MY LOVE MY TEACHER

MY LOVE MY TEACHER
Kabar Bahagia



Musta frustasi mencari rujak sesuai keinginan istrinya kemana padahal ia sudah berkeliling kota tempat tinggal nya ,lelah pasti akan tetapi ia tidak ingin melihat istrinya menangis seperti tadi membuat nya tidak tega.


*Flash back on..


" Oh satu lagi ya suamiku sayang " Ucap Arneta dengan senyuman manisnya


" Nanti beliin aku rujak buah apel tapi gaada buah apelnya ya mas " Ucap Arneta menatap wajah suaminya dengan ekspresi memelas dan terlihat sangat menggemaskan Dimata Musta.


" Bentar, maksudnya gimana disekitar sini nggak ada yang jualan rujak apel sayang " Ucap Musta lembut


" Gamau tahu pokoknya harus dapet ,rujak apel tapi gak ada apelnya " Ucap Arneta sambil cemberut membuat Musta bingung mencari rujak permintaan istrinya kemana.


"Emang di sekitar sini ada yang jualan rujak yank" Ucap Musta karena memang ia tidak tahu harus mencari penjual rujak dimana, karena selama ini ia jarang membeli makanan pinggir jalan yang di tahu hanya belajar dan bekerja dengan giat ( sungguh membosankan ).


"Mana ku tahu " Ucap Arneta sambil mengangkat bahunya ,ia masih sibuk menyiapkan makanan dimeja makan.


" Mas makan dulu yuk,abis itu beliin rujaknya ya kalau belum dapat kamu pokoknya gak boleh masuk kamar " Ucap Arneta dengan santainya , sementara Musta hanya menelan ludahnya kasar sementara dipikiran nya terus berkecamuk Mau tidak mau ia harus mencari rujak sesuai dengan keinginan istrinya. Musta tidak bisa tidur kalau tidak memeluk istrinya bisa gawat jika ia tak bisa memenuhi keinginan istrinya.Entah kenapa ia merasa aneh dengan tingkah Arneta beberapa hari ini tidak seperti biasanya.


" Yah jangan gitu , nanti kalau gak dapet rujak apel mas beliin rujak buah yang biasa ya mau" Ucap Musta memohon


" Mas gak sayang sama aku hiks" Ucap Arneta sambil terisak,entah kenapa belakangan ini ia menjadi lebih sensitif.


" Eh sst mas sayang ko sama kamu"Ucap Musta lembut sambil memeluk Arneta sesekali mengelus kepala istrinya dengan lembut.


Setelah makan bersama Musta langsung berpamitan kepada Arneta ia akan mencari rujak sesuai keinginan istrinya, Arneta terlihat senang melihat suaminya yang akan menuruti keinginan nya.


*Flash back off


Setelah 2 jam ia memutari jalan raya dengan mobilnya , akhirnya iya menemukan penjual rujak buah Musta pun segera turun dan membeli rujak tersebut dengan meminta penjual untuk menambah kan perisa apel/ apel yang sudah dihaluskan agar rujak nya beraroma apel sesuai dengan keinginan Arneta.


Skip


Sesampainya di rumah Musta langsung mengetuk pintu dan saat pintu terbuka terlihat lah Arneta yang sedang menunggu suaminya dengan mata berbinar ia pun langsung menarik tangan suami nya .


sementara Musta hanya menaikkan alisnya melihat istrinya yang terlihat sangat antusias.


" Mas akhirnya kamu pulang juga" Ucap Arneta


" Mana rujak pesananku" Ucap Arneta dengan senyuman manisnya membuat Musta gemas ingin segera menerkam istrinya saat ini .


" Nih sesuai pesanan tuan putri" Ucap Musta sambil tersenyum kearah Arneta


" Terima kasih suamiku" Ucap Arneta sambil membuka bungkusan rujak ,ia tidak sabar untuk memakannya.


"Semoga istriku suka rujaknya,kalau gak bisa gawat" Gumam Musta sambil menatap lembut istrinya yang sedang hendak memakan rujak.


" Rujak ny enak banget mas" Ucap Arneta sambil memakan rujak dengan lahap


" Makasih mas, kebetulan aku mau nambah hehe" Ucap Arneta sambil menyengir menunjukkan deretan giginya


" Mas mau?"Ucap Arneta sambil menyodorkan sendok berisi beberapa potongan rujak.


" Buat kamu aja" Ucap Musta


" Mas harus ikut makan rujaknya,sini aku suapin" Ucap Arneta sedikit memaksa


" Oke deh" Ucap Musta lembut


" Aaaa" Ucap Arneta sambil menyuapi suaminya


Skip


Siang Hari 13.00


( Btw Musta cari rujak pesanan istrinya dari pagi sampe jam 10 yak)


Setelah makan rujak mereka menonton TV lalu saat adzan Dzuhur berkumandang mereka melaksanakan solat berjamaah.


Sesuai permintaan Arneta ia akan melakukan pemeriksaan di rumah sakit dengan Musta. Arneta menyadari bahwa ia sudah telat datang bulan dan menurut prediksi ia bisa jadi hamil.


Rumah Sakit..


Setelah menempuh perjalanan beberapa menit akhirnya mereka sampai di rumah sakit sejahtera milik keluarga Musta. Arneta dan Musta langsung ke resepsionis untuk mendaftar akan tetapi, karena semua staf rumah sakit tahu bahwa Musta cucu pemilik rumah sakit ini ia langsung diperbolehkan untuk menemui dokter kandungan, awalnya Musta bingung kenapa istrinya mengajaknya ke dokter kandungan namun saat ia bertanya kenapa Arneta hanya menjawab nanti Musta akan tahu jawabannya sendiri.hingga ia pun dibuat semakin penasaran otaknya berpikiran istrinya itu akan berkonsultasi agar segera diberi momongan atau mungkin istrinya positif hamil karena belakangan ini Arneta terlihat seperti orang yang mengidam.


Dokter perempuan yang sudah terlihat tidak muda lagi itu memeriksa Arneta dan melakukan USG agar lebih jelas.


" Bagaimana dok ? " Ucap Arneta


" Sesuai prediksi saya, selamat tuan istri anda sedang mengandung umurnya baru 4 Minggu" Ucap dokter perempuan tersebut


"Alhamdulillah, makasih sayang " Ucap Musta senang ia pun langsung mencium seluruh wajah istrinya saking bahagianya.


" Iya mas Alhamdulillah " Ucap Arneta sambil tersenyum malu karena dokter nya masih ada disana


" Mas" Ucap Arneta melihat suaminya terus memeluknya


" eh iya,maaf dokter" Ucap Musta sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


" Tidak apa-apa tuan saya sudah terbiasa" Ucap dokter perempuan itu sambil terkekeh


Sementara Arneta jangan ditanya pipinya sudah memerah merona sungguh ia malu pada dokter tersebut.