MY LOVE MY TEACHER

MY LOVE MY TEACHER
Jangan Lagi



Tak berselang lama Musta sampai dikamar dan saat ia membuka pintu ia melihat istrinya yang sedang tiduran di sofa dengan ekspresi kesal , Musta yang melihat itu menjadi gemas dan ingin menggoda istrinya. dengan langkah cepat Musta duduk ditepi sofa karena Arneta serius menonton film jadi tidak menyadari keberadaan suaminya.


Cup


Musta mencium pipi istrinya dan Arneta yang sudah mulai mengantuk tidak menghiraukan nya ia kira itu hanya mimpi atau khayalan saja. sementara Musta terkekeh melihat tidak ada respon dari istrinya ternyata Arneta sedang berusaha menahan kantuknya agar bisa terus menonton sampai selesai akan tetapi, tidak bisa. Musta pun mendekati istrinya lalu mencium pucuk kepalanya dan menggendong Arneta ala bridal style ke tempat tidur dan akhirnya mereka pun tidur bersama. ( Arneta masih ngambek ya guys tapi karena ngantuk jadi tidur dulu yak🤣🤫)


Pagi Hari


Adzan subuh berkumandang Arneta terbangun ia kebingungan karena dia berada di tempat tidur seingatnya tadi malam masih di sofa, ketika menoleh ke belakang ia melihat suaminya sedang tertidur dengan nyenyak. Arneta akhirnya tahu siapa yang memindahkan nya ke tempat tidur sudah pasti suaminya , perlahan ia mendekati wajah tampan Musta dan mengelus pipi serta rambut secara bergantian. tanpa Arneta sadari Musta sudah terbangun dari tidurnya namun ia pura-pura tidur agar bisa menikmati elusan lembut dari tangan istrinya. Arneta masih memegang pipi Musta dan menatap lembut suaminya dengan tatapan penuh kagum akan makhluk ciptaan Allah yang menurutnya sangat tampan ia sampai senyum - senyum sendiri . sementara Musta terkekeh geli dalam hati ia sudah tidak tahan ingin membuka matanya. Disisi lain Arneta masih memandangi wajah tampan suaminya yang menurut nya sangat lucu saat tidur.


" Tidurnya nyenyak banget ya suamiku" Ucap Arneta


Musta yang sudah tidak tahan ia pun langsung menarik tangan istrinya sehingga Arneta berada diatas suaminya.


" Mas awas" Ucap Arneta sambil mendorong tubuh suaminya


" Sayang,sini aja" Ucap Musta dengan suara serak bangun tidur membuat suaranya terdengar seksi. sementara Arneta yang tadinya akan pergi ke kamar mandi jadi mengurungkan niatnya.


"Mas bangun ,aku mau siapin sarapan dulu" Ucap Arneta


" Kan ada bibi" Ucap Musta enteng


" Ish tapi kasian bibi gak ada yang bantu" Ucap Arneta


Sepertinya Arneta lupa kalau dia masih kesal dan cemburu karena kejadian kemarin, seharusnya ia menghindari suaminya bukan malah sebaliknya. seketika Arneta pun tersadar ia kembali dalam mode ngambeknya ketika mengingat apa yang terjadi kemarin. ia langsung melepaskan pelukan suaminya dan beranjak dari tempat tidur . Musta dibuat bingung dengan tingkah istrinya yang tiba-tiba cemberut dan cuek padanya. Musta berusaha untuk memanggil istrinya agar tidak keluar dari kamar tapi Arneta tidak menghiraukan nya. akhirnya Musta pun ikut keluar kamar dari arah tangga terlihat istrinya sedang menyiapkan sarapan. Arneta yang sedang menyiapkan sarapan dibuat kaget karena ada tangan melingkar diperutnya. Musta yang memeluk Arneta dari belakang dan menyembunyikan kepalanya diceruk leher istrinya yang tertutup hijab.Arneta yang menyadari itu ulah suaminya langsung berusaha melepaskan pelukan suaminya.


"Lepas" Ucap Arneta ketus ,dia masih kesal dengan suaminya


" Yang kamu kenapa dari kemarin menghindariku?" Ucap Musta sambil menatap lekat wajah istrinya


" Nggak papa" Ucap Arneta singkat


" Hey, aku ada salah apa sama kamu? " Ucap Musta


" Pikir sendiri " Ucap Arneta yang sudah duduk di meja makan


" Sayang , kalau aku ada salah aku minta maaf" Ucap Musta memohon sambil duduk didekat Arneta


" Hm" Ucap Arneta


" Kamu gak ambilin aku makanan? " Ucap Musta


" Ambil sendiri" Ucap Arneta


" Tolong ambilkan lauknya yang " Ucap Musta


" Nggak mau ,sana minta diambilin perempuan kemarin aja" Ucap Arneta sambil memalingkan muka. sementara Musta yang mendengar itu tersenyum kini ia paham jika istrinya masih cemburu karena kejadian kemarin. akhirnya dengan terpaksa Arneta mengambilkan makanan untuk suaminya dengan ekspresi yang masih kesal dengan suaminya.


" Udah dong ngambeknya " Ucap Musta


" Mas kamu nanti malam tidur diluar" Ucap Arneta


" Jangan lagi, yang gaenak tidur diluar" Ucap Musta dengan memonyongkan bibirnya.


" Bodo amat" Ucap Arneta


" Sayang aku nggak bisa tidur kalau nggak meluk kamu " Ucap Musta


" Yaudah, peluk aja dia kan kemarin katanya kalian udah kenal lama" Ucap Arneta


" Yang aku nggak ada hubungan apa-apa sama dia,lagian aku nggak pernah respon dia" Ucap Musta


" Oo berarti dia udah pernah chat kamu ya? " Ucap Arneta


" Kok kamu tahu" Ucap Musta dengan nada jahil


" Tahulah,ini kan isi chatnya" Ucap Arneta sambil menyodorkan hp suaminya


" Yang penting aku gak pernah bales chatnya yang " Ucap Musta


" Awas aja kalau sampai kamu bales " Ucap Arneta menatap tajam suaminya , sementara Musta menelan ludah kasar.


" Iya enggak kok, maafin aku ya " Ucap Musta sambil menggenggam tangan istrinya


" Iyaa suamiku " Ucap Arneta sambil senyum


" Alhamdulillah makasih yang " Ucap Musta sambil memeluk istrinya


" Ini aku blokir no nya, boleh kan ? " Ucap Arneta


" Silahkan" Ucap Musta tegas


" Jangan dibuka blokirannya " Ucap Arneta serius


" Iya sayangku" Ucap Musta sambil mencubit pipi istrinya


" aws" Ucap Arneta


" Sakit ya,maaf " Ucap Musta sambil mengelus pipi istrinya


" Yuk makan dulu " Ucap Arneta


" Okey " Ucap Musta


Mereka pun makan bersama dipagi hari dengan nikmat. hari ini jadwal Arneta kosong sedangkan suaminya akan mengerjakan berkas kantor dirumah. alasannya karena ia nggak bisa jauh dari istrinya dan Arneta mengiyakan saja sebenarnya ia juga senang jika suaminya dirumah bersamanya.