
Sesampainya di kamar Arneta terus memikirkan soal perjodohan dengan laki-laki bernama Musta. dia belum tahu kalau calon suami nya itu guru SMA nya dulu.dia terlihat begitu sedih dan bingung harus berbuat apa. ingin menolak pun tak bisa dilakukan karena dia tidak ingin membuat orang tua nya sedih.
Arneta adalah sosok pendiam jadi dia tidak terlalu banyak bicara dan menentang keinginan orang tua nya. dia berbaring di tempat tidur sambil meneteskan air mata yang terus keluar,ia merasa belum siap untuk menikah karena usianya masih muda dan dia ingin meraih cita-cita nya . akan tetapi, semuanya sudah terjadi mau tidak mau dia harus menjalaninya.
"hiks hiks aku harus gimana?"ucap Arneta
sambil menangis dia berusaha menghapus air matanya.
"Aku tidak mungkin bisa menolak perjodohan ini" ucap Arneta
Tok tok tok tok
Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar nya Arneta beranjak dari tempat tidur dan membuka pintu kamar.
" Nak kamu kenapa?"ucap Mila
sambil mengelus punggung anaknya
" Aku gak papa mah"ucap Arneta
" Mamah tahu kamu pasti lagi mikirin soal perjodohan kamu dengan anak pak Rendi kan?"ucap Mila
Arneta hanya menganggukkan kepalanya dengan pelan.Mila langsung memeluk anaknya dia tahu keputusan ini berat untuk Arneta.
" Sudahlah nak, terima saja perjodohan ini demi ayahmu " ucap Mila
"T-tapi mah.."ucap Arneta
Ucapannya terpotong karena Mila berbicara
" Kamu harus mau nak, mamah yakin dia jodoh yang terbaik untukmu" ucap Mila
" Baik mah,aku mau menerima perjodohan ini"ucap Arneta
Dengan nada pelan karena dia tidak bisa menolak keinginan ayahnya.
"Oke, beberapa hari lagi kamu akan di lamar jadi bersiaplah"ucap Mila
Mila pun meninggalkan Arneta dan pergi dari kamar.sementara Arneta merasa kaget karena ucapan ibunya tadi. dia merasa gugup karena prosesnya terlalu cepat sementara dia belum dipertemukan dengan calon suami nya.
" Bismillah semoga dia jodoh terbaik untukku"ucap Arneta
Berusaha menenangkan hatinya yang dari tadi deg degan.dia takut jika dia diperlakukan tidak baik oleh keluarga mereka.pikiran negatif terus mengganggu tapi dia berusaha menghilangkan pikiran tersebut.
"Kira-kira seperti apa wajah calon suamiku?"ucap Arneta
"Ah sudahlah lebih baik aku tidur "ucap Arneta
Hari mulai malam cuacanya cukup dingin dan terdengar suara petir tandanya sebentar lagi turun hujan. Arneta sudah terlelap dalam tidurnya.
************
" Hari ini aku pertama kali masuk kuliah jangan sampai terlambat masuk"gumam Arneta dalam hatinya.
"Nak Kamu udah bangun?"ucap Mila
"Sudah Mah"ucap Arneta
" Cepat mandi lalu sarapan dibawah"ucap Mila
" Iya mah"ucap Arneta singkat.
Dia bergegas ke kamar mandi dan setelah selesai dia mengambil pakaian lalu memakainya . setelah itu dia turun ke bawah dan menyantap sarapan nya.kali ini dia sarapan hanya dengan Ibunya. karena ayahnya sudah berangkat ke kantor dan Marvel masih bersiap-siap dikamar.
" Mah aku pamit mau berangkat kuliah" ucap Arneta
" Iyaa, hati-hati nak"ucap Mila
" iya mah"ucap Arneta
Dia pun segera keluar dari rumah mengendarai motor kesayangan nya. jarak kampus dari rumahnya cukup dekat sekitar 15 menit .
Setelah sampai dikampus dia langsung memarkirkan motornya . betapa terkejutnya dia melihat gedung tinggi dan halaman yang cukup luas membuat Arneta melongo karena ini baru pertama kali dia datang ke kampus.
" Arneta"ucap Lola
" Lola kamu kuliah disini"ucap Arneta
Lola menganggukkan kepalanya dan menghampiri Arneta.
" Aku senang banget bisa ketemu kamu lagi"ucap Arneta
"Aku juga ,ayo kita masuk kelas "ucap Lola
"Ayo ,kamu ambil jurusan apa Lol"ucap Arneta
"Sastra Indonesia,kamu?"ucap Lola
" Sama aku juga ambil jurusan itu"Arneta
Mereka pun saling berpelukan karena sudah lama tidak bertemu dan ternyata mereka satu kelas. Arneta sangat senang karena bisa duduk dibangku yang sama dengan Lola ( berdampingan maksudnya).
Jam perkuliahan akan segera dimulai semua mahasiswa belum dosen mana yang akan mengajar di kelas. Arneta masih sibuk mengobrol dengan Lola sambil tertawa terbahak-bahak . saat mendengar langkah kaki mereka semua langsung terdiam dan tak selang beberapa lama ada yang masuk ke kelas . dia adalah dosen yang mengisi pembelajaran hari ini. Arneta terlihat kaget begitu pun dengan Lola saat melihat dosen yang baru saja duduk didepan.
Lanjut.......
Penasaran nggak siapa dosenya ? kira-kira siapa ya?yang jelas Arneta dan Lola sudah kenal dengannya. itu sedikit bocoran š¤£
Selamat membacaš¤