
Waktu pulang pun tiba Arneta sedang menunggu suaminya yang sedang mengajar dikelas lain. beberapa menit kemudian ia melihat Musta keluar dari kelas ia terlihat sedang berbicara dengan seseorang laki-laki paruh baya. Arneta hanya dapat melihat dari jarak yang tidak terlalu dekat , perlahan ia melangkah mendekati suaminya seperti nya Musta belum menyadari keberadaan Arneta. Musta terlihat sedang berbicara cukup serius dengan seorang wanita cantik mereka terlihat seperti orang yang sudah kenal lam Musta menjawab dengan singkat plus wajah datar.saat Arneta berjalan mendekat ia mendengar jelas perkataan wanita tersebut. dari tatapan matanya ia terlihat menyukai Musta membuat Arneta cemburu dan mempercepat langkahnya.Arneta bukan orang yang lemah ataupun penakut ia akan mempertahankan orang yang dia sayangi salah satunya suaminya ia tidak mau ada orang yang menghancurkan rumah tangga nya.saat mulai dekat dengan Suaminya ia dapat melihat dan mendengar jelas perkataan wanita cantik itu.
"Musta kamu ternyata gak berubah ya tetap tampan" ucap wanita itu
"Hmm" ucap Musta datar
"tuhkan kamu tetap dingin kayak dulu" Ucap wanita itu
" Kamu mau gak ikut aku makan siang di restoran?" Ucap Wanita itu
" Nggak bisa " Ucap Musta sambil menoleh kearah samping ternyata sudah ada istrinya yang sedang melihat nya dengan tatapan tajam bibirnya yang cemberut membuat Musta gemas.
" Mas suami ayo kita pulang " Ucap Arneta dengan menggandeng tangan suaminya
" Heh ! kamu siapa ya" Ucap wanita itu
" Saya istrinya " Ucap Arneta dengan penuh percaya diri
" Nggak mungkin,Musta kamu bohong kan" Ucap Wanita itu
" Dia memang istriku"ucap Musta sambil merangkul bahu istrinya
" Aku gak percaya kamu menikah dengan perempuan seperti dia " wanita itu
" Memang perempuan seperti apa yang pantas bersanding dengan suamiku" Ucap Arneta Santai
"Cukup Floren!"Ucap Musta dengan menatap tajam kearah Floren
" Dia adalah perempuan istimewa untuk jadi jangan pernah kau menghinanya" Ucap Musta tegas
"Musta aku cinta kamu,tapi kenapa kamu milih perempuan kampungan kayak dia!" Ucap Floren penuh amarah
"Saya tegaskan sekali lagi jangan pernah menghina istri saya dan ingat dari dulu saya tidak mempunyai perasaan apapun dengan kamu , sekali kau menyakiti atau menghina istri ku kau akan mendapatkan hukuman yang setimpal dan hidupmu akan dipenuhi penyesalan. Musta langsung menarik tangan Arneta agar meninggalkan wanita itu . Arneta hanya dapat menatap tajam kepada Floren untuk menunjukkan ketidaksukaannya pada Floren.
Skip~~~~
Saat sampai dirumah Musta memarkirkan mobilnya terlebih dahulu digarasi. Arneta langsung keluar dari mobil tanpa menunggu suaminya masuk ke rumah. Musta yang sudah paham kalau istrinya ngambek hanya tersenyum lalu masuk ke rumah.
"Sayang " Ucap Musta
saat berada di ruang tengah karena tidak mendapat jawaban ia pun berjalan menaiki tangga menuju ke kamarnya. sementara Arneta baru selesai mandi, setelah berganti pakaian dia duduk di sofa sambil menunggu suaminya. walaupun Arneta lagi ngambek sama suaminya tapi ia sebenarnya ingin selalu dekat dengan Suaminya.
(entahlah mood nya suka berubah-ubah hayoo tanda2 apa_author ) 🤫
" Lama banget sih,mas Musta lagi ngapain dibawah" Ucap Arneta sambil mengurutkan bibir nya , karena Suaminya belum juga masih ke kamar.
#LANJUT
LIKE DAN VOTE DULU YA NANTI ADA DOUBLE CHAPTER 😁