MY LOVE MY TEACHER

MY LOVE MY TEACHER
Tanda-tanda apa ini ?



Setelah makan bersama mereka kembali ke kamar Musta langsung sibuk dengan laptopnya sementara Arneta duduk di sofa sambil menonton TV yang pastinya dia harus duduk bersama suaminya kalau nggak Arneta akan marah dan menyuruh suaminya tidur diluar, Musta tentu tidak bisa tidur tanpa memeluk istrinya jadi mau tidak mau ia menuruti permintaan istrinya meskipun sebenarnya ia harusnya ke kantor untuk menyelesaikan beberapa proyek yang sedang berjalan.


"Mas"Ucap Arneta


Arneta merebahkan tubuhnya di paham Musta yang sedang sibuk dengan laptopnya.karena tidak ada respon dari suaminya Arneta pun memanggil Musta kembali dengan menangkup kedua pipi Musta.


"Mas ih " Ucap Arneta


"Kenapa Hm?"Ucap Musta sambil menatap lembut istrinya sambil menahan gemasnya melihat istrinya cemberut.ia pun mengelus pipi istrinya perlahan dengan tangan Arneta yang mulai menjauh dari wajahnya.


" Nggak Jadi" Ucap Arneta ketus sambil memalingkan wajahnya karena malu, sebenarnya ia sudah mulai luluh dengan suaminya tapi karena gengsi jadi dia berpura-pura masih marah .


" Oh Yaudah" Ucap Musta singkat lalu kembali mengotak-atik laptopnya, padahal dalam hatinya ia tidak tega melihat istrinya sedih dan marah , Musta sengaja pura-pura cuek agar istrinya tidak marah lagi dan menurunkan gengsi nya.


" Dasar laki nggak peka " Ucap Arneta pelan namun masih didengar Musta ,tanpa Arneta sadari Musta terkekeh geli melihat ekspresi wajah istrinya yang menurutnya sangat lucu dan menggemaskan ingin rasanya mencubit pipi nya yang mulai berisi itu.


" Emang bener kata orang kalau laki-laki nggak pekaan sama perasaan perempuan" Gumam Arneta pelan masih didengar Musta ia hanya tersenyum sambil terus menatap laptop nya. Sementara Arneta terus berceloteh dan bergumam pelan sambil memalingkan wajahnya kearah lain agar suaminya tidak melihat bahwa istrinya sedang meluapkan kekesalannya.


" Sayang " Ucap Musta lembut


" Sayang mau kemana ? " Ucap Arneta


Saat Melihat Istrinya akan membuka pintu kamar.Arneta hanya diam tanpa menjawab pertanyaan suaminya ia keluar melirik suaminya pun tidak. membuat Musta frustasi ia tidak suka dengan sikap istrinya seperti ini , Musta pun ikut keluar dan mencari dimana keberadaan istrinya untung nya orang yang dia cari ada di dapur sedang memasak sesuatu yang mengganggu penciuman nya karena aroma yang sangat enak ia pun mendekati istrinya memeluk nya dari belakang. Arneta tersentak saat ada tangan yang melingkar di pinggangnya ia pun berbalik dan terlihat lah wajah tampan suaminya yang terlihat kusut dan memelas membuat nya semakin tampan Arneta dibuat terpesona dengan suaminya. tanpa sadar ia terus menatap wajah suaminya , sampai Musta menyadari hal itu lantas ia pun tersenyum dengan tangan yang masih dipinggang Arneta.


" Sayang aku cariin ternyata disini" Ucap Musta santai sambil terus menatap istrinya.


" Eh iya mas " Ucap Arneta sedikit kikuk saat ia sudah sadar dari lamunannya, ia pun langsung berbalik menghadap kompor yang masih menyala sambil mengaduk masakan nya kembali.ia merasa malu karena sepertinya Musta melihat nya sedang melamun kan wajah tampan suaminya.


" Kamu lagi masak apa ? " Ucap Musta


" Udang asam manis" Ucap Arneta


" Mas ngapain kesini?" Ucap Arneta dengan ekspresi keliatan cuek karena masih kesal dan marah pada suaminya.


"Mas mau minta maaf" Ucap Musta tulus


" Emang mas salah apa? " Ucap Arneta dengan posisi masih membelakangi suaminya.


" Mas tadi cuekin kamu" Ucap Musta lembut dengan tatapan penuh penyesalan.


" Oke dimaafin ,dengan satu syarat" Ucap Arneta menatap suaminya. seketika mata Musta berbinar ia pun mengangguk pertanda akan memenuhi persyaratan yang diberikan istrinya.


" Mas abis kita makan antar aku ke rumah sakit " Ucap Arneta


" Kamu sakit apa sayang? " Ucap Musta yang terlihat khawatir


" Nanti kamu tahu sendiri mas " Ucap Arneta lembut


" Baiklah" Ucap Musta pasrah padahal ia masih penasaran kenapa tiba-tiba istrinya minta diantarkan ke rumah sakit.


" Oh satu lagi ya suamiku sayang " Ucap Arneta dengan senyuman manisnya


" Nanti beliin aku rujak buah apel tapi gaada buah apelnya ya mas " Ucap Arneta menatap wajah suaminya dengan ekspresi memelas dan terlihat sangat menggemaskan Dimata Musta.


" Bentar, maksudnya gimana disekitar sini nggak ada yang jualan rujak apel sayang " Ucap Musta lembut


" Gamau tahu pokoknya harus dapet ,rujak apel tapi gak ada apelnya " Ucap Arneta sambil cemberut membuat Musta bingung mencari rujak permintaan istrinya kemana.


DILANJUTKAN NGGAK NIH....


KALAU MASIH PENASARAN KELANJUTAN NNYA KOMENTAR DIBAWAH YA...