang membuat ku merasa aneh. pikiran pikiran overthingking ku membuatku sangat pusing.


"aaaa..... make me crazy, apa aku harus menelesaikan semua tugas ini?, biologi benar benar memusingkan." aku menggerutu sendirian di kamar.


Malam ini aku tak bisa keluar untuk sekedar meminum secangkir kopi. Tugasku menumpuk dan memanggilku untuk menyelesaikannya. Aku mendengar suara batu dilemparkan ke depan kamarku. Aku tau itu Reno karna hanya dia orang yang kurang kerjaan yang suka melempari rumahku dengan batu. Aku keluar untuk menegurnya karna tak tahan dengan suaranya.


“apa! brisik tau, gua lagi pusing!”kataku sambil melipat kedua tanganku.


“akhirnya keluar juga....”


“gua lagi nugas gila, brisik banget lo ah, gara gara lo ni.” kataku menyalahkannya.


“kok gua?”


“lo ngajak gua pergi sampe sore, nurunin di jalan lagi. lo tau, gua jalan 15menit dari depan sampe sini? mending gua dianter Anya tadi, terus lo sekarang lempar2 kamar gue pake batu, kalo mau investasi batu jangan ke kamar gua...“ kataku panjang kali lebar.


“yaudah, sory deh... dah sana masuk. selesaiin dulu PR nya “katanya membawa gitarnya masuk ke dalam.


“apa aku berlebihan?”kataku dalam hati. Aku lalu masuk ke kamarku dan menyelesaikan semua PR ku.


Ku selesaikan tugas tugasku hingga pukul 12 malam. Anehnya setelah menyelesaikan semua tugas itu aku merasa tak bisa tidur sedikitpun. Ku buka pintu kamarku, berharap Reno ada di depan untuk sekedar mengajakku mengobro.


Dia tak keluar lagi. Aku sedikit kecewa tak melihatnya di bawah sana.


"tidur kah?”Kataku pada diriku sendiri. Aku menunggu sambil melihat bintang. Saat aku ingin kembali ke dalam untuk membuat secangkir coklat panas, Reno keluar dari rumahnya. Dia membawa gitarnya dan bersandar di tembok terasnya.


“kenapa? kangen?”katanya padaku tanpa melihatku


“dih pede banget, Gua insom”kataku sebal


"nyokap bokap kemana?" tanyanya padaku.


"Ke Surabaya..."


"Sendirian dong?" tanyanya lagi


“Main gitar di balkon seru kayaknya... “


katanya nyengir.


"Yaudah sini aja... mumpung gua mau bikin coklat panas ke bawah,”


kataku padanya.


“deal,”katanya lari ke arah rumahku.


“kenapa dia harus lari? semangat banget" kataku bermonolog.


Kubukakan pintu rumahku. Dia menungguku sebentar di ruang makan sembari aku membuat coklat panas untukku dan untuk Reno.


"Rumah lo gede banget tau ga, Ga takut?” pertanyaan Reno sedikit mengusikku.


“Dah biasa... kadang takut sih, tapi kadang enggak. Jadi lo gausah nakut nakutin gue.." kataku membawakan coklat panas untuknya.


“Diatas cuma kamar lo?”


"Enggak... ada ruang kerja bokap juga sih."


"boleh liat?" katanya sambil menyeruput minumannya.


“nggak...”


“kenapa?”


“kamar gua berantakan “


kataku gugup.


"Ruang kerja bokap... bukan kamar lo.." katanya sambil berdiri


"oh... mau ngapain?" kataku salah tingkah.


"liat buku... bokap lo suka banget baca kan?" katanya mendahuluiku berjalan ke lantai 2.


"tau dari mana?" kataku mengikutinya.


"kepo..." katanya singkat. Reno memang senang membuatku penasaran. Akhirnya Reno masuk ke ruang kerja papa. Dia melihat buku buku yang tersusun rapi di lemari. Aku bahkan jarang sekali memasukki ruangan ini karna papa lebih suka membaca buku tanpa diganggu.


“yok.... “katanya padaku setelah selesai melihat buku buku di sana. Kamipun menuju balkon dan duduk di sana. Reno bersiap untuk memetik gitar kesayangannya.


"mau nyanyi apa?" tanyaku sambil melihatnya.


"Bruno mars" katanya sambil tersenyum.


"Lo suka lagu Bruno Mars? sejak kapan?" tanyaku penasaran.


"emmm.... 5 tahun yang lalu mungkin..." katanya membalas pertanyaanku.


aku tersenyum mendengarnya. Aku sangat menyukai lagu lagu bruno mars. Menemukan 1 kecocokan dengan Reno membuatku tak menyangka. Orang sepertinya ternyata punya 1 kesamaan denganku.


Kami menyanyikan lagu BRUNO MARS,


Kami tersenyum setelah menyanyikan lagu itu.


“lo kenapa suka lagu itu?”kata Reno padaku


“Relate aja sama gue yang suka sendiri “kataku tersenyum


“oh.....,gitu “


"ya gitu deh... " jawabku tersenyum. Suasana hening sejenak. Tak ada kata yang keluar dari mulutku atas mulut Reno. Kita berdua memandang langit yang cerah malam itu.


“lo ga punya pacar?” Dia melontarkan pertanyaan yang seketika membuatku kaget.


"enggak" jawabku singkat


"kenapa? maksud gua kan kalo lo punya seengaknya lo ga sendirian. Ada yang nganter jemput lo, ada yang jagain lo kalo nyokap bokap lo lagi ga ada" katanya panjang lebar.


"sewa bodyguard aja kalo gitu, atau sopir, ngapain punya pacar cuma buat jagain sama nganter gua" kataku tersenyum.


"tau ah Fan..." katanya baik tersenyum mendengar jawabanku.


"loh.. bener dong ga salah dong?" kataku memulai perdebatan.


"iya bener... cuma kan... yaudah lah serah lo aja" katanya mengalah. Aku tertawa mendengar jawabannya yang tumben tumbenan tak memancing perdebatan denganku.


"lo suka banget ngajar sampe ikut program ngajar itu di sekolah gue?" tanyaku padanya.


"em... nyokap belum tau, jadi lo diem aj ya" katanya padaku.


"laporin ah..." kataku bercanda.


"jangan dong... ntar kalo gua ga diijinin, lo ga bakal liat gua yang ganteng ini di sekolah lo" katanya padaku.


"dih..." kataku sinis.


"pacar lo gimana? dah baikan?”kata ku mencoba bertanya pada Reno. Entah mengapa aku berharap mendapat jawaban negatif dari pertanyaanku


“baik. Gua sama dia lagi baik baik aja,”kata Reno tersenyum. Aku tersenyum melihat Reno. Entah kenapa ada rasa sedikit kecewa di dalan hatiku. Aku berfikir aku orang yang jahat karna mengharapkan jawaban sebaliknya dari mulut Reno.


“suka lagu apa lagi?”kata Reno padaku


“em.... it will rain “kataku lantang pada Reno


“nice!”kata Reno bersemangat.


"bisa?"


"bisa dong... tp btw lo melow person gitu y?ngegalauin siapa emangnya?" tanyanya padaku.


“apaan sih... gua pacaran aj belum pernah, mau ngegalauin siapa... “kataku dengan muka datar


“lo belum pernah punya pacar?”kata Reno kaget


“apaan sih... ga usah nyindir deh...”


kataku memukul punggungnya.


“ya maksud gua, lo kan pinter, ga jelek jelek amat, masa ga pernah punya“kata Reno padaku


“ih... ngeselin banget sih.." Dia tertawa mendengaku terpancing dengan kata katanya.


"mau gua kenalin ke cowo?"


"siapa?" tanyaku penasaran.


“tapi lo harus sabar nunggu sampe dia putus dari pacarnya,”kata Reno