
Setelah menempuh perjalanan 1 jam lebih mereka sampai ke rumah tanpa menunggu suaminya Arneta membuka pintu mobil sambil menguap karena mengantuk mungkin Arneta kelahan sehingga ia buru-buru masuk rumah agar bisa beristirahat di kamar. Musta yang melihat istrinya keluar terlebih dahulu hanya geleng-geleng kepala melihat Arneta berjalan ke kanan kiri sambil menguap, niatnya Musta akan menggendong istrinya dikamar tapi Arneta menolaknya, sehingga Musta memilih memarkirkan mobilnya di garasi setelah memastikan Arneta baik-baik saja.
"Assalamualaikum bibi"Ucap Arneta
"wa'alaikumsalam non, baru pulang?"Ucap bibi yang sudah menghampiri majikannya
"Iya bi,ini tadi aku beli makanan tolong disimpan ya bi" Ucap Arneta sambil berjalan menaiki tangga lantai 2 tempat kamarnya berada.
"Iya non" Ucap Bibi
Bibi langsung berjalan ke dapur untuk menyimpan makanan tadi lalu melanjutkan pekerjaan lain yang tadi sempat tertunda.
Musta sudah masuk ke dalam kamarnya dan beristirahat bersama Arneta yang sudah terlelap sesudah melaksanakan sholat.
Skip
Malam Hari
Setelah melaksanakan sholat isya berjamaah Arneta menyiapkan makan malam dengan dibantu bibi sementara Musta sedang menyelesaikan pekerjaan kantor diruang kerja yang terletak disebelah kamar yang mereka pakai yaitu kamar utama.
Setelah menyelesaikan pekerjaan Musta pun turun ke bawah untuk menemui istrinya karena berpisah sebentar saja dengan Arneta dia sudah merasa gelisah dan ingin segera melihat istrinya. saat sampai di ruang tengah ia tidak melihat istrinya disitu hingga akhirnya ia berjalan menuju ruang makan namun hasilnya sama.
" Sayang" Ucap Musta mencari keberadaan istrinya
"Sayang kamu dimana? " Ucap Musta lagi sedikit berteriak
" Aku di dapur mas"Ucap Arneta sedikit berteriak agar suaminya bisa mendengar suaranya padahal jarak dapur dan ruang makan tidak terlalu jauh.
"Aku kesitu ya" Ucap Musta tersenyum sambil berjalan menuju dapur sementara bibi memilih masuk ke kamarnya agar tidak menggangu majikannya.
Musta langsung memeluk istrinya dari belakang. Arneta menyadari ada tangan melingkar diperutnya dan tercium aroma khas suaminya.
"Yang " Ucap Musta lembut
"Hm"Ucap Arneta sambil sibuk menyelesaikan masakannya, Musta yang terus memeluk membuat ia susah bergerak
"Udahan dulu ya masaknya" Ucap Musta dengan tangan masih melingkar di perut istrinya.
"Tapi aku mau itu yang" Ucap Musta memberi kode seharusnya Arneta paham apa yang diinginkan suaminya,namun yang terjadi sebaliknya Arneta tetap menyelesaikan masakannya.
"Mas mau apa ? udah sana tunggu di ruang makan aku susah geraknya kalau mas gini"Ucap Arneta
"Oke tapi aku minta itu y di kamar"Ucap Musta dengan senyum mesum
"Iya"Ucap Arneta yang mulai paham arah pembicaraan suaminya.
"Dasar mesum"Gumam Arneta dalam hati lalu mulai menata makanan diatas meja makan
Hingga akhirnya mereka makan malam bersama Arneta mengambilkan makanan suaminya dipiring setelah itu baru menyajikan untuk dirinya sendiri.setelah makan malam selesai Arneta membantu bibi mencuci piring didapur, sementara Musta sudah masuk kamar terlebih dahulu menyelesaikan pekerjaan sambil menunggu istrinya masuk kamar dan pasti meminta jatah ,maklum Tuan Mesum yang hampir setiap hari minta jatah padahal istrinya lagi hamil mudađź’†.
(fyi para pembantu/maid rata2 berumur 41 tahun keatas ya soalnya kalau cari yang muda kalian tahu sendiri bisa2 jadi Boomerang di rumah tangga mereka wkwk)
Beberapa menit kemudian...
Arneta masuk ke kamar langsung tiduran di samping suaminya tepatnya ditempat tidur mereka. Musta yang menyadari kedatangan istrinya ia pun segera menutup laptop yang berada di pangkuan nya lalu meletakkan dimeja.
"Ayo yang"Ucap Musta menatap istrinya dengan tatapan memohon dan terlihat lucu menurut Arneta.
"Mau ngapain mas?"Ucap Arneta pura-pura tidak tahu
"Itu lho masa kamu nggak tahu?"Ucap Musta
"Ngapain tidur yok udah malem"Ucap Arneta menarik selimut namun ditahan oleh suaminya didalam hati sudah terkekeh melihat ekspresi wajah suaminya yang terlihat lucu.
"Ih kamu mah gak peka"Ucap Musta ketus sambil menyebikan bibirnya
"Emang kamu mau apa suamiku?" Ucap Arneta
"Jatah malam sayangku"Ucap Musta menekankan setiap katanya
"Oo,yaudah ayok sholat sunah dulu" Ucap Arneta akhirnya menuruti keinginan suaminya meskipun masih hamil muda yang penting tidak terlalu sering dan berbahaya tidak masalah lagian sudah jadi kewajiban nya.
Dan akhirnya mereka sholat sunah terlebih dahulu setelah itu melakukan ritual malam layaknya pasangan suami istri sepinya malam tidak membuat mereka kedinginan melainkan membuat mereka kepanasan dengan keringat yang membasahi tubuh mereka serta suara indah yang keluar dari mulut keduanya memenuhi kamar,mereka terus memadu kasih hingga pagi hari entah berapa kali mereka melakukan nya.