
(Fyi Arneta sekarang udah kuliah di semester akhir jadi sebentar lagi lulus dan setelah Arneta lulus Musta berhenti jadi dosen)
Setelah keluar dari rumah sakit mereka menuju rumah orang tua Arneta terlebih dahulu lalu ke rumah orang tua Musta.
Skip....
Mereka akhirnya sampai dirumah cukup mewah milik orang tua Arneta. Musta memarkirkan mobilnya disamping rumah setelah dipersilahkan masuk oleh penjaga rumah.setelah mengetuk pintu utama beberapa kali akhirnya pintu terbuka ternya mama Arneta yang membuka pintu.
"Assalamualaikum"Ucap Musta & Arneta
"Wa'alaikumsalam,eh kalian ayo masuk sini"Ucap Mama Mila sambil menarik tangan menantunya sedangkan Arneta langsung cemberut.
"Mah kok yang diajak cuma menantunya si " Ucap Arneta kesal
"Eh iya lupa ,sini masuk anak cantik" Ucap Mama Mila setelah melepas tarikan dari tangan menantunya, sementara Musta hanya bisa melongo bingung dengan situasi ini namun hanya sesaat karena ia dipanggil Ayah Dirga untuk duduk diruang kerjanya membahas tentang pekerjaan, sebelum masuk ke ruang kerja ayah Dirga ia menyempatkan diri untuk pamit kepada istrinya agar nanti Arneta tidak bingung mencarinya.
"Yang aku keatas dulu ya, dipanggil ayah" Ucap Musta lembut
" Mau ngapain ?"Ucap Arneta
"Urusan pekerjaan sayang"Ucap Musta
"Kenapa gak dibawah aja"Ucap Arneta sambil sedikit manyun karena semenjak hamil ia menjadi manja dan tidak mau jauh dari suaminya.
"Nggak bisa yang,lagian cuma sebentar kalau kamu mau cari aku diruang kerja Ayah"Ucap Musta
"Oke" Ucap Arneta singkat tandanya ia sedang mode ngambek, sementara Mama Mila yang melihat pemandangan didepannya hanya bisa tersenyum sambil geleng-geleng kepala,dulu ia juga pernah muda jadi sudah pernah merasakan seperti mereka terutama saat hamil Arneta dulu juga ia selalu menempel dengan suaminya bahkan tidak mengijinkan suaminya bekerja di kantor.
"Aku keatas ya" Ucap Musta sambil mengelus kepala istrinya yang berbalut hijab.
"Oh ya sayang kamu tumben inget pulang kerumah" ucap Mama Mila sambil sedikit menggoda Arneta karena memang anaknya jarang kerumahnya mungkin karena Musta yang sibuk dengan pekerjaannya.
"Lihh mama kenapa ngomongnya gitu sih,jelas inget dulu juga dari kecil tinggalnya disini" Ucap Arneta cemberut
"Bukan gitu maksudnya Neta ,hadeh punya anak kok gini " Ucap Mama Mila yang tak habis pikir dengan anaknya yang satu ini kalau lagi mode ngambek pasti otaknya agak lemot jadi suka ga nyambung dan berakhir salah paham.
" Maksud mamah apa gak suka punya anak kayak aku apa gimana hiks" Ucap Arneta dengan nada yang sedikit emosi mungkin pengaruh kehamilan nya ia jadi gampang emosi dan menangis.
"Sst bukan gitu maksudnya sayangku,mama malah seneng banget kamu datang kesini karena udah lama kamu gak kesini" Ucap Mama Mila sambil memeluk anaknya dari belakang karena posisi Arneta yang masih duduk di kursi dekat meja makan.
" Ya putriku tercinta" Ucap Mama Mila
"Maaf ya ma aku jarang nengokin mama sama Ayah, soalnya Mas Musta sibuk terus" Ucap Arneta
" Iya gapapa ko nak" Ucap Mama Mila
Skip.....
Setelah menunggu beberapa saat Musta turun bersama Ayah Dirga dan mereka pun makan bersama dengan penuh kehangatan.
Saat makan sudah selesai Arneta dan Musta pun memberitahu kan kabar bahagia bahwa ia sedang hamil .
"Mah,yah kami sebenarnya kesini mau memberi tahu sesuatu" Ucap Musta
"Iya ada apa nak " Ucap Ayah Dirga penasaran
" Alhamdulillah Arneta sedang mengandung " Ucap Musta dengan tersenyum begitu pun dengan Arneta.
" Alhamdulillah ya Allah,kita sebentar lagi punya cucu yah" Ucap Mama Mila bahagia sekaligus terharu
"Ya Alhamdulillah, selamat nak jaga kandungan mu"Ucap Ayah Dirga
"Iya ayah " Ucap Arneta
" Kamu udah periksa ke dokter?"Ucap Mama Mila
" Udah kok ma"Ucap Arneta
"Selamat ya nak jaga kandungan dan jangan lupa jaga pola makan" Ucap Mama Mila
"Iya ma terima kasih" Ucap Arneta
"Musta mama titip anak perempuan mama yang bawel ini ya kalau dia salah marahin aja gapapa" Ucap Mama Mila dengan nada mengoceh. sementara Arneta langsung menatap ibunya kesal sungguh sangat merusak suasana. Ayah Dirga hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal mendengar ocehan istrinya tiada henti.
"Iya mah " Ucap Musta sambil tersenyum tipis melirik istrinya yang terlihat lucu saat cemberut.
Next nggak nih?