
Paginya aku berangkat dengan malas. hari ini aku berangkat lebih pagi karna aku harus membersihkan ruang kelas. ku tunggu bus yang biasa aku naiki. aku benci mengatakan ini tapi aku mendengar suara motor Reno.
lagi –lagi dia. apa dia tak bosan terus menampakan wujudnya didepanku, sial?. aku mengumpat di dalam hati
“mau bareng?”
“ga,makasih!”
“masih marah?”Aku diam tak menjawab.
“sebaiknya sih enggak atau kamu nyesel nanti.”kata reno padaku. dia memacu motornya pergi dari hadapanku. aku hanya menatapnya dengan kesal.
Bel masuk sekolahku berdering tanda semua murid harus masuk ke dalam kelas. pelajaran yang ku tunggu-tunggu matematika. entah kenapa aku suka sekali pelajaran menghitung. aku sangat benci menghafal kosakata aneh seperti nama latin. aku sangat benci biologi. bukannya kenapa, tp otakku seperti terlatih untuk mudah menghitung dibanding menghafal.
ku ambil bukuku. aku membawa banyak buku paket catatan di dalam tas ku.
“hah.... pasti deh kalo pelajaran mtk yang paling banyak bawa buku kamu. buat ditanyain sama bu ririn.”kata anya padaku. aku hanya tersenyum mendengar itu.
“selamat pagi semua,”kata orang memasukki kelasku. aku menghentikan aktifitasku sejenak. kok bukan suara bu ririn? cowo? hah? suaranya sangat familiar buatku.
aku menengok ke suara itu. semua orang berbisik dan ada beberapa anak yang terkejut.
“lo....! ,”kataku spontan.
“kakaknya vesa bukan sih?.”kata anya menepuk pundaku merasa sangat kegirangan.
“reno...?”kataku pelan.
“iya kan?" katanya menatapku. aku masih terpaku melihatnya berdiri di depan kelas.
" ngapain dia disini?" kataku pada angin. aku menundukan kepala. rasanya seperti ada yang menimpa punggungkku sehingga aku tak ingin melihatnya. kututup mukaku dengan buku yang aku bawa.
sekilas aku teringat perkataannya tadi pagi.”sebaiknya enggak atau kamu nyesel nanti”.
”oh tuhan. mati aku “.pikirku lemas .
“gila ganteng banget di Fan kalo pake kemeja kaya gitu .” kata anya melongo menatapnya.
“inget danar anya !” kataku berbisik
“ya... emang kenapa?,ngefans ga papa kan, tetep ganteng danar sih tapi.”
“hah......-__-“ kataku lemas banget. kenapa di pelajaran yang aku sukai aku malah menjadi malas.
"halo semuanya, !”
“hai...”kata anak2 serentak
“,nama saya Refalno Aldi Wijaya kalian bisa panggil saya kak reno, saya dari SMA 1 Bandung, disini saya di utus oleh sekolah saya untuk membuat penelitian sekaligus mengikuti program kemendikbud mengajar. dulu saya juga alumni sini jadi nanti temen temen akan belajar bersama saya selama bu Ririn cuti untuk melahirkan.”semua anak bertepuk tangan dan bersorak kegirangan.
dia melanjutkan bicaranya “dan mungkin beberapa anak sudah mengenal saya. saya angkatan 2 tahun yang lalu, jadi sepertinya ada beberapa dari kalian yang pernah bertemu saya pas ldk osis karna dulu saya ketua osis disini. nanti kita belajar santai aj sharing ilmu juga, tukar pikiran sama kalian semua. kalo ada yang ditanyakan nanti bisa langsung tanya saja. santai tapi serius ya temen temen, karna kalian juga sudah kls 9,”
“nyante apanya,.... galak iya,”kataku berbisik.
“ada yang mau bertanya?”katanya menghentikan bicaranya. semua anak berebut ingin bertanya. dan pertanyaan yang menurutku ga penting banget adalah :
“kak?,udah punya pacar belum?”kata salah satu anak pada reno.
caper banget tu si latifa. kataku dalam hati
“alhamdulillahnya sudah “kata reno tersenyum. semua anak serentak mengatakan ‘wwwwwaaaaaahhhhhhh.....’
“kak rumahnya mana?”tanya april
“maksud dia lo fan?”tanya anya sambil tertawa. aku hanya menarik nafas untuk menahan marah.
“ok kita stop tanya jawab tentang saya di sini y, kita lanjut buat belajar sekarang, terakhir kata bu ririn latihan soal halaman 119 ya? kita lanjutkan saja latihan soalnya ,saya ingin tau kemampuan kalian.” kata reno membuka buku nya.
semua anak bersorak kecewa. sementara reno hanya tersenyum melihat tingkah anak kelasku. selama reno menerangkan cara mengerjakan soal matematika, yang aku lakukan hanya menatap kertas tulis yang aku gambari.
“yang duduk di pojok depan silahkan kerjakan no 6 “katanya padaku. namun aku tak tau. semua anak sudah menengok ke arahku. anya menyenggol tanganku. tangan yang sedang menyangga kepalaku pun terbentur. ”buk,.....!!!! aduh, sakit nya, apa sih?”kataku keras dan semakin membuat anak2 berbisik2
“kamu disuruh maju, ngerjain no 6“ kata Anya padaku.
“kenapa mesti aku?” kataku berbisik
“ya karna kamu yang ditunjuk “ kata anya.
“kamu yang di pojok, maju kedepan.. ”kata reno tanpa ekspresi. mau tak mau aku maju ke depan.
“haruskah aku,”aku mengambil spidol yang ada di tangannya .Kukerjakan soal itu hanya dengan waktu 45 detik. aku kembali ke bangkuku.
“tunggu! mau kemana?” katanya menghentikanku untuk duduk.
“kenapa?” kataku padanya.
“ini sudah benar, tapi saya minta kamu memakai cara yang ada di buku agar semua teman kamu paham" katanya menjelaskan.
“itu cara yang mudah ,saya lebih bisa memahami dengan cara cepat” kataku dengan nada agak kesal. aku mencoba menahan amarahku dan mencoba bersikap sesopan mungkin padanya.
“jawaban kamu tidak salah, tapi lebih tidak salah lagi jika berbagi ilmu kamu dengan yang lain kan?" katanya sok tersenyum padaku.
“yaitu,... saya berbagi ilmu menggunakan cara yang saya pelajari sendiri kepada teman teman" kataku menatap semua anak kelas. mereka berbisik mendengarkan ku bicara.
"udah ganti aja fan..." kata vito di belakang.
“Bukan masalah kamu pakai cara yang mana ,tapi disini kamu sedang disuruh mencontohkan kepada teman kamu cara mengerjakan dengan cara yang ada di buku “ kata reno tersenyum.
“tapi .." aku yang belum selesai menerangkan langsung dipotong oleh reno.
“sebelahnya tolong maju kedepan, tolong aberikan contoh cara mengerjakan kepada teman teman dengan cara yang ada di buku" kata reno pada anya
“baik kak.”kata anya dengan semangat. anya lalu melirikku mengisaratkan agar aku diam dan duduk. aku hanya mengernyitkan dahi.
aku membuang nafas kesal dan duduk di kursiku kembali. anya mengerjakannya dengan baik entah mengapa dia seketika menjadi pintar kalo dia lagi seneng.
“oke good!!”kata reno pada anya.
saat istirahat 1 semua anak anak keluar untuk menghabiskan uang mereka di kantin. aku berjalan dengan anya menuju kantin sekolah.
“fan..." kata reno.
“apa? belum puas sama yang tadi? ” tanyaku ketus padanya.
“bawa ini,”katanya padaku memberikan kertas yang sangat berat banyak sekali mungkin dia ingin berbisnis kertas sampe membawa kertas sebanyak ini.
“gila lo ya... mau di bawa kemana kertas sebanyak ini?ogah ah...” kataku menyerahkan tumpukan kertas itu kembali padanya.
“hukumanmu karna tidak menghargaiku sebagai seorang guru di sini, bawa ini dan ikut aku.”katanya
“dek, maaf ya aku pinjem fani sebentar.” kata reno berlalu meninggalkan anya.
"iya ka, lama juga ga papa" kata anya pada reno. anya mendorongku agar mengikuti renobdari belakang.
...****************...