MY LOVE MY TEACHER

MY LOVE MY TEACHER
Terkabulnya Doa



Dokter langsung memeriksa Musta terlihat dari raut wajah nya yang terlihat senang , sementara kedua orang tua Arneta dan Musta sudah tidak sabar ingin mengetahui kondisi Musta sekarang. tanpa mereka sadari Musta membuka matanya secara perlahan suster yang melihatnya langsung memberitahu dokter untuk memeriksa kembali beberapa alat ditubuh Musta mulai diambil Arneta melihat Musta siuman terlihat bahagia namun dia ragu untuk melangkahkan kakinya mendekati Musta karena dia merasa gugup Musta hanya mengedipkan mata menatap ke atas belum ada gerakan di bibirnya ibu Ratih mendekati anaknya lalu mengusap kepala Musta dengan tatapan senang bercampur terharu sampai meneteskan air mata Ayah Musta mengusap pundak istrinya sambil sesekali mengajak Musta berbicara meskipun Musta masih diam. menurut dokter jangan terlalu banyak berbicara terlebih dahulu biarkan dia berbicara dengan kemauannya sendiri. setelah mengatakan itu dokter beserta suster pamit untuk mengurus pasien yang lain . Musta pun dipindah di ruang rawat VVIP sama seperti Arneta ruang rawat mereka bersebelahan. untuk Arneta sendiri besok sudah diperbolehkan pulang tapi dia ingin menemani suaminya di rumah sakit. setelah Musta pindah ke ruang rawat dia memberanikan diri untuk mendekati ranjang Musta ia duduk di kursi dekat dengan Musta.saat didekat Musta ia tak bisa menahan air mata bahagia melihat suaminya sudah sadar dari koma akan tetapi Musta belum juga mengeluarkan suaranya Arneta mencoba membuka pembicaraan dengan harapan Musta bisa merespon lalu menjawabnya.


"Mas aku senang kamu sudah sadar"Ucap Arneta


"Aku berharap kamu bisa segera sembuh agar bisa pulang kerumah"Ucap Arneta pelan


"Mas kamu butuh sesuatu?"Ucap Arneta


Musta hanya menatap Arneta sekilas lalu kembali menghadap kedepan.


"Kalo butuh sesuatu tinggal bilang nanti aku ambilkan"Ucap Arneta


"Mi-num"Ucap Musta terbata-bata dengan suara pelan namun masih didengar Arneta.


Arneta langsung mengambil minum di meja lalu memberikannya ke Musta.


"Ini mas"Ucap Arneta sambil menyodorkan minumnya tangan yang satunya membantu Musta untuk duduk di atas ranjang.


Setelah itu Arneta mengembalikan gelas air minum di meja.di dalam hatinya ia sangat merindukan suara dan perhatian walaupun sedikit yang Musta berikan kepadanya.hari nya terasa hampa Arneta sudah terbiasa dengan keberadaan Musta disinya.meskipun ia belum tahu apakah Musta sudah mencintai nya atau belum ia selalu berdoa agar ia dan suaminya suatu saat bisa saling mencintai karena menurut nya ikatan pernikahan ini adalah ikatan sakral bukan sebuah permainan yang dengan mudahnya dirubah atau berhenti sesuka hati,menikah menyatukan dua insan yang memiliki banyak kekurangan-kekurangan dan kelebihan mereka dipersatukan untuk saling menerima perbedaan dan saling melengkapi satu sama lain hingga di akhirat akan dipertanggung jawabkan apalagi sebagai kepala rumah tangga harus bisa memimpin di keluarga nya bisa mendidik istri dan anak-anaknya .


Tak terasa waktu sudah sore Arneta dan Ibunya diminta pulang terlebih dahulu agar bisa istirahat , sementara Musta dijaga oleh ibu Ratih dan Pak Rendi di rumah sakit.meskipun awalnya Arneta menolak untuk pulang ke rumah namun karena bujukan suami dan ibu mertuanya dia pun ikut pulang.


"Assalamualaikum"Ucap mertua Arneta


"Wa'alaikumussalam"Ucap Arneta & Bu Mila


Arneta langsung mencium tangan kedua orang tua Musta.


"Eh Ratih dan Pak Rendi ,apa kabar?"Ucap Mila


"Alhamdulillah kami baik,Oya gimana keadaan Musta?"Ucap Ratih


"Keadaan nya semakin membaik"Ucap Mila


"Arneta kamu udah makan belum"Ucap Ratih


"Belum ma"Ucap Arneta


"Kebetulan mama tadi buat sop ayam jadi tak bawa kesini buat makan bareng "Ratih


"Kamu mau makan sekarang?"Ucap Ratih


"Nanti aja ma"Ucap Arneta


"Kamu harus makan nanti sakit kalau sampai telat makan,yuk Mila kamu juga ikut makan"Ucap Ratih


"Iya Rat, terima kasih"Ucap Mila


"Musta kamu juga makan ya,mama suapin"Ucap Ratih


Musta hanya mengedipkan mata tanda dia mau menerima suapan ibunya.


"Kamu gimana kedaaannya masih ada yang sakit gak?"Ucap Rendi menghampiri Musta di tempat tidur.


"Kepalanya masih sering sakit"Ucap Musta pelan


"Kamu gaboleh terlalu banyak pikiran banyak istirahat dan jangan lupa minum obat secara teratur ya"Ucap Rendi


Musta hanya menganggukkan kepalanya, setelah makan bersama mertua Arneta menyuruh ibu Mila pulang bersama Arneta.


"Mil kamu pulang aja sama Arneta biar kami yang jaga Musta "Ucap Ratih


"Iyaa Rat"Ucap Mila


"Kamu juga nak Arneta ikut ibumu pulang"Ucap Ratih


"Nggak ma"Ucap Arneta


"Kamu harus istirahat"Ucap Ratih


"Arneta udah sehat kok mah,Aku mau jagain mas Musta"Ucap Arneta


Musta yang tadinya sedang mengobrol dengan ayahnya pun akhirnya menghentikan obrolan nya ia menatap Arneta dengan tatapan teduh ia tersenyum tipis lalu menyuruh Arneta mendekati ranjang Musta dengan lambaian tangan Arneta pun mendekati Musta


"Kamu pulang ya"Ucap Musta lembut


"Kamu butuh istirahat dan besok kamu mulai kuliah "Ucap Musta


"Tapi mas"Ucap Arneta ia tidak melanjutkan pembicaraan nya.


"Kamu pulang aja sama mamah mas disini sama mama & papa jadi kamu gausah khawatir"Ucap Musta


"Iya mas, besok aku kesini lagi sepulang kuliah"Ucap Arneta


Musta hanya menganggukkan kepalanya lalu tersenyum manis hati Arneta merasa senang mendapat senyuman suaminya yang jarang sekali senyum apalagi kalau dikampus.begitu mendengar suara Musta yang lembut kepada Arneta membuat hatinya meleleh seperti es krim yang meleleh.


LANJUT NEXT EPISODE.....