My Neighbor: Reno

My Neighbor: Reno
MASA LALU



VESA


aku pulang setelah menginap di rumah fani. ku buka pintu rumahku. ku lihat kakakku duduk di kursi ruang tengah sambil memainkan laptopnya. rumah tampak sepi karna papa di luar kota sedangkan mama belum pulang dari kantor.


“Ves?”kata kak reno padaku


“ya...?”


“tolong ambilkan buku di atas mejaku dong” setelah mengambil buku milik kak Reno, aku duduk di sebelahnya.


“kak?”aku membuka pembicaraan.


“hem...”


“kakak lebih pantes sama Fani deh kalo aku liat liat, bukannya gimana gimana sih.... aku kurang suka aja kak Eni.” kataku pada kak reno. seketika tangannya yang sedang mengetik berhenti. ia menghela nafasnya.


“memang kenapa?”katanya dengan muka datar, raut muka yang paling aku benci saat kakakku yang menggunakannya. membuatku sulit untuk mencari kata yang tepat untuk menjawab. sebelum aku menjawab kak Reno meneruskan mengetik.


“ga semua hal bisa kamu nilai, apalagi kalo kamu gatau orang yang kamu nilai seperti apa, emang kamu tau Eni seperti apa sampai kamu bisa menilai Fani lebih baik daripada dia?, pikirkan dulu sebelum berkata ”katanya tanpa melihatku.


“jadi kakak ga suka sama Fani?”tanyaku dengan lancar dan tanpa kupikir panjang.


“harus aku jawab?”tanyanya dengan nada datar dan pastinya masih tak menengk ke arah ku membuatku sebal dengan perkataannya.


"harusnya aku ga usah tanya sih, emang kakak ma ga peka sama perasaan sendiri." aku menuju kamar dengan perasaan kesal. aku tau jika kakakku itu menyimpan rasa pada Fani.


aku tak sembarang berbicara. aku tau kakakku itu tipe laki laki yang cuek. mana mungkin dia mau menolong fani tadi pagi. mana mungkin dia menunggu seseorang setiap malam seperti orang gila.


aku membuka hp yang memang sengaja tak ku bawa menginap di rumah Fani.


ada 40 message yang belum ku buka di sana. aku membukannya 1 per 1


”andik,adi,sania,rena,wida,danar,danar,danar,danar,danar,danar?" 13 kotak masuk dari danar.


"kenapa dia" kataku spontan. aku sedikit panik mengingat perkataan Anya jika danar tak bisa dihubungi.


Message


From danar


Ves,gua tadi kecelakaan.


Message


From danar


Ves,gua butuh lo....


Message


From danar


Ves lo dimana sih,gua bener2 butuh lo ,gua di rumah sakit bandung,gua lagi sama axel


Yang terakhir baru masuk 10 menit yang lalu.ku buka sms nya ,


Message


From danar


Ves,lo beneran ga mau jenguk gua.?bales dong.


aku benar benar panik membaca pesannya. aku khawatir setengah mati. aku mencoba menelfonnya tapi tak diangkat. Ku bales sms itu.


For danar


Dan,sorry semalem gua nginep di rumah fani, gua ga bawa hp,gimana keadaan lo?baik kan?syukur deh udah ada axel,gua otw ke lo ya,perlu sama gua kabarin anya ga?dia kayaknya kwtir sm lo dari kemarin gua sama anya bareng,nanti gua ceritain kalo gua dah sampe rs,


Status delivery 10.24


Aku bergegas menuju rumah sakit. aku memesan taxi dan menunggu di luar.


“mau kemana dek?”tanya kak reno padaku


“ke rumah temen kak, ambil buku buat bahan study .berangkat dulu ya “ kataku panik. aku tak mau kak reno tau jika aku pergi menemui danar. aku buru buru masuk ketika taxi yang ku pesan datang.


“ati ati.... “katanya sedikit berteriak karna aku sudah masuk ke dalam taxi.


Didalam taxi terngiang saat semalam bersama anya, dia orangnya supel, cantik, baik, danar pantes kalo sama dia. aku tak perlu kawatir sekarang. aku mengenal anya tak lebih dari 2 hari, tapi seperti aku sudah mengenalnya lama sekali. aku iri dengan sikap khawatirnya tadi kepada danar. she’s so perfect . hp ku berbunyi tanda ada sms masuk .


Message


From danar


Ok,gua tunggu lo di rs,bangsal G vip no 63 ,lo ga usah kabarin anya, biar gua aja nanti....gua ga mau dia khawatir. thanks.....


"gua ga mau dia khawatir" kataku membaca ulang beberapa kali pesan itu. ada sedikit sakit dalam hatiku saat membacanya. aku mencoba fokus melihat jalanan. mengalihkan pikiranku pada hal lain.Tak lama aku tiba di rs bandung aku menuju ke ruangan yang di sebutkan oleh danar.


kubuka pintu ruangan itu. aku melihat dia dan axel disana.


“dan?”


“lo dateng Ves, akhirnya gua bisa sarapan, lo tungguin danar ya, laper gua “kata axel padaku. aku hanya tersenyum. axel pergi meninggalkan kami berdua.


“lo ga papa dan?”tanyaku pada danar.


“gua ga selemah itu.... tenang aja...,”katanya tersenyum padaku,aku juga tersenyum padanya. senyum hangat yang jarang aku lihat setelah kami putus.


“lo ga ngabarin Anya?”tanyaku padanya. aku mengambil bubur yang ada di meja. aku tau jika Danar belum sarapan. terlihat bubur yang ada di sana belum sama sekali di buka.


“belum waktunya, biar dulu, gua pingin tenang di rs “ katanya padaku. aku menyuapinya bubur.


“lo nginep sama anya?”tanya danar membuka percakapan kembali.


“hem, dia baik ya dan...,cantik, supel, ga heran lo suka sama dia ,”kataku tersenyum


“ya,..... ga salah sih....,kadang gua mikir kayak jadi orang paling jahat sedunia kalo lagi sama dia.”danar menghela nafas berat.


“dia sangat sayang sama lo, lo ga boleh sakitin dia, apalagi buat dia nangis “ kataku padanya.


“gue ga akan bikin dia nangis untuk kedua kalinya ves, gue udah janji sma diri gue sendiri" kata kata danar benar benar menyadarkanku. aku bukan lagi orang yang ingin dia jaga. sudah ada orang lain di sana. ada orang lain di hati danar yang telah menggantikanku. danar benar benar sudah menghapusku dari hatinya.


“anya pasti bahagia punya lo" kataku menatapnya. aku benar benar harus menghapus danar dari hatiku. sekarang aku adalah sahabat baiknya dan tak akan pernah lebih dari itu......:’)


Danar seseorang yang cukup dewasa pola pikirnya. dia tetap berteman baik denganku walaupun kami sudah putus.


“ves?”


“lo udah ga punya rasa sama gue kan?” pertanyaan yang membuat bulu kudukku merinding dan hatiku bergetar mendengarnya. aku takut untuk menjawabnya.


"lo masih ngarepin gue?”kataku menggodanya.


“enggak... cuma tanya aja ,”


“masih.... “ kataku padanya. dia cukup kaget mendengarnya. kami diam sejenak. aku mulai tertawa melihat ekspresinya.


"percaya?" kataku lagi padanya.


"anjir lah.... gua kira beneran, kaget gue" katanya padaku. aku hanya tertawa melihat tingkahnya.


dalam hati aku terus berkata ,masih dan,masih,aku masih menyimpan rasa ini sepenuhnya. masih sama seperti saat aku bersamamu.


“Ves... lo pantes dapet yang lebih baik dari gua”katanya memegang tanganku.


aku kembali tersenyum mendengar ucapannya, andai aku masih ada di hatimu sebagai orang yang kau cintai dan, bukan hanya sahabatmu, aku akan sangat bahagia.


Hatiku seperti dicabik –cabik saat itu, jantungku seperti melambat memompa darahku, nafasku terasa sangat sesak ,namun aku tahan semuanya dengan senyuman, mungkin benar kata danar, aku harus mencari penggantinya, aku tau sangat sulit. tapi aku bahagia melihat danar bersama Anya.


DANAR ...


Siang ini terasa lega bagiku, vesa datang menjengukku setelah hampir 2 hari tak membalas pesanku. jujur aku sangat marah pada keadaan ini. tentang kecelakaanku ini, tentang keadaanku dengan Vesa dan Anya.


Aku sangat menyayangi keduanya. aku lega mendengar Vesa sudah tak memiliki rasa padaku .mungkin dia akan segera menemukan penggantiku. aku sangat berharap dia menemukan pria yang lebih baik daripada aku.


aku harus segera memberi kabar anya ,aku lama tak mengobrol dengannya rasanya sangat rindu karna lama tak bertemu dengannya. Kuketik sms untuk anya.


for my anya


maaf ,a aku lama banget ga ngasih kabar buat kamu, mungkin untuk 4 hari ini aku ga bisa ketemu kamu dulu, aku lagi ada di kalimantan, kamu tau kan papa aku disana? aku disuruh menyusulnya mendadak.... papa sakit, disini jarang ada sinyal jadi aku tak bisa menghubungimu. aku minta maaf ya sayang :*


status delivery 14.04


tak lama anya membalas sms ku ..


message


from my anya


iya ga papa kok, lain kali kamu harus sering2 kasih kabar ke aku. aku hawatir sama kamu. kalo udah pulang kasih kabar ya. o iya salam buat papa kamu, semoga cepet sembuh. cepet pulang ya :*


aku lega setelah melihat sms itu. anya tak marah sedikitpun padaku. aku beruntung mendapatkannya. itu yang aku suka dari dia, dia sangat pengertian padaku. dia juga perhatian, dan baik. jujur dalam lubuk hatiku aku rindu padanya. aku rindu senyumnya.


“ siapa dan??”tanya vesa padaku.


“ anya ..”


“kamu udah ngabarin dia kan? “.aku mengangguk.


“dan ,aku ga bisa lama lama disini.... aku pamit pulang dulu ya...? aku ga mau kak Reno khawatir, aku izin pergi sebentar doang sama dia tadi” kataku menjelaskan padanya.


“iya... thanks ya udah dateng,”kataku pada Vesa. vesa hanya tersenyum dan mengangguk. dia lalu pergi menghilang di balik pintu. tak lama dia mengirimiku sebuah foto.


message


from vesa


ini gue sama anya waktu dirumah fani. lo pasti kangen kan sama dia


message


for vesa


thanks...


“loh... mana vesa?”tanyanya axel padaku saat kembali ke ruanganku.


“pulang lah,”


“bro... lo punya temen namanya fani?" tanyanya padaku.


"napa?" kataku menyelidik.


“ sopan banget ya dia.... “


“dia ga pernah sopan tuh sama gua “


“iye kan sama lo...” Kamipun tertawa bersama.


"sial...naksir? ”


“dia punya pacar?"


"kayaknya sih enggak, judes soalnya"


"masa sih... keknya cewe baik baik ya?"


"ya gitu deh... gua kenal sama dia dah lama"


"anak mana?"


"smp alex"


"gila anjirlah... pinter dong, ?"


"borjuis"


"mungkin ga ya dia suka sama gue"


“ya mungkin ,bisa aje kalo lo keluar dari geng ,sekolah lo baik, lo pinter... bisa tuh...”


“ngaco lo, kayaknya tipe tipe kek dia ga suka cowo minum deh"


“mana ada cewe yang suka sama cowo gituan,”


“tapi buktinya anya suka sama lo..”


“xel.....,lo pernah emang liat gua ikut minum kalian? lo pernah liat gua mainin cewe ? lo pernah liat gua ngobat? sebenernya gua ga mau jadi orang kaya gini xel.... tapi gua juga ga bisa lepasin kalian gitu aja ,”


“gua tau itu bro.... “


...****************...