
Tak berselang lama taksi online yang dipesan Arneta datang sebelum dia sampai di rumah sakit ia membeli beberapa buah-buahan segar lalu menghubungi ibu mertuanya bahwa dia akan ke rumah sakit. ia sangat antusias untuk segera menemui suaminya di rumah sakit.
Di Rumah Sakit
Musta baru selesai makan ia belum bisa makan sendiri karena kondisi nya yang masih lemah ibunya yang telaten menyuapi Musta.setelah meletakkan tempat makan Musta ibu Ratih memberi tahu Musta kalau Arneta akan kesini . Musta merasa senang karena ia sudah sangat merindukan istri nya .
Tanpa mereka sadari sebenarnya sudah ada rasa diantara mereka ,namun belum bisa mengungkapkan nya.
Beberapa menit kemudian Arneta sampai di rumah sakit ia langsung berjalan menuju ruangan suaminya . saat hendak masuk ia melihat seorang wanita yang berpakaian seksi berjalan menuju ruangan suaminya karena penasaran ia pun mempercepat langkahnya saat berada didepan pintu kamar rawat Musta iya sengaja tidak langsung masuk karena wanita itu lebih dulu masuk. sayup-sayup ia mendengar suara Musta dan wanita tersebut.
"Siapa wanita itu?"Ucap Arneta dalam hati
Ibu Ratih sedang membeli makanan di kantin rumah sakit setelah selesai membeli makanan ia segera kembali ke ruang rawat Musta. sementara Arneta masih berdiri mematung didepan pintu dia syok dengan apa yang dia dengar. beberapa saat kemudian ibu Ratih datang menenteng kantong plastik berisi makanan ia melihat Arneta dari kejauhan ia pun segera menghampiri menantunya saat berada didepan Arneta hanya diam menghadap pintu kamar rawat yang tertutup. karena heran ia pun menepuk pundak menantunya Arneta berbalik badan.
"Nak kamu kenapa gak masuk?"Ucap Ratih
"Eh mama abis dari mana?"Ucap Arneta
"Ini mama dari kantin beli makanan"Ucap Ratih
"Kamu kenapa gak langsung masuk hm?"Ucap Ratih
"Gak papa ko mah"Ucap Arneta
"Yuk masuk"Ucap Ratih
saat hendak membuka pintu ia mendengar suara Musta yang sedang marah diikuti dengan suara wanita yang tidak asing lagi karena penasaran ia pun menggandeng Arneta lalu membuka pintunya. saat dibuka berapa terkejutnya ibu Ratih melihat wanita tersebut sedang duduk ditepi ranjang Musta begitu pun dengan Arneta.
Di dalam kamar rawat
Musta yang masih terbaring diranjang merasa bosan apalagi ia ditinggal ibunya keluar walaupun katanya cuma sebentar. akhirnya dia mengambil ponselnya di meja lalu memainkan ponsel nya . saat dia asyik dengan ponselnya tiba-tiba ada yang masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu Musta yang menyadari ada orang yang datang langsung mendongakkan kepalanya ia kira ibunya atau istrinya yang masuk akan tetapi dugaan salah yang adalah orang yang sangat ia benci dan ia tidak ingin bertemu lagi dengan nya. perlahan wanita itu mendekati Musta saat wanita itu akan memegang tangan Musta langsung berteriak.
"Jangan mendekat!pergi!"Teriak Musta
sambil mengayunkan tangan nya agar wanita tersebut pergi dari hadapannya .namun wanita itu tidak menghiraukan perkataan Musta.
"Aku mau minta maaf ,jujur aku masih sayang banget sama kamu"Ucap wanita itu
"Aku harap kamu mau menerima aku lagi"Ucap wanita tersebut
"Jangan harap aku akan kembali sama kamu!pergi dari sini!"Ucap Musta dengan nada yang meninggi.
"Nggak aku nggaakan pergi,kamu harus bisa menerima aku lagi pliss"Ucap wanita itu
"Sekali tidak tetap tidak!"bentak Musta
"Mohon pikirkan lagi"Ucap wanita itu sambil mendekati ranjang Musta. saat ia akan duduk di ranjang nya pintu terbuka terlihat dua orang wanita yang menatap nya dengan tatapan sulit diartikan.
"Mama,Arneta aku bisa jelasin semuanya ini tidak seperti yang kalian lihat"Ucap Musta
"Dan kamu j*l*Ng pergi dari sini!"Ucap Musta
"Nggak aku mau kamu Nerima cinta ku dulu"Ucap Wanita itu
"Vania kamu gila ya!aku gak mungkin balikan sama kamu itu masa lalu!"Ucap Musta penuh penekanan
"Cukup!Vania kamu pergi dari sini sekarang!"Ucap Ratih
"Tapi Tante,saya mau balikan sama Musta Tan"Ucap Vania
"Apa!gak mungkin"Ucap Vania
"Itu benar ,saya sudah punya istri jadi jangan pernah berharap bisa untuk bisa mendekati ku lagi "Ucap Musta
"Kamu pasti bohong kn"Ucap Vania
"Musta tidak berbohong,dia memang sudah menikah dari 2 bulan yang lalu"Ucap Ratih
"Kamu pasti dijodohin kan?kamu pasti terpaksa menikahi istri kamu iyakan"Ucap Vania
"Memang benar saya dijodohkan,akan tetapi saya merasa tidak ada yang memaksa saya untuk menikahinya,bahkan saya sangat bersyukur bisa memiliki nya"Ucap Musta
"Kamu pasti bohong kan,kamu kan cuma cinta sama aku iya kan"Ucap Vania penuh percaya diri.
Musta hanya tersenyum sinis sedangkan Arneta hanya diam mematung di dekat pintu hingga ibu Ratih menyadari keberadaan Arneta ia pun menyuruh Arneta untuk mendekati ranjang Musta.
"Aku tidak bohong Vania,aku sudah tidak ada perasaan apapun dengan kamu,jadi jangan harap kamu bisa mendekati saya itu tidak akan bisa"Ucap Musta
"Memang secantik apa si istri kamu hah!"Ucap Vania
"Istri saya sangat cantik dan sangat baik"Ucap Musta
"Mana istri kamu hah!gaada kan berarti kamu bohong"Ucap Vania
"Saya tidak berbohong!istri saya sekarang berada disini"Ucap Musta
"Arneta sayang sini"Ucap Musta lembut
Arneta menurut ia pun berjalan menuju ranjang Musta .
"Mendekatlah,duduk disini"Ucap Musta sambil menepuk kasur disebelah yang masih kosong.
"Dan kamu!pergi dari sini!"Ucap Musta sambil menunjuk ke arah Vania. ia pun turun dari ranjang Musta.
"Kamu lihat ini istri saya"Ucap Musta sambil mengelus kepala istrinya
"Cihh itu yang dijadikan istri dibanding aku belum ada apa-apa nya lebih cantik aku dan pastinya lebih seksi"Ucap Vania
"Diam j*l*lg ! jangan pernah menghina menantu saya dia itu lebih baik daripada kamu !"Bentak Ratih
"Sekali lagi kamu menghina istri saya kamu tidak akan bisa hidup tenang!kecamkan itu"Ucap Musta
"Hiks kenapa kamu begini"Ucap Vania
"Karena kamu sudah mengganggu rumah tangga saya!"Ucap Musta.
"Sejak kapan kamu menyukai wanita seperti dia , pakaiannya nya tertutup tidak ada daya tarik tersendiri darinya,apa jangan-jangan kamu menggoda Musta supaya mau menikah denganmu"Ucap Vania
"Cukup Vania ! saya dari dulu tidak suka dengan wanita yang berpenampilan terbuka sepertimu, jadi saya lebih memilih untuk menikahi wanita yang bisa menjaga auratnya dan satu lagi jangan pernah hina istri saya kalau kamu masih mau hidup dengan tenang !"Ucap Musta penuh kemarahan sementara Arneta hanya bisa menunduk ia sudah tidak bisa menahan tangisnya. Melihat Arneta menangis Musta langsung menarik Arneta kedalam pelukannya.
"Pergi dari sini Vania ! atau mau saya panggilkan satpam !"Bentak Musta
Ibu Ratih menatap Vania tajam tatapan yang penuh kemarahan dan kebencian. sementara Vania diam mematung tak berselang lama satpam masuk ke ruangan Musta lalu menarik Vania keluar. setelah itu Musta dan ibu Ratih mencoba menenangkan Arneta yang masih menangis Musta mengusap pipi Arneta menghapus air mata istrinya dengan lembut.
LANJUT DI NEXT EPISODE YA.....