
Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah terlihat satpam membukakan pintu gerbang . mobil telah sampai didepan rumah Musta pun memarkirkan mobilnya digarasi setelah itu memasukkan koper dan barang lainnya pemberian dari kedua orang tuanya.
"Assalamualaikum" ucap Arneta dan Musta
meskipun itu rumah sendiri akan tetapi, sudah menjadi kebiasaan mereka mengucapkan salam setiap masuk kedalam rumah.
" Wa'alaikumsalam , silahkan masuk tuan dan nyonya" Ucap Pelayan rumah
" Sini saya bawakan barang-barang nya nyonya" Ucap pelayan tersebut
" Ini bibi simpan di kulkas ya" Ucap Arneta menyerahkan kantong plastik berisi buah-buahan pemberian mertuanya.
" Baik nyonya" Ucap pelayan tersebut lalu pergi ke dapur.
Sementara Arneta dan Musta berjalan menaiki tangga menuju kamarnya di lantai 2.
~Malam Hari~
Setelah makan malam Arneta masuk ke kamar sambil menunggu suaminya menyelesaikan pekerjaan di ruang kerja. Arneta mengisi waktu untuk menonton TV dan bermain Hp. waktu sudah menunjukkan pukul setengah dua belas namun, Arneta belum melihat Musta masuk ke kamar. akhirnya ia memutuskan untuk menyusul suaminya di ruang kerja yang terletak disebelah kamar utama.
Beberapa jam kemudian....
Arneta sudah merebahkan tubuhnya di kasur namun belum bisa memejamkan matanya.ia sudah terbiasa tidur sambil memeluk suaminya. akhirnya ia berinisiatif untuk masuk ke ruang kerja suaminya saat pintu kamar dibuka terlihat suasana rumah yang sepi karena para ART pun sudah tidur dikamar. Arneta melangkah pelan ke arah pintu ruang kerja Musta,ternyata pintunya tidak dikunci begitu pintu terbuka nampaklah Musta yang sedang memakai kacamata sambil menatap lurus ke laptopnya.kedatangan Arneta tidak diketahui Musta mungkin karena dia terlalu sibuk dengan laptopnya. Arneta melangkah ke dalam langsung menuju meja kerja suaminya.saat Arneta berada disamping suaminya ia menepuk pundak Musta dan berkata.
"Belum Selesai mas" ucap Arneta
Musta melirik kesamping baru menyadari ada orang disampingnya.
" Sebentar lagi selesai" ucap Musta
" Kamu belum tidur yang" ucap Musta
" Belum ngantuk"ucap Arneta
Musta menutup laptopnya lalu menatap istrinya sambil tersenyum. kacamata masih bertengger diatas kepala menambah kadar ketampanannya.
" Tidur yuk,udah malem " Ucap Musta
" Ayok" ucap Arneta
" Sudah"Ucap Musta
" Ke kamar yuk" Ucap Arneta
Mereka keluar dari ruang kerja Musta dan berjalan beriringan ke kamar,saat sampai dikamar Arneta langsung pergi ke dalam kamar mandi berganti pakaian tidur. namun sepertinya ia merencanakan sesuatu terlihat ia senyum sendiri didalam kamar mandi sementara Musta memilih duduk disofa sambil menunggu Arneta ganti baju. tak berselang lama Arneta keluar menggunakan bathrobe membuat Musta bingung .
" Kamu kenapa mandi malem2 ? " Ucap Musta
" A-aku tadi bajunya basah" Ucap Arneta gugup , jantungnya berdegup kencang ia bingung mau mulai dari mana ia berniat memberikan haknya sebagai seorang istri.
sementara Musta hanya menaikkan alisnya lalu berjalan ke arah istrinya.
" Hey kamu kenapa sayang? " Ucap Musta sambil memegang kedua pipi Arneta.
" Gak papa" Ucap Arneta
" Yakin" Ucap Musta memastikan
Arneta hanya mengangguk kepala lalu Musta pergi ganti baju tidur dikamar mandi. sementara Arneta berusaha mengatur napasnya agar lebih tenang karena ia bertekad untuk memberikan haknya untuk suaminya malam ini ,perlahan ia membuka bathrobe yang ia pakai terpampanglah bentuk tubuh Arneta serta lingerie seksi yang transparan membuat ia terlihat lebih menggoda. memang tujuannya itu ia akan menggoda suaminya malam ini. Arneta memilih untuk merebahkan tubuhnya di kasur sambil menutupi sebagian tubuhnya. saat Musta keluar ia kembali gugup. Musta merebahkan tubuhnya disamping istrinya.
" Kamu belum tidur?" ucap Musta
" Belum mas" ucap Arneta
tanpa Arneta sadari saat ia duduk selimut tersingkap disaat yang bersamaan Musta yang sedari tadi memperhatikan Arneta langsung membelalakan matanya saat melihat istrinya memakai baju tidur minim. Musta menelan ludah nya kasar saat melihat belahan dada Arneta yang terlihat jelas.
" Sayang ka-amu kenapa pake baju kayak gini?" Ucap Musta
" Lagi pengin aja mas" Ucap Arneta sengaja sambil menggeser tubuhnya agar bisa lebih dekat dengan suaminya. sementara Musta hanya diam disisi lain ia sudah berusaha menahan nafsu.
" Kamu mau ngapain?" Ucap Musta menelan ludah kasar saat Arneta meraba dada bidang nya.
" Mas aku mau memberikan hakmu malam ini" Ucap Arneta berusaha untuk tenang.
" Kamu udah siap?"Ucap Musta
" Insyaallah siap" Ucap Arneta penuh keyakinan,mendapat lampu hijau Musta langsung senang dan bersemangat. sebelum melakukan kewajiban sebagai suami istri mereka berdoa terlebih dahulu. lalu Musta mulai menjamah istrinya , ia langsung menyambar bibir merah muda Arneta ********** secara perlahan mereka bertukar Saliva,tangan Arneta sudah dikalungkan dileher sang suami. sampai Arneta kewalahan melayani suaminya . dan terjadilah pertempuran di atas ranjang yang menimbulkan suara aneh di dalam kamar.