My Neighbor: Reno

My Neighbor: Reno
HAVE FUN



Dear hatiku,


aku belum juga bisa menerka siapa sebenarnya orang yang benar benar aku inginkan,


orang yang kudambakan yang bisa membuat hatiku bergetar hanya dengan melihat senyumannya . . . .


aku ingin merasakan hal itu


aku sangat menginginkannya


terkadang iri saat melihat danar dan anya


aku juga iri melihat reno jalan sama cewe itu.... sangat menyebalkan bagiku..


Kututup bukuku, aku mendengar seperti ada suara batu yang dilemparkan ke balkon rumahku.


kulihat dari jendela, sebenarnya aku malas keluar namun aku penasaran siapa yang melempar batu malam-malam begini.


ku intip ke bawah tak ada siapapun diasana.


“fan?”kata suara itu yang hampir saja membuat jantungku meloncat keluar dari tubuhku.


“astaga!”jawabku dengan sepontan terhadap suara itu


“apa....? kaget tau !” kataku setengah berbisik.


“lo itu ya bener bener deh....,ini udah malem, berisik banget deh... udah tau gue parno an masih aja suka nakutin!”kataku kaget melihat reno duduk di teras rumahnya sambil menyilakan kedua tanganya.


“Vesa disitu?kok dia belum pulang?”kata reno masih dengan gayanya yang sok cool bgt ,ia memakai baju sweeter warna abu abu dan kacamata. sepertinya dia baru selesai membaca karna tak biasanya dia memakai kacamata di malam hari.


“dia ga bilang sama lo?,dia nginep nih dikamar gua “kataku sinis padanya.


“lah.... kok ga izin gua? dah gue cariin juga keliling kompleks, dasar!”katanya terlihat kesal sekali.


“ga dianggep kali lo....”kataku setengah menahan tawa. tak ada percakapan diantara kami setelahnya.


“ga tidur ?” tanyanya memecah keheningan.


“em..... belum ngantuk, mau cari angin dulu mumpung cerah“kataku melihat ke langit yang dipenuhi bintang


“lo berani naik kesitu?”


“kemana?”kataku padanya


“balkon kayak dulu,”kata reno menantangku


“why not,”kataku sok jagoan. aku mencoba naik ke balkon seperti kemarin ketika reno datang kesini.


“eeeee....tunggu!,”katanya padaku yang udah mau manjat buat naik ke balkon


“napa?”


“lo ga boleh naik ke sana kalo ga ada gua !”katanya ketus padaku


“hah?, lah ini kan rumah gua ,ngapain lo ngatur2 gua !”kataku tak kalah ketus padanya


"bahaya anak kecil gaboleh macem macem. pokoknya lo gaboleh duduk di balkon itu kalo ga ada gue!”katanya makin ketus membuatku sedikit marah.


"gue bukan anak kecil ya... enak aj" kataku sedikit meinggikan nada.


"suttt.... dah malem Fan, gila lo" katanya sedikit panik.


aku tak suka berdebat dengannya. menurutku itu buang buang waktu. aku masuk ke dalam rumah dengan sedikit kesal.apa juga dia ,aku kan disini sendirian ,teganya dia ninggalin cewe malem2 diluar setelah dia nyuruh keluar?,oh god!ada ya cowo kaya dia ,mentang2 lebih tua gt?”aku masuk dan menggerutu sampai lupa jika vesa dan anya sedang menginap di kamarku aku hampir saja membanting pintu dan sebelum pintu itu menutup aku menahannya ,


Paginya aku dibangunkan oleh vesa dan anya,mereka menaruh jam bekerku tepat di telingaku,aku kaget setengah mati ,“bangun fitria,ayo bangun “kata mereka berdua padaku .“oh,ayolah,gua barusan tidur 3 jam yang lalu ,aku ngantuk “kataku menarik selimut ,namun mereka memaksaku dan menarikku dengan kejam .“ayo fitria,kamu ga pernah olahraga kan?ayo ,”akhirnya aku turuti mereka,belum juga setengah jalan rasanya aku akan mati karena kakiku pegal sekali .“kalian duluan aja,aku nyusul ntar ,”kataku sambil duduk di bangku taman komplekku.


“ok baik2 ya sayang,bye....!”kata mereka berdua padaku dan berlari kecil meninggalkanku.aku duduk di taman dan meminum botol yang aku bawa sebelumnya.aku melihat seseorang yang tidak asing berlari dari arah utara,menuju kemari.itu reno ,dia memakai baju olahraga nya dan sepatu ,baru kaliini aku melihatnya tak pakai kacamatanya,kupikir dia keren saat tak memakai kacamatanya.terlihat seperti artis- artis korea yang biasa ku tonton di drama korea.dia melihatku dan hanya melirik padaku.aku mengangkat alis kupikir dia akan menyapaku dan mengajakku berlari bersamanya.tapi dia tetap lari dan mengataiku “pecundang,!” darahku naik dan aku mengejarnya berlari,ga ngira juga aku bisa lari secepat ini kalo di katain .-,- aku ga mau kelihatan payah didepannya.


“he lo!,”kataku memanggilnya sambil berlari mengejarnya.dia tak menengkok sedikitpun.membuatku semakin naik darah karenanya.serasa putus asa karena kakiku sakit terus mengejarnya.“aduh!”kataku saat kakiku terkilir.aku jatuh terduduk di pinggir jalan,aku melihat seseorang didepanku.mengulurkan tangannya .aku menatapnya.”lo?”aku menapis tanganyadan mencoba berdiri.”awwwwww......awawaw”kataku tak bisa berdiri .


“kakilo terkilir.lo ga bisa bangun,”dia memegang kakiku seperti mengurut kakiku.aku melihatnya .dia seorang reno membantuku?.oh god mimpi apa dia semalam ,ampe sebaik ini .wkwkwkkw....tak sengaja aku merasakan sakit karena di pijit.respon aku memukulnya dengan botol yang aku bawa.


“awww!sakit tau ,”kataku memukulkan botol kepada reno“a.....ini lebih sakit !”katanya agak membentak“sorry2 “


“coba berdiri .”reno membantuku untuk berdiri.”


“aw...terlalu sakit bwt berdiri “kataku memegang lengan reno “hah!dasar manja !”katanya menyindirku .aku memukulnya lagi memakai botol “kalo tadi kamu ga lari dan ngatain aku pecundang aku ga akan jatoh tau “


“iye2 maaf.....”


“gimana pulangnya ni kalo kaya gini ,”kataku camberut dan menunduk .“hah!sini “katanya padaku “apa?”kataku dengan muka bloon sok polos dan tak berdosa.dia menggendongku.aku sempat kaget karena itu.dia menggendongku sampe ke rumahku.“ aku boleh tanaya ?”kataku pada reno “apa?”


“lo ngimpi apa semalem ,baik banget nolongin gua !”Dia berhenti berjalan.“turun!”katanya padaku “apa?”


“turun.!kau mengolok2 ku seakan aku tak pernah berbuat baik.”katanya dengan muka serius padaku .


“apa ?aku ga...,oh baiklah ,aku hanya ,,,,,,,,”


“masih sukur ga gua tinggalin di jalan .!”


“coba saja kalo berani !”kataku padanya sambil melipat kedua tangaku didepan.tak menyangka ternyata dia benar2 meninggalkanku “hei!”kataku padanya .membuatnya menghentikan langkahnya .“maaf !”kataku perlahan berharap dia kembali tanpa mendengar kataku barusan “apa?”


“maaf.”


“aku tak mendengar kamu bilang apa !”


“aku bilang maaf reno,”dia kembali mendekat padaku .“apa?”kataku kaget melihat dia semakin mendekat padaku.hampir 5 cm jarak kami aku menelan ludah .mungkin akan terdengar dari luar kalo aku terus menerus menelan ludahku.


“kamu tau seharusnya kau berterimaksaih pada orang yang sudah menolongmu kalo kamu ingin seseorang menolongmu lagi jika kamu susah,kamu tau betapa pentingnya berterimaksaih?bukan untuk mencela,orang yang sudah menolngmu!,kamu ga tau apa yang akan terjadi nanti,dan siapa yang dapat menolongmu nanti !jadi ucapkanlah terimakasih pada semua orang yang telah membantumu !paham?”katanya dengan panjang kali lebar,entah apa yang ada di pikiranku dengan jaraknya yang tak lebih dari 3 cm aku hanya mengangguk .dia menjauh 1 meter dariku.aku tak tau apa yang dia pikirkan .dia menggendonku lagi.kali ini dia benar2 menggendongku sampai depan rumahku.disana ada vesa dan anya.mereka berdua kaget melihat kami.


“fan?lo ga papa?”kata vesa padaku .“ga papa apanya!tega banget kalian ninggalin gua !”kataku masih dengan nada tinggi “kan lo yang minta fan ...!”kata anya padaku “ya....jangan pernah dengarkan kata2 ku lagi ,ok..”kataku masuk ke rumah dan memanggil bibi untuk memapahku ke kamar.reno berbalik dan menghela nafas,ia pulang ke rumahnya.anya dan vesa yang masih kelelahan berlari menyusulku ke kamar .


“siapa yang cepat ,ia pemenangnya “kata vesa pada anya .mereka berlari dan hampir menabrakku yang jalan terpincang2 di papah oleh bibik.sampai di kamarku anya tampak beraut muka berbeda.


“kenapa nya?,kamu simpati samaaku,oh ayolah aku hanya terkilir sayang...”kataku menepuk pundak anya.


“bukan,bukan kamu,tadi aku coba hubungi danar,dia ga ada kabar dari kemarin.”kata anya cemas


“oh ayolah,danar bakal baik2 aja ,”kataku tersenyum pada anya,“iya,dia bakal baik2 aja kok “kata vesa pada kami “kamu tau danar ?”kata anya pada vesa.“apa?,em aku 1 sekolah dengannya,aku tau sedikit tentang dia ,”kata vesa pada kami.


Siang harinya mereka pamit pulang.aku masih berfikir keras tentang ucapan vesa pada kami barusan.aku pernah melihat motor danar di depan rumah vesa,tapi aku tak yakin kalau itu motor danar.vesa juga pernah berkata tentang mantan pacarnya yang 1 sekolah dengannya.tapi dia tak mau memberi tauku namanya.dan aku curiga ketika melihat raut muka vesa tadi.sedikit banyak aku bisa membaca raut muka orang.walaupun ia menutupinya.malamnya aku coba menelfon danar.ternyata benar hp nya tak aktif.aku punya 1no telfon temanya.


“sendi .”kataku pada diriku sendiri.ku pencet no nya.aku mungkin tak begitu kenal.tapi danar pernah memberikan no ini padaku untuk jaga2 kalau 2 hp nya mati karna malas mengecast nya.no nya aktif .tak beberapa lama seseorang mengangkatnya ,aku yakin itu sendi .


“hallo?siapa ini?”kata suara dari telfon tersebut.“hallo?maaf mengganggu aku fani teman anya,apa kamu bersama danar?”kataku mencoba lebih sopan padanya.“ia aku bersamanya,”kata orang itu “em boleh bicara dengannya?”


“dia lagi di kamar mandi,”


“ohhh....gitu,asudah aku titip pesan saja,bilang suruh nghubungin anya,dia sangat kawatir “


“oh,baik nanti aku sampein “


“ok ,maka...,”orang itu langsung menutup telefonnya sebelum aku selesai menucapkan terimakasih.“apa dia ga pernah diajari tata krama?atau guru b ind nya tak sepintar bu keken?(guru b ind smp ku^^)”gerutuku di kamar.