
Pagi pun tiba Arneta bangun pagi sekali karena dia baru saja melaksanakan sholat istikharah untuk menentukan keputusan yang dia pilih tepat atau tidak . matahari mulai menampakkan dirinya. hari ini Arneta tidak ada jadwal kuliah dia hanya berdiam diri dikamar .
Tok tok tok
" Masuk"ucap Arneta
" Ada apa mah?"ucap Arneta
" Mamah cuma mau kasih tahu kamu kalo nanti malam kamu akan dilamar"ucap Mila
"Aapa!kenapa secepat itu mah" ucap Arneta
" Iya nak,kamu harus bersiap-siap karena setelah dilamar kamu akan segera menikah"ucap Arneta
"Iya mah" ucap Arneta
Mila pun hanya tersenyum dan berlalu pergi meninggalkan Arneta yang masih diam .tak terasa bulir air mata menetes seluruh tubuhnya terasa lemas.dia berusaha menerima perjodohan ini dengan ikhlas walaupun susah.
Sementara di ruang keluarga Mila dan Dirga terlihat sedang menonton TV sambil berbicara tentang perjodohan Arneta.
"Nanti keluarga pak Rendi dateng jam berapa yah?"ucap Mila
"Sekitar jam 9 malam ,nanti kamu rias Arneta ya mah"ucap Dirga
"Iya Yah, mamah mau nyiapin makanan buat nanti"ucap Mila
" Oke" ucap Dirga singkat.
*********************
Malam pun tiba Arneta mulai dirias oleh ibunya.dia menunggu dikamar sampai calon suaminya datang.sementara ayah dan ibunya sedang menunggu kedatangan keluarga calon besan.
Akhirnya mereka pun tiba dan Dirga langsung membuka pintu mempersilahkan mereka duduk di ruang tamu.Mila ikut menyambut nya dengan hangat. Mila mulai bercengkrama dengan Ratih istri pak Rendi mereka terlihat akrab.
"Pak Dirga apa kabar?"ucap Rendi
" Alhamdulillah baik" ucap Dirga
"Ohh syukurlah"ucap Rendi
Setelah menanyakan kabar masing-masing mereka pun mulai berbicara tentang perjodohan Arneta dan anaknya pak Rendi.pihak pak Rendi mulai menjelaskan tentang keinginan mereka melamar Arneta untuk menjadi calon istri dari anaknya yaitu Musta .
" Tujuan kami kesini yang pertama untuk silaturahmi dan yang kedua kami ingin melamar putri anda Arneta untuk dijadikan calon istri anak saya Mustafid Al Farizi"ucap Rendi
"Saya sebagai ayah Arneta menerima lamaran kalian dan menyetujui perjodohan antara Arneta dan Musta"ucap Dirga
" Mah tolong panggilkan Arneta"ucap Dirga sedikit berbisik
" Iya yah"ucap Mila
Mila pun menjemput Arneta yang masih dikamar. Arneta berjalan menuruni tangga dengan digandeng ibunya.dia terlihat sangat cantik dan anggun karna hijabnya mempunyai warna senada dengan baju yang dia pakai.begitu sampai di ruang tamu mata Arneta terbelalak melihat sosok yang ada didepannya.
"Pak Musta!"ucap Arneta
" Iya yah,dia dosen Arneta dikampus"ucap Arneta sambil terus mencubit pipinya sendiri karena belum percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang.Musta terlihat diam hanya memandangi Arneta yang masih terlihat kaget .
" Syukurlah kalau kalian sudah saling mengenal"ucap Dirga
" Berarti kalian memang berjodoh,dunia ini sempit ya"ucap Rendi
Sambil tertawa bahagia disambut oleh Dirga yang ikut tertawa, sementara Musta masih diam dengan ekspresi datar.
"Kenapa aku harus menikah dengan pria dingin seperti dia , menyebalkan"gerutu Arneta dalam hatinya.
Sebenarnya Musta sudah diberi tahu terlebih dahulu bahwa dia akan dijodohkan dengan Arneta . awalnya dia menolak akan tetapi karena bujukan orang tua akhirnya dia mau menerima perjodohan ini.
"Musta,kenapa kau diam saja sapa calon istri mu itu!" ucap Rendi yang mulai kesal karena anaknya diam saja tanpa ada senyum sedikitpun.
"Iya pa"ucap Musta dengan ekspresi datar terkesan cuek dan dingin.
" Musta , Senyum sedikit tidak sopan jika ekspresi mu seperti itu"ucap Ratih berbisik
Musta pun menunjukkan senyumnya kepada orang tua Arneta . Arneta masih terdiam dia merasa tidak senang karena dijodohkan dengan orang yang selalu membuat dia kesal .
" Gimana nak,kamu mau menerima Musta sebagai calon suami mu kan?"ucap Mila lembut
"Insyaallah mau mah"ucap Arneta
Dia enggan menatap calon suaminya begitupun Musta . hingga akhirnya Rendi dan Dirga menyuruh Musta untuk berbincang-bincang dengan Arneta di ruang tamu, sedang kan orang tua mereka pergi ke ruang makan untuk makan bersama.
" Pak Musta kenapa mau menerima perjodohan ini?"ucap Arneta
Memberanikan diri memulai pembicaraan dengan Musta.
"Karena saya tidak punya pilihan"ucap Musta
Dengan muka datar dan dingin membuat Arneta kurang nyaman. Arneta menganggukkan kepalanya.
"Kamu sudah siap menjadi istri saya?"ucap Musta
" S-siap gak siap pak"ucap Arneta yang terlihat gugup.
"Rencananya saya akan melaksanakan pernikahan ini minggu depan"ucap Musta
Sambil menatap ke arah Arneta tidak ada senyum sedikitpun diwajahnya.
"Aduh ini orang kok ngeselin sih!gaada senyum sama sekali dingin banget kayak es batu"umpat Arneta dalam hati.
"Iyaa Pak,tapi aku apa tidak terlalu cepat?"ucap Arneta
"Tidak" ucap Musta singkat
Sementara itu orang tua mereka kembali ke ruang tamu. mereka terlihat senang karena melihat Arneta dan Musta berbicara dan duduk berhadapan.Lain halnya dengan Musta yang terlihat cuek dan Arneta yang terus mengumpat dalam hatinya.sungguh hari yang menyebalkan untuk Arneta.dia sudah pasrah karena tidak bisa menolak perjodohan ini.