
Acara Pernikahan tinggal beberapa hari lagi.segala persiapan seperti dekorasi,gedung,susunan acara dan lain sebagainya.Arneta melakukan pengajian sebelum pernikahan dan setelah itu melaksanakan serangkaian acara adat Jawa seperti siraman,dipingit satu hari sebelum acara pernikahan mempelai wanita tidak diperbolehkan bertemu dengan mempelai pria.
Arneta merasa gugup karena sebentar lagi dia akan menikah dengan cara dijodohkan.dia juga masih terbayang wajah Pak Musta saat dia memberikan hadiah karena untuk pertama kalinya Arneta melihat dia tersenyum padanya.
***********
Hari ini Arneta dan Musta akan pergi ke mall untuk beli cincin pernikahan di toko perhiasan langganan keluarga calon suaminya.2 hari lagi mereka menikah, seharusnya cincin pernikahan sudah dipersiapkan dari beberapa hari yang lalu tapi,karena Musta cukup sibuk dengan pekerjaan nya jadi baru sempat membeli nya hari ini.
"Arneta,cepat bangun"ucap Mila
"Iya mah bentar lagi"ucap Arneta
Sambil mengucek matanya.
"Musta udah nunggu dibawah,cepetan siap-siap"ucap Mila
Mendengar nama Musta dia langsung bangun dari tempat tidur nya dan bergegas pergi ke kamar mandi.setelah berpakaian rapi dia turun ke lantai bawah menghampiri Musta yang masih asyik dengan ponselnya sambil duduk di kursi ruang tamu.Arneta hanya berdehem agar Musta tahu Arneta sudah ada didepannya.
"Eheem"ucap Arneta
"Kamu udah siap?"ucap Musta
"Sudah pak"ucap Arneta
Mereka langsung berjalan menuju mobil dan langsung melakukan mobil dengan kecepatan sedang.jarak rumah ke mall membutuhkan waktu sekitar 30 menit ,selama diperjalanan mereka diam tidak ada sepatah katapun yang mereka lontarkan mereka sibuk dengan pikiran masing-masing.
Setelah tiba di Mall mereka berjalan beriringan naik lift dan berjalan menuju toko perhiasan.
Menyadarkan lamunannya karena sedari tadi dia terus memandangi Musta yang terlihat sangat tampan untung saja dia tidak menyadarinya.
"Eemm yang itu aja pak?"ucap Arneta
Pelayan toko perhiasan terus memandangi wajah tampan calon suaminya itu,membuat Arneta kurang nyaman tanpa disadari dia merangkul tangan kanan milik Musta. pelayan toko tersebut berhenti memandangi nya karena malu, sementara Musta hanya melirik sekilas ke Arneta sambil tersenyum tipis. Musta merasa heran dengan perilaku calon istrinya itu.setelah selesai beli cincin mereka berjalan menyusuri mall untuk mencari tempat makan.
"Kamu mau makan dimana?"ucap Musta
"Terserah bapak"ucap Arneta
"Disana aja ya"ucap Musta sambil menunjuk restoran yang dituju. Arneta hanya menganggukkan kepala sesekali ia tersenyum manis ke Musta. meskipun terlihat dingin tapi setidaknya Musta tidak galak dan cuek seperti biasanya. tidak ada obrolan saat mereka duduk di meja yang sama mereka hanya fokus dengan ponsel masing-masing.
Waktu sudah hampir sore mereka pun pergi meninggalkan Mall untuk pulang ke rumah.setelah sampai di rumah Arneta langsung masuk ke rumah sedangkan,Musta langsung melajukan mobilnya.
"Akhirnya bisa istirahat juga"ucap Arneta
Sambil berbaring ditempat tidurnya iapun terlelap tidurnya.Arneta terbangun saat adzan berkumandang. Dia bergegas ke kamar mandi lalu sholat.
Sementara orang tua Arneta sedang berdiskusi di ruang keluarga tentang persiapan Pernikahan yang tinggal beberapa hari lagi.mereka telah mengundang saudara,rekan kerja dan beberapa teman dekat Souvernir sudah ditentukan dari beberapa hari yang lalu dan tadi siang souvernir sudah diantar ke rumah.
"Tinggal menghitung jam"gumam Arneta
Sambil berpikir dia tidak menyangka akan menikah di usia yang masih muda ditambah lagi calon suaminya dosen yang terkenal tampan dan dingin .