MY LOVE MY TEACHER

MY LOVE MY TEACHER
Kampus



Disaat mereka asyik ngobrol tak selang berapa lama mahasiswa yang didalam kelas tadinya berisik mendadak hening. Dosen killer yang tak lain Pak Musta baru saja masuk kedalam kelas dan memulai pembelajaran. Arneta yang menyadari kedatangan nya langsung diam dan memperhatikan penjelasan materi.Musta curi-curi pandang menatap Arneta yang sibuk dengan bukunya hingga akhirnya mereka saling menatap satu sama lain. entah kenapa Musta hari ini tidak segalak bisanya meskipun terlihat dingin tidak ada senyum sedikitpun yang terpancar dari wajahnya. Arneta menyadari perubahan sikap Pak Musta ketika di kampus dan dirumah berbeda.


"Net Lo nyadar gak sih pak Musta liatin Lo terus?"Ucap Lola


"Masa sih"Ucap Arneta berbohong padahal sebenarnya dia tahu.


"Beneran deh suwer gapake bohong"ucap Lola


Sambil menunjukkan jari kelingking nya.


"Iyya percaya"Ucap Arneta


"Enaknya punya suami dosen"Ucap Lola


Arneta hanya tersenyum dia bingung harus jawab apa.


"Yang dibelakang bisa diam!"ucap Musta


Lola pun langsung terdiam sementara Arneta menundukkan kepalanya karena malu melihat Pak Musta meskipun dia sudah jadi suaminya tapi tetap saja Arneta masih canggung apalagi ini lagi di kampus Pak Musta harus profesional begitupun dengan Arneta. Pembelajaran telah usai Arneta di minta untuk mengumpulkan tugas semua teman kelasnya dan dikumpulkan diruangan Pak Musta.


"Arneta kamu kumpulkan tugas teman-teman lalu ditaruh di meja saya"ucap Musta


"Kamu ikut ke ruangan saya sekarang!"Ucap Musta


"Baik pak"Ucap Arneta


Dia baru sempat menjawab pertanyaan Musta karena sedari tadi dia merasa sangat gugup. Dia mengikuti Musta dari belakang banyak mahasiswa yang melihat Arneta dengan tatapan sulit diartikan tapi kebanyakan mereka beranggapan Arneta ke ruangan dosen hanya untuk mengumpulkan tugas.sesampainya didepan pintu Pak Musta mengeluarkan kunci dari sakunya saat pintu terbuka Pak Musta langsung masuk dan Arneta mengikutinya .


"Pak ini tugas yang dikumpulkan tadi"Ucap Arneta


"Taruh di meja"Ucap Musta sambil menatap layar laptop


"Sudah pak,saya permisi"Ucap Arneta sebelum dia melangkah kan kakinya tangannya ditarik oleh seseorang.


"Tunggu dulu"Ucap Musta sambil memegangi tangan Arneta.


"Ada apa pak?"Ucap Arneta


"Duduk!"Ucap Musta menyuruh Arneta duduk di sofa.


"Kamu udah makan belum?"Ucap Musta yang sudah duduk disamping istrinya.


"Belum pak"Ucap Arneta sambil menundukkan kepalanya


"Jangan panggil pak saat kita berdua"Ucap Musta


"Maaf mas"Ucap Arneta


Musta hanya menatap kearah istrinya


"Kamu temani saya makan disini"Ucap Musta


"Iya mas"Ucap Arneta


Kemudian Musta mengambil ponselnya untuk memesan makanan tak selang berapa lama ada yang mengetuk pintu .


"Masuk!"Ucap Musta


"Ini pak pesanannya"Ucap Bu Rina sambil menyodorkan dua porsi makanan dan beserta minuman.


"Terima kasih"Ucap Musta


Setelah itu Bu Rina keluar ruangan.


Musta mengajak Arneta untuk memakan makanan yang tadi dia pesan. dia tahu jika Arneta masih canggung kepadanya.


"Ayo makan"Ucap Musta


Arneta hanya diam memandangi makanan yang ada di meja.


"Arneta,kamu kenapa?"Ucap Musta


"Gak apa-apa"Ucap Arneta


"Di makan,santai aja aku gak nerkam kamu"Ucap Musta


Sambil menangkup wajah istrinya sehingga mereka saling menatap.setelah itu mereka memakan makanan nya tidak ada suara sedikitpun mereka fokus dengan makanan masing-masing.selesai makan Arneta dia dan sedari tadi terus menatap wajah suaminya yang sangat tampan membuat nya kagum dan terpesona.


"Hey,jangan melamun"Ucap Musta


"Saya tahu suamimu ini tampan"Ucap Musta


Arneta yang ketahuan memandangi suaminya langsung memalingkan wajahnya ke arah lain wajah memerah itu membuat dia malu .


Musta tersenyum melihat tingkah istrinya yang menurutnya sangat menggemaskan.


"Kamu mau istirahat dulu atau ke kelas?"Ucap Musta


Dengan lembut sambil menatap ke arah Arneta


"Saya mau ke kelas"Ucap Arneta


"Gak mau istirahat dulu"Ucap Musta sedikit menggoda istrinya


"Gak mas"Ucap Arneta


"Udah gausah gugup gitu"Ucap Musta


"Iya mas"Ucap Arneta


"Silahkan ke kelas nanti pulang bareng"Ucap Musta


"Saya tunggu diparkiran"Ucap Musta


Arneta hanya menganggukkan kepalanya terus melangkah kan kakinya keluar ruangan dosen.Hatinya merasa sangat bahagia mengingat perilaku Musta yang lembut tidak seperti biasanya yang dingin dan galak saat di kampus.


Oke reader jangan lupa Vote dan follow akun author , komentar dibawah kritik dan saran sangat membantu.Inget klik jempol dibawah jangan sampai kelewat.